
"aku tidak akan meninggalkanmu,aku janji" ucap awind melonggarkan pelukan dan tersenyum, kazumi tetap diam, sampai setahun berlalu, dan sekarang adalah acara kenaikan jabatan untuk kazumi dan zanyan di nobatkan menjadi ratu di kerajaan api, di mana kazumi akan naik jabatan menjadi jendral "selamat" ucap bai ye menjabat tangan kazumi begitupun dengan orang
-orang lainnya "jendral kazumi" panggil zanyan yang sudah menjadi seorang ratu
"ya?" jawab kazumi "selamat" ucap zanyan lalu memeluk kazumi "ya, terimakasih" ucap kazumi membalas pelukan itu, acara besar di selenggarakan di kerajaan itu "kazumi" panggil seorang gadis "awind, akhirnya kau datang" ucap kazumi berbalik dan memeluk erat temannya "ha ha ha, selamat akhirnya kau naik jabatan" ucap awind bangga, kazumi mengajak awind untuk tinggal bersamanya sebagai orang kepercayaannya "tentu saja aku mau!" ucap mulin bersemangat, kazumi hanya terkekeh kecil
"baiklah, sekarang istirahat besok adalah hari yang berat" ucap kazumi lalu berjalan menuju kamarnya, kazumi terlelap di kamarnya namun tidak untuk awind "kau yakin?, menjadi orang kepercayaan seorang jendral itu adalah hal yang sagat berbahaya" ucap lan han "aku tau,tapi kazumi sudah berkorban terlalu banyak untukku, dia selalu melindungiku, sekarang gantian diriku untuk melindunginya" ucap awind "haih, baiklah tapi jaga keselamatanmu, aku tidak akan membayangkan segila apa kazumi jika kau juga meninggalkannya" ucap lan han memeluk awind
"tenang saja" ucap awind tersenyum sambil melonggarkan pelukannya "sekarang ayo tidur" ucap awind lalu dia tidur seranjang bersama lan han pagi kembali datang dan kazumi sudah rapi dengan seragam jendralnya, dengan rambut yang dia uraikan dan sedikit polesan make up ringan, dia memasuki ruangan militer dan di sambut dengan suara tegas dari prajurit "apakah awind sudah datang?" tanya kazumi dingin
"hadir! maaf saya terlambat jandral" ucap awind sambil menbungkuk "tak apa, jangan di ulangi lagi" ucap kazumi seolah orang asing "keluarkan peta" ucap kazumi, seketika sebuah peta besar keluar, kazumi meneliti peta itu dengan jelas dan sambil menyusun strategi "baiklah, di sini kita akan membagi tiga kelompok!, kelompok A akan melewati jalur udara dan terjun di dekat CAMP TENGAH, dan kelompok B akan melalui jalur setapak ini,dan akan sampai di bagian samping markas musuh, kalian akan bertahan di sana selama tiga hari, dan tetap awasi jika ada pergerakan segera beri tahu aku!, dan kelompok C akan melewati jalur air, tenang saja air ini tidak dalam, hanya sebatas lutut kalian, dan untuk keselamatan pastikan perlengkapan kalian adalah yang terkuat"
ucap kazumi "dan awind, kau ikut aku ke CAMP PERBATASAN" ucap kazumi di iyakan semua prajurit "kita beraksi malam ini, tepat pada saat matahari baru tenggelam, temui aku di gerbang dan ingat akan strategi yang sudah ku berikan" ucap kazumi lalu berjalan pergi di ikuti awind "dia wanita tapi pimikirannya lebih tajam di banding pria" ucap seorang prajurit di lanjutkan dengan prajurir lainnya, dan pada akhirnya mereka menggosip tentang kazumi:V
__ADS_1
malam tiba, semua sudah menunggu kazumi di gerbang sesuai perintah kazumi, tak lama datang kazumi dengan pakaian serba hitamnya dan memakai masker dan pedang di belakangnya, serta rambutnya yang dia ikat ekor kuda, "jalan!" ucap kazumi berada di tangah dengan perlindungan dari segala arah, mereka pun berpisah saat sudah di berikan perintah oleh kazumi
sekarang tersisa kazumi dan awind, tiada pembicaraan hanya suara langkah kuda dan angin malam saja yang terdengar "kazumi, sepertinya di depan adalah CAMP PERBATASAN" ucap awind yang berada di depan kazumi, kazumi berjalan ke samping awind dan mentap kedepan tepatnya adalah camp perbatasan, kazumi diam dan melangkahkan kudanya untuk maju kazumi memasuki area camp perbatasan
