
"ya?" jawab kazumi yang sedang bermain dengan zuma "hah... Mari keluar untuk mencari makanan" ajak nachi sambil menghela nafas "hmmm! Ayo" ucap kazumi dan segera berdiri, mereka bergegas menuju sebuah sungai dan menangkap beberapa ikan "nachi, apakah akan baik² saja? Bukankah masih ada ifentc itu" tanya kazumi yang sudah basah kuyup "tenang ifentc hanya menyerang ketika matari baru tenggelam, batasnya dari saat langit masih berwarna orange dan pada saat langit sudah berwarna hitam, jadi para ifentc sudah tak ada" ucap nachi yang masih mencari cari ikan
"bagus lah! Jadi kita bisa bermain lama di sini" ucap kazumi seperti anak 5 tahun "kazumi, mengapa sikapmu berubah?" tanya nachi sambil menatap kazumi yang sedang bermain air bersama zuma dan zen "kau bilang sudah membaca surat kakekku? Jadi seharusnya aku tak perlu menjawab bukan?" ucap kazumi sambil menatap nachi "kau ingin mengabulkan keinginan kakekmu?" tanya nachi sambil mendekat ke arah kazumi "ya,meskipun dia juga adalah dalang dari hilangnya ibu" ucap kazumi tanpa dia sadari air matanya jatuh, melihat hal ini nachi segera menghapus air mata kazumi "kazumi, kau adalah gadis hebat, meski umurmu baru 16 tahun, tapi kau sudah hebat untuk menyembunyikan rasa sakitmu di balik wajah palsu mu ini"
Ucap nachi sambil menyelipkan rambut kazumi di balik telinganya "nachi, aku... Aku ingin bertemu dengan ibu" ucap kazumi yang sudah menangis "tenanglah, kita akan menemukannya" ucap nachi sambil memeluk kazumi "kenapa? Kenapa aku menjadi sangat lemah sekarang?" batin kazumi sambil terus menangis di pelukan nachi, tanpa sadar kazumi segera tertidur di pelukan nachi
Melihat bahwa kazumi telah terlelap nachi segera menyuruh zuma dan zen untuk pergi ke akademik, nachi memeluk kazumi dan menaiki zuma untuk kembali ke akademik
__ADS_1
Sesampainya di akademik semua orang tercengang melihat bahwa kazumi yang terlelap di pelukan nachi, banyak wanita yang menjadi emosi akibat melihat hal itu "nachi terimakasih banyak, kau sudah merawat kazumi" ucap mulin lalu awind datang dan mengambil kazumi dan memapahnya menuju kamar, setelah kepergian mereka nachi mendapatkan kabar dari kerajaan es di bagian utara lebih jauh lagi, dan jika ingin berangkat ke sana, maka mereka akan mendapatkan jemputan berupa kuda berwarna biru langit dan putih, tak lupa dengan tanduknya
"pangeran! Pangeran!" teriak seorang pria yang terengah engah "berhenti membuat keributan" ucap nachi dingin, ya karena kebenarannya adalah nachi sebenarnya adalah putra angkat dari raja minato dan ratu mao rui "maaf pangeran, tapi anda di suruh pulang sekarang juga,kata kaisar anda ingin di berikan selir" ucap pria itu "aku baru saja sampai, beri tahu pada ayah aku akan pergi besok" ucap nachi sambil melangkah pergi dan di ikuti oleh lan han dan mu chen
Terlihat matahari mulai ingin terbit, dan juga seorang wanita muda yang berdiri di pohon dengan ikat kepala dan pedang di sisi pinggul kanannya "kazumi, apakah ada tanda² soal kemunculan ifentc?!" tanya awind dari kejauhan "tidak" jawab kazumi yang kembali dingin, berdiam diri di pohon, tak lama terbentuklah sebuah lingkaran hitam, ibaratkan sebuah sarang tawon yang di lempar oleh kerikil, semua ifentc berhamburan keluar dari lobang Itu "muncul!" teriak kazumi dan di ikuti oleh regu penjaga lainnya dari sisi timur, barat, utara, dan selatan mendengar hal ini semua segera kembali dari tempat pengintaian dan mempersiapkan
