LADY GENRAL OF FIRE

LADY GENRAL OF FIRE
ulang tahun awind


__ADS_3

"ahahaha,maaf,-maaf" ucap awind sambil melonggarkan pelukan itu "oh ya,di mana mulin?" tanya kazumi yang sadar bahwa mulin tak barsama awind "oh,ayahnya memanggilnya pulang karena ibunya sakit" ucap awind "benarkah? dia tidak berpamitan denganku" ucap kazumi sedih


"xiao kazumi" panggil senior bai ye "oh! hadir!" ucap kazumi "oke" jawab senior bai ye "aku sudah absen, kalau begitu aku duluan samapai jumpa!" ucap kazumi lalu melambai "ya,sampai jumpa" jawab awind lalu juga melambai "xuan awind" pangg senior bai ye


"hadir!" jawab awind tegas, setelah absen selesai awind masuk untuk melakukan pelajaran "elemen bisa untuk melindungi diri tapi juga bisa membunuh diri sendiri jika kekuatan rahasianya terbongkar" ucap kazumi yang sedang membaca buku besar sambil berbaring di rerumputan, dia menyelesaikan belajarnya lebih awal, dia meletakkan buku dan berbaring menatap langit


dia memejamkan matanya dan mengingat apa yang terjadi sewaktu dia kecil


Flasback on


"dasar anak tidak berguna!, kau mengotori bajuku!" teriak huan sambil memukuli kazumi hingga memar "hiks maaf ibu, kazumi hanya memeluk ibu karena kazumi merindukan ibu hiks" jawab kazumi malang "sialan! Berhenti memanggilku ibu!, siapa ibumu ha?!" teriak huan mengambil gelas dan melemparkannya di kepala kazumi


"huan berhenti!" teriak feng de "kazumi, kau tak apa-apa kan?" tanya feng de sambil jongkok di depan kazumi, kazumi sama sekali tidak menjawab "dasar kau gadis ******* sialan!, lihat apa yang sudah kau perbuat!" bentak feng de membuat huan gemetar


"ay-ayah, dia kan hanya seorang gadis kecil yang bodoh, dia bukan anak kandungku," ucap huan membuat feng de menekuk alis


PLAKK


Suara pukulan yang mendarat di pipi huan "wanita breng*ek,aku akan menggurus kazumi mulai dari sekarang" ucap feng de sambil menggendong kazumi yang terlihat tetap diam


"hahaha, bagus lah! Karena awalnya tadi aku ingin membuangnya, namun aku berpikir akan lebih baik jika menjualnya" ucap huan di abaikan oleh feng de


"kazumi, ingat bahwa dari sekarang aku akan merawatmu hingga kau dewasa" ucap feng de tersenyum


Flasback off

__ADS_1


"senyuman itu, kehangatan itu, kasih sayang itu" ucap kazumi megenggam tangannya lalu meletakkannya di dadanya "kenapa harus kakek feng de yang mati?, kenapa bukan suami istri breng*ek itu?!" ucap kazumi dengan wajah marah "sudah jelas, aku yang akan membunuh mereka nanti" ucap kazumi lalu membuka buku terakhir


"kazumiiiiii" teriakkan yang sangat tidak asing di telinga kazumi "sudah ku duga itu kau" ucap kazumi berbalik dan melihat awind yang sudah berbaring di rumput di sampingnya "eh bungkusan apa ini?" tanya kazumi sambil menatap bungkusan hitam "itu ramen kuah bening kesukaanmu, aku sudah makan kau makanlah" ucap awind sambil mengambil pedang kazumi "woahh, pedangmu indah sekali, dengan warna hitam juga ada gambaran petir, wahh indah sekaliii" ucap awind sambil memainkan


Pedang kazumi, dan karena dirinya yang ceroboh pedang itu justru terkena tangannya sendiri "awind!" ucap kazumi melihat darah yang jatuh dari tangan awind, dengan cepat kazumi merobek bajunya dan membalut luka awind "sampai rumah jangan lupa untuk menggosokkan salep obat" ucap kazumi kembali memakan ramennya


"oh iya, kapan mulin akan kembali?" tanya kazumi sambil meletakkan makanannya "tidak tau, belum ada informasi" ucap awind menatap langit "begitu ya" ucap kazumi lalu mentap langit juga "eh, aku baru ingat bahwa nachi berjanji bahwa akan menemaniku belajar hari ini, tapi kenapa dia tidak datang?"


Batin kazumi sambil bengong "hei! Apa yang kau pikirkan?" tanya awind lalu berdiri dan memberes sisa makanan kazumi "hei, biarkan aku saja yang membereskannya" ucap kazumi menatap awind yang sudah selesai membereskan makanannya "tidak perlu, sudah sore ayo pulang" ucap awind lalu berjalan


Kazumi mengikutinya dari belakang dan tanpa sengaja mereka bertemu dengan lan han "kau dari mana saja?" ucap awind terlihat tidak suka "maaf, aku mengantar nachi" ucap lan han "kau mengantarnya kemana?" tanya kazumi "oh dia di suruh pulang sebentar karena adiknya besok ulang tahun,kau tenang saja kita semua di undang" ucap lan han membuat kazumi lega, kazumi tersenyum lalu berpamitan pulang duluan "awind kau pergilah jalan-jalan dengan lan han, aku akan pulang duluan" ucap kazumi


