
"sayang kau masih hidup?" tanya huan sambil memegang pipiku "hentikan dramamu" ucap kazumi dingin " aku mencari kalian semejak umurku 3 tahun, tapi aku tak menyangka bahwa kalian membuangku ibaratkan sampah, dan kalian bahkan mendoakanku untuk mati?! Orang tua macam apa kalian?!" bentak kazumi pada mereka, semua orang terdiam melihat pertengkaran itu
"sayang apa yang kau bicarakan?" tanya huan berpura pura tidak tau "aku sudah mengetahui tentang kalian,terutama kau wanita *******" ucap kazumi sambil menatap tajam huan "apa maksudmu? " tanya huan
"kakek pernah bilang,bahwa kau sering membawa pria lain pulang ke rumah, ketika suamimu pergi bekerja" ucap kazumj tetap tenang
"anak durhaka!" bentak huan "oh iya? Kau bahkan mengizinkan nya membuang benih di dalam rahimmu,kau yang melakukan hal kotor itu, tapi aku yang merasa berdosa, aku bahkan tidak tau siapa ayah kandungku" ucap kazumi menahan air mata "apa maksudnya huan?! Selama ini kau membohongi ku?!" bentak mu pada istrinya
Mereka berdebat hebat, dan kazumi hanya meninggalkan mereka pergi, "kalian pergilah duluan ke pavilium aku akan menyusul nanti" ucap kazumi lalu berbelok menuju sebuah sungai "mulin ada apa dengannya?" tanya awind sambil mengangkat alisnya sebelah "setelah apa yang terjadi hari ini, biarkan dia menenangkan diri" ucap mulin sambil menarik awind pergi
Sementara kazumi sedang duduk sembari membuang kerikil ke sungai "sayang? Kenangan indah? Tidak ingin kehilangan? semuanya palsu!" teriak kazumi sembari melempar kerikil dengan kekuatan penuh, setelah menenangkan diri dia kembali ke paviliun dan segera terlelap di ranjangnya
__ADS_1
Keesokan harinya mereka di uji mentalnya, kami di beri berbagai tantangan dan tidak sedikit yang lolos, setelah menyelesaikan tugas itu mereka di suruh berkumpul di tebing dekat laut di belakang akademi pada malam hari ketika bulan purnama muncul,
Jadi merek memiliki banyak waktu bersantai seperti pergi jalan² "hei ayo pergi makan aku yang traktir" ucap mulin dengan suara lembut nya
"baiklah" jawab kazumi dan awind kompak, mereka tiba di sebuah tempat ramen, banyak yang bilang ini adalah tempat favorit para senior dari akademik xiola, benar saja saat mereka memasuki restoran itu mereka dapat melihat beberapa wajah yang mereka lihat ketika pelatihan mental tadi, mereka duduk di meja pojok dan menesan makanan
"ramen kuah bening" jawab mereka kompak, "hei lihat pria itu tampan" ucap mulin sembari menatap pria dengan rambut berwarna hitam keunguan "kazumi rambutnya mirip denganmu ya.." ucap mulin sembari tersenyum "hanya rambut saja" ucap kazumi sembari memakan ramennya "aku sudah selesai mari kembali" ucap kazumi sambil berdiri
Namun saat melihat senyuman itu hati mereka terasa hangat "kazumi senyumanmu begitu indah dengan gingsul mu yang manis Kenapa kau selalu menyembunyikan nya?" ucap mulin
"tidak, hanya saja seperti susah, dan saat melihat kalian, aku jadi ingin tersenyum setiap saat" ucap kazumi sambil tersenyum manis
__ADS_1
Lalu mereka kembali ke akademik di perjalan awind yang memang ceroboh tersandung hingga terjatuh melihat hal ini membuat kazumi tertawa untuk pertama kalinya "ha ha ha ha ha" tawa besar kazumi sembari memperlihatkan gigi gingsul manisnya, dan mulin yang juga tertawa layaknya wanita seperti biasanya, dengan mulut yang di tutupi
Merasa sudah puas tertawa mereka akhirnya mengakhiri kegirangan itu, di setiap perjalanan awind hanya terus mengomel ngomel tentang dirinya yang tadi di tertawakan,mereka berjalan kembali ke akademik, sekarang mereka berada di tempat yang di suruh
Bulan purnama sudah bersinar terang, dan para guru memeriksa elemen para murid dengan sebuah kristal yang akan menunjukkan elemen mereka, setelah begitu banyak murid yang telah di ketahui dan di beri ikat kepala dengan lambang elemen mereka
"petir?" guman kazumi sembari melihat ikat kepala di tangannya "hei kazumi, apa elemenmu? Elemenku adalah air" ucap awind sembari menunjukkan ikat kepala nya "aku tanaman" ucap mulin sembari mengikat nya berbentuk bando
Sementara awind mengikatnya di bagian tangan kanannya dan kazumi mengikatnya seperti ikatan kepala biasa, mereka di beri tugas besok untuk mengumpulkan sebuah gulungan bulan dan matahari satu tim harus mendapatkan dua gulungan,yaitu gulungan matahari dan bulan, dan mereka di suruh untuk memasuki hutan terlarang
Mendengar pengumuman itu, semua tim mengangguk paham dan pulang ke pavilium mereka masing², lalu pagi kembali datang semua murit sudah berada di pagar hutan terlarang
__ADS_1
~gulungan matahari dan bulan