Diri untuk berperang dengan para ifentc itu, setelah merasa siap mereka segera meloncat turun dari akademik itu peperangan terjadi namun ada hal yang janggal, pada saat awal kazumi melihat ifentc, para ifentc itu hanya menarik masuk mangsanya namun yang sekarang mereka ibaratkan harimau yang kelaparan yang langsung memangsa lawannya di tempat, melihat ada yang terluka, kazumi memerintah kan agar dia di bawa untuk mundur, "nachi! Kau adalah ketua sekaligus senior di akademik ini... Tapi kenapa pada saat perang seperti ini kau malah menghilang!!!!" teriak kazumi sambil menebas kepala ifentc itu
__ADS_1
"ayah! Hari ini ada peperangan di akademik ku, aku tak mungkin tinggal lama di sini!" ucap nachi meninggikan suaranya "nachi! Kau adalah pangeran kerajaan es! Dan kau penerus selanjutnya,apakah kau ingin melupakan kedudukan mu sebagai putra mahkota?!" bentak kaisar minato "cih siapa perduli!" bentak balik nachi "kau hanya akan di izinkan keluar! Jika kau sudah memilih selirmu sendiri" ucap kaisar minato sambil menunjuk para selir "jika kau ingin mengurungku seperti burung, kau salah, aku akan pergi jika kau melarangku!" bentak nachi segera berjalan pergi namun nachi di tahan oleh dua singa es "nachi,aku sudah membesarkan mu ibaratkan anakku sendiri, namun kau berani membentak dan melawanku? Pantas saja orang tuamu membuangmu!" teriak kesatria minato
Mendengar perkataan ini nachi segera kembali dan menggenggam kerak baju kaisar "jika kau ingin aku patuh! Padamu, maka jangan membesarkanku dengan kekerasan apa kau mengerti?" ucap nachi segera melepas kan genggaman itu "sayang, jangan terlalu keras pada nachi" ucap permaisuri mao rui "nachi, pergilah akademik persik membutuhkan mu" ucap permaisuri sambil tersenyum lembut nachi hanya mengangguk
Dan di kazumi
"uhukk uhukkk" batuk kazumi sambil memuntahkan darah segar, dia mencoba untuk kembali berdiri, namun sangat sulit, rasanya di tubunya dia tak memiliki tulang sama sekali, dia melihat sekeliling dengan pandangan mata yang redup, tidak ada ifentc hanya terlihat para siswa dan sisiwi akademik yang tergeletak dan ada yang memapah dan ada juga yang telah meninggal, kazumi mencari mulin dan awind ketika dia menemukannya dia melihat mulin yang tergeletak dengan bagian lengan yang berdarah, akibat di cabik oleh ifentc, sementara kan awind dia hanya terbaring di samping mulin dengan bagian pahanya yang terluka parah
__ADS_1
Melihat kedua sahabatnya terluka kazumi menggigit bibirnya, "maaf" ucap kazumi dengan suara yang lembut, dia memapah keduanya dan tanpa sadar bahwa lengan kirinya juga sempat tergigit oleh ifentc, sementarakan di bagian dadanya tertusuk oleh pedang salah satu temannya akibat temannya tidak fokus dalam penyerangan, yang kazumi rasakan sekarang adalah sakit, seluruh tubuhnya terasa sangat sakit, namun dia tetap memaksakan untuk membawa kedua sahabatnya menuju akademik, kazumi meloncat tinggi hingga akhirnya sampai di akademik melihat kedatangan kazumi para senior segera mengambil awind dan mulin sementarakan kazumi di papah oleh senior zanyan
Melihat kazumi sudah tak sadarkan diri, zanyan segera membawanya ke klinik untuk di obati, zanyan menangis terharu akibat melihat begitu parahnya luka kazumi, namun dia tetap membawa sahabat nya ke klinik untuk di obati