"ha? Kau tidak ikut?" tanya awind "tidak, aku lelah pelajaran hari ini benar-benar banyak" ucap kazumi tersenyum lalu pergi, saat kazumi sudah tidak terlihat lan han megenggam tangan awind "ayo, aku ada kejutan untukmu" ucap lan han lalu menarik awind


Lan han mengangguk dan berjalan menedakit semak-semak dan membukanya, awind tercengang melihat hal yang selama ini dia rindukan, itu adalah hal yang terjadi pada usianya yang baru Berumur 7 tahun "lan han, ini?" ucap awind mendekat lalu berbalik lan han mendekat dan memakaikan sebuah cincin di jari awind"awind selamat ulang tahun" ucap lan han lalu mencium kening awind


Air mata yang memang sudah di tahan oleh awind akhirnya menetes "hei bodoh, kenapa kau menangis? Apakah ini tidak bagus?" tanya lan han sedikit kecewa "tidak, aku senang sangat senang, tapi.." ucap awind terputus ketika ada yang keluar dari semak-semak "awind! Selamat ulang tahun!!" teriak kazumi lalu meloncat ke awind


Awind yang tidak seimbang langsung tercebur ke dalam danau bersama kazumi "kazumi! Awind!" teriak mulin "kami baik-baik saja" ucap awind lalu keluar dari air bersama kazumi "maaf" ucap kazumi "eh? Mulin? Bukannya kau pulang? Kenapa kau di sini?" tanya Awind bingung "aku berbohong padamu,aku tidak benar-benar pulang,tapi aku pergi ke paviliun milik kazumi" ucap mulin menjelaskan


Flasback on


"benarkah? Ya sudahlah kau hati-hati di jalan" ucap awind "baiklah aku pergi yaa, jaga dirimu" ucap mulin berjalan sambil melambai


"hi hi hi, kau pasti akan terkejut" ucap mulin

__ADS_1


"hmmm, tapi aku harus sembunyi ke mana?" ucap awind bingung "aha! Sembunyi ke paviliun kazumi!" ucap mulin lalu berlari menuju paviliun kazumi "syukur pintunya tidak di kunci" ucap mulin lalu berjalan masuk


"syapa?" tanya zuma "oh! Zuma ini aku mulin" ucap mulin "oh ternyata kau, apa yang kau lakukan di sini? Di mana awind dan kazumi?" tanya zuma "sttt, kecilkan suaramu, hari ini awind ulang tahun dan kita akan memberikan dia suprise dan aku berpura-pura pulang karena ibuku sakit, jadi aku menunggu di sini saja" ucap mulin menjelaskan


Ketika sudah mulai gelap, lintu terbuka dan kazumi masuk "kazumiii" bisik mulin tepat di telinga kazumi "apa Yang kau lakukan di sini?"


Tanya kazumi tanpa ekspresi "huh, kau tidak kaget ya?" tanya mulin kecewa, kazumi hanya menggeleng


Flasback off


"seperti itulah" ucap mulin "trimakasih" ucap awind memeluk kazumi dan mulin, dia berbalik dan menatap lan han "terimakasih" ucap awind lalu mencium bibir lan han "suamiku" lanjut awind


"ehh, ehem sepertinya zuma memanggilku" ucap kazumi lalu berjalan pergi "eh! Bie juga sepertinya memanggilku" ucap mulin lalu menyusul kazumi "hei kazumi, tidakkah kau berpikir bahwa mereka sangat cocok" tanya mulin "ya, sangat cocok" ucap kazumi, kazumi lalu mengantar mulin ke paviliun nya


"mulin sepertinya ada yang sudah menunggu" ucap kazumi sambil menatap ke arah paviliun mulin, dan di sana terlihat mu chen sedang duduk bersama singanya zuan "kalau begitu aku pergi dulu" ucap kazumi berjalan pergi dengan lambaian "i-itu kenapa kau a


da di sini? " tanya mulin gugup "karena aku merindukanmu" ucap mu chen lalu mendekat dan mencium leher mulin


"ja-jangan di sini, kita ke-kedalam" ucap mulin gugup, mu chen tersenyum, dia menggendong mulin dan meletakkannya di atas ranjang "kau sudah siap?" tanya mu chen yang sudah ada di atas tubuh mulin, mulin mengangguk "baiklah aku mulai" ucap mu chen lalu mulai mencium leher mulin, kemudian dia mencium bibir mulin "ha.. Ha..., kau membuatku sesak" ucap mulin sedikit marah


Mu chen melanjutkan hingga memulainya "ah! Sa-sakit!" ucap mulin sambil meramas seprai "tentu saja itu karena kau masih perawan" ucap mu chen kembali memasukkan "ah! He-hentikan! Ini terlalu memyakitkan ah!" ucap mulin


"hah! Akhirnya masuk" ucap mu chen sambil menatap mulin dia tersenyum lalu mulai menggoyang tubuhnya sementara di kazumi


"hei! Tidak bisakah kalian mengecilkan suara desahan kalian?! " ucap kazumi marah

__ADS_1


__ADS_2