
"kazumi ada apa? sejak tadi kau berteriak memanggil zao yun, kau jadi banyak diam" ucap awind "ah! Tidak, aku hanya sedikit lelah, semalam aku tidak beristirahat dengan baik" ucap kazumi berbohong "ohh, kalau begitu kita bermalam di sini saja" ucap awind, tapi di tolak oleh kazumi
mereka melanjutkan perjalanan dan sampai di sebuah desa "apa yang terjadi?" ucap lan han sambil melihat desa yang sangat berantakan dan juga tercium bau darah yang menyengat
"di sini sepertinya habis terjadi pembantaian" ucap mu chen yang dari tadi diam, kazumi tidak menjawab dan berjalan ke salah satu mayat dan melihat sebuah simbol yang di ukir tepat di dada pria paruh baya itu berlambang serigala berwarna hitam "geledah desa ini! aku yakin masih ada orang yang bersembunyi di sini!" suruh kazumi tegas
semua langsung melakukan pencarian termasuk kazumi, saat sedang mencari kazumi mendengar suara isakan tangis dari kolong rumah, kazumi berhenti dan melihat ke arah bawah tangga dan melihat seorang anak kecil yang tampak ketakukan "kemarilah, aku tidak akan melukaimu" ucap kazumi tapi anak itu tidak merespon "kau lapar? ini makanlah" ucap kazumi sambil menyodorkan roti
anak itu langsung menerimanya dan memakan makanan itu hingga habis, kemudian dia menjulurkan tangannya seolah ingin lebih "di mana orang tuamu?" tanya kazumi "mereka suda mati" ucap anak itu degan suara gemetar "baiklah, ayo ikut bersamaku, aku akan menyuruh kakakku untuk merawatmu" ucap kazumi dan anak itu langsung menggengam tangan kazumi
mereka kembali berkumpul "sepertinya hanya anak ini yang selamat" ucap kazumi, lalu awind mendekat dan menatap anak itu "hai,namaku awind siapa namamu?" tanya awind lembut "angel" ucapnya "wahh, namamu terdengar asing, kau pendatang yah?" tanya awind di anggukan oleh angel
"sudah ayo kita lanjutkan perjalanan" ucap kazumi lalu mereka kembali berjalan menuju camp musuh, di perjalanan tiba-tiba saja kazumi berhenti dan memutar badannya ke arah angel dan jongkok di depannya "angel, jika aku terus membawamu menuju camp musuh, itu akan berbahaya, jadi aku akan meminta zuma mengantarkanmu pulang oke?" ucap kazumi sambil memegang kedua pundak angel
"itu... aku akan pulang ke mana?" tanya angel polos "ke kerajaan api,sekarang kau adalah putri bungsu kerajaan api" ucap kazumi dengan senyuman "tapi aku ingin bersamamu" ucap angel menahan tangis "oh ayolah jangan menangis, di sana akan sangat berbahaya" ucap kazumi "aku tidak ingin membahayakanmu" lanjut kazumi sambil menatap angel dengan tatapan memohon
"baiklah" ucap angel yang akhirnya menurut "zuma,tris,bie,zeo,artur, dan esson kalian antar angel ke istana" suruh kazumi di iyakan oleh semua singa, angel lalu naik ke bie dan mereka mulai berjalsn hingga hilang di kejauhan "ayo, kita juga lanjutkan perjalanan" ucap kazumi dan mereka kembali berjalan
hingga hari mulai gelap "kita akan beristirahat di sini" ucap kazumi lalu mereka beristirahat, kazumi pergi ke sungai untuk mengambil air minum bersama nachi, sementarakan lan han dan mu chen membuat tempat berteduh dan awind memasakan untuk mereka makan
__ADS_1
"apakah kau menyukai perubahanmu?" tanya nachi "sejujurnya aku tidak begitu perduli terhadap penampilanku, aku hanya ingin mencari mereka itu saja" ucap kazumi tidak di mengerti oleh nachi "maksudmu?" tanya nachi "lupakanlah, ayo kembali untuk makan dan istirahat" ucap kazumi dan mereka berjalan menuju perkemahan mereka