"jendral kazumi apakah itu kau?" tanya seorang pria "jendral nachi, suatu kerhormatan kau bisa mengingatku" ucap kazumi pada pria yang ternyata adalah nachi "tentu saja aku mengingat anda" ucap nachi lalu berbalik "kita ke tenda dulu,dan mengatur strategi untuk menyerang" ucap nachi di iyakan oleh kazumi, mereka lalu menuju tenda dan memulai untuk mengatur strategi
sekitar dua jam strategi mereka sudah ada dan sudah matang "dan sekarang pertanyaannya adalah, kapan kita menjalankan strategi? kita tidak mungkin terus menunggu, jika kita menund terlalu lama maka musuh sudah memiliki strategi baru yang lebih matang!" ucap kazumi membuat semuanya terdiam "kita harus menanyakan ini kepada kakakmu, karena tuan rumah perang ini adalah kerajaan api" ucap nachi "baiklah" ucap kazumi lalu memanggil burung peliharaannya yaitu pheonix
"ya, kau juga" ucap awind, kazumi terlihat murung sambil memegang sebuah foto kertas
"kai mulin" gumam kazumi sambil kembali mengingat saat di mana mereka pertama kali bertemu "dia gadis yang lugu dan lembut layaknya seorang ibu untukku" ucap kazumi sambil berbaring dan terlelap sambil memeluk foto itu, pagi datang semua sudah mulai bersiap, dan tak lama xixi muncul dengan gulungan di kakinya, dia mendarat di tangan kazumi, kazumi mengambil kertas itu dan membacanya
isi surat
__ADS_1
jika bisa aku ingin kalian lebih cepat dalam penyerangan, tapi aku mendapat info bahwa tempat yang ingin kau serang bukalah markas utamanya, sekarang mereka sedang berada di bagian timur, tepatnya di perbatasan maut, kalian sangat jauh, jadi sebaiknya suruh saja beberapa prajurit untuk menjaga markas itu dan kalian pergi ke sana"
akhir surat
kazumi mengertakan giginya "para pengecut ini melarikan diri ya?" gumamnya sambil tersenyum jahat aura pembunuh kembali muncul matanya berwarna merah begitupun dengan rambutnya "siapkan prajurit! aku akan melakukan pemeriksaan!" ucap kazumi tegas "aku akan ikut, dan suruh saja semua prajurit tinggal cukup aku,kau,awind,lan han,dan mu chen saja yang pergi lagipula ada para prajurit hebat yang menjaga kita bukan?" ucap nachi di mengerti oleh kazumi
maksudnya dari kata 'prajurit hebat' itu adalah para singa mereka, mereka memulai perjalanan dengan berjalan kaki, "kazumi, kenapa kau masih marah?" tanya awind bingung, karena rambut dan mata kazumi masih berwarna merah "hah? aku sudah meredakan kekuatanku dari tadi" ucap kazumi heran "namun kenapa rambut dan matamu tidak berubah?" tanya awind "benarkah?" tanya kazumi lalu berlari menuju sungai dan melihat pantulannya, kazumi terdiam dan kemudia zuma datang "kazumi" panggil zuma
kemudia kazumi berbalik "astaga! yang mulia akhirnya aku menemukanmu, tapi kenapa anda terlihat seperti seorang wanita?" tanya zuma membuat kazumi bingung "zuma, ini aku" ucap kazumi "ah! maaf, aku pikir kau adalah tuan zao yun" ucap zuma "itu zuma,apakah kakak tertua hilang di hutan?" tanya kazumi namun zuma tak manjawab "lupakanlah, ayo kita lanjutkan prjalanan" ucap kazumi "ternyata kakak tertua wujudnya seperti aku ya?" batin kazumi "kazumi, kenapa kau bengong?" tanya awind
"ah! tidak-tidak apa-apa" ucap kazumi, dia lalu melihat ke arah samping kanannya dan melihat seorang pria berjubah seperti seorang pangeran dengan wujud yang mirip dengan kazumi, pria itu terlihat bersandar dan tersenyum ke arah kazumi, tapi dia juga menangis "kak zao yun tunggu!" teriak kazumi "hei, kazumi ada apa? tidak ada siapa-siapa di sana, itu hanya sebuah jurang curam" ucap awind, kazumi kembali menatap ke arah sana dan benar
hanya ada jurang, dan tidak ada zao yun, kazumi terdiam dan tanpa sadar dia menangis "kenapa? aku menangis?" gumamnya sambil membelai lembut pipinya sendiri, mereka berjalan dan kazumi masih saja terdiam dan mengingat apa yag terjadi
__ADS_1