"oh kalian kembali? ayo aku sudah masak sekarang waktunya makan" ucap awind girang "baiklah" ucap kazumi tersenyum dan duduk di samping awind, semua makan dengan tenang kecuali kazumi yang merasa ada yang kurang "kazumi ada apa?" tanya awind menyadari kazumi yang terlihat sedikit sedih "awind,tidakkah kau berpikir bahwa ada yang kurang?" tanya kazumi sambil menatap ke arah kanannya di mana mulin sangat suka dusuk di sisi kanannya "ya, aku pikir begitu" ucap awind
yang juga ikut sedih "aku tidak ada nafsu, aku akan tidur duluan" ucap kazumi kemudi pergi ke tempat yang sudah di buat oleh lan han dan mu chen untuk tidur, kazumi menutup matanya berharap agar dia bisa mengikhlaskan semuanya berlalu dia lalu terlelap "ini di mana?" tanya kazumi sambil mengamati sekitar, dan tiba-tiba dia melihat seorang wanita bersama seorang anak lelaki yang sedang asik bermain dan tertawa bersama "mulin?" gumam kazumi
"mulin!" panggil kazumi lalu berlari menuju mulin bersama anak kecil itu "kazumi" ucap mulin terkejut dia lalu membalas pelukan kazumi "kazumi, maafkan aku andai saat itu aku mendengarkan perkataanmu, mungkin sekarang mu chen bisa melihat anaknya" ucap
mulin sambil melonggarkan pelukannya "tidak, akulah yang salah, maafkan aku" ucap kazumi yang masih menyalakan dirinya sendiri "kazumi sebagai gantinya, tolong jaga bie begitupun dengan awind dan dirimu" ucap mulin
kazumi mengangguk dan berjongkok di depan anak kecil itu "kau pria yang gagah" ucap kazumi sambil tersenyum pada pria kecil itu "kakak yang kau kenakan itu apa?" tanya anak itu sambil menunjuk jas jendral yang kazumi pakai "oh, ini adalah jas untuk para jendral" ucap kazumi tersenyum "ibu bilang, hanya orang hebat yang bisa menjadi jendral" ucap anak itu "apakah kau ingin menjadi jendral?" tanya kazumi di anggukan oleh anak lelaki itu
"ah!" ucap kazumi kaget, dia lalu mencari ke sana sini seperti orang bodoh "kazumi ada apa? kau mimpi apa?" tanya awind panik "aku tidak mimpi apa-apa" ucap kazumi berbohong
"oh, kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan" ucap awind dan di anggukan oleh kazumi sebagai jawaban setelah berjalan cukup jauh mereka sampai di camp musuh, dan benar saja betapa ketatnya penjagaan yang mereka lalukan di sana "penjagaannya benar-benar ketat, ini memanglah camp asli mereka dan camp pertahanan akhir" ucap kazumi
yang bersembunyi di semak-semak, dan mata kazumi membulat saat melihat seorang wanita yang nampak hamil besar di seret dengan kasarnya ke depan seorang raja, dan seketika kemarahan kazumi kembali muncul
"kazumi tenanglah, atau kita akan ketahuan" ucap awind, kazumi mengingat permintaan mulin dan berusaha tenang, dan telinga kazumi yang tajampun mendengar pembicaraan raja sombong itu yang di kenal sebagai
__ADS_1
erry "ha ha ha, wanita ini terlalu cantik untuk di bunuh, tapi melihat perutnya yang buncit membuatku muak! tidak ku sangka pria berengsek itu berhasil mendapatkan wanita secantikmu" ucap erry "kau! beraninya kau! beraninya kau membunuh seluru warga desa kami! dan bahkan meninggalkan sebuah simbol yang kau ukir di dada suamiku! kau takkan ku maafkan!" ucap wanita itu dengan suara gemetar seolah menahan tagisan juga ketakutan serta amarah "tentu saja, tapi setelah di ingat-ingat, kau mempunyai dua anak benarkan? satu adalah seorang gadis kecil dan kedua masih berada di sini!"
ucap erry sambil menendang keras perut wanita itu "kau takkan bisa menemukan angel!" ucap wanita itu membuat kazumi terdiam "angel ternyata adalah anaknya?" batin kazumi "oh, jadi namanya adalah angel" ucap erry serasa puas "terimakasih sudah memberi tahukan namanya, aku akan mencarinya dan menjadinya selirku" ucap erry membuat kazumi murka "kau takkan bisa! karena aku percaya bahwa jendral kerajaan api yang mulia kazumi akan menyelamatkan dunia dari kejahatanmu!" ucap wanita itu "ha ha ha! jendral kerajaan api? dia bahkan tidak tau tempatku, dan dia baru saja naik pangkat, siapa tau dia aan lari terbirit-birit saat melihatku" ucap erry membuat awind
murka, dengan ceroboh awind.keluar dari persembunyian matanya berwarna biru pekat dan rambutnya berwarna biru dalamnya lautan, menandakan kemurkaannya "siapa sangka, kau berani mengejek tuanku di belakang, haruskah aku memberi tahukanmu tata bicara yang benar?" ucap awind menatap erry murka "ohh, kau wanita yang sangat cantik, dan harus menjadi selirku he he he" ucap erry membuat kazumi meledak-ledak
"hei santailah, kau tau seperti apa awind kalau marah kan?" ucap nachi menenangkan kazumi "meskipun aku tau, tapi aku benci dia di sentuh oleh pria bakpau itu" ucap kazumi
pada erry yang memang seperti bakpau hidup "penjaga tangkap gadis itu! ikat dia dan kurung dia di kamarku!" suruh erry, dan saat para penjaga mendekati tubuh awind tiba-tiba
JEDARR!!!
sambaran petir yang membuat semua penjaga terlempar jauh, samar-samar terlihat seperti sebuah bayangan berlari cepat melewati erry dan mengambil wanita itu dan berhenti di belakang awind, perlahan kazumi menunjukkan wujudnya yang berubah menyeramkan dengan taring yang panjang juga sayap naganya yang membesar serta matanya yang memerah darah "berani-beraninya kau ingin menyentuh orang kepercayaanku, cari mati?!" ucap kazumi dengan nada membentak
"dan untukmu, anak gadismu berada di istanaku, aku akan menyuruh zuma untuk mengantarmu ke sana" ucap kazumi dan seketika muncullah zuma yang besarnya sudah seperti kuda dewasa "antarkan dia ke istana dengan selamat, dan kebalilah dengan cepat" zuma mengangguk dan tidak memprotes sedikitpun, saat kepergiannya wanita itu kazumi mulai melakukan perang, dengan jumblah mereka yang kalah jauh dengan jumblah pasukan erry yang sampai beribu-ribu bayaknya
"sampai kapanpun, aku takkan membiarkanmu menindas para orang lemah lagi! terlebih lagi wanita..., apakah di matamu wanita adalah alat pemuas nafsumu?!, kau brengs*k" ucap kazumi dengan luka memar dan juga luka sayatan besar dan kecil serta luka akibat di tusuk oleh pedang, "heh!, tidak ku sangka kau wanita yang lebih mementingkan teman-temanmu di bandingkan nyawamu, bahkan kau menyuru para singa untuk membawa mereka pergi" ucap erry membuat kazumi tersenyum
"aku lebih memilih nyawaku melayang demi melakukan hal baik, di bandingkan untuk terus hidup tapi bersembunyi di belakang para prajurit!" ucap kazumi sambil menggunakan kekuatan terlarangnya
__ADS_1