
Lalu nachi yang mendengar kabar bahwa akademik persik kekurangan murit akibat peperangan semalam, nachi segera memangil zen dan menuju akademik dengan cepatnya, sesampainya di pintu gerbang, nachi sudah mencium bau amis darah, dia berjalan masuk bersama zen dia terhenti ketika melihat kalung giok yang biasa di pakai oleh kazumi retak, dan talinya terlihat putus, merasa ada firasat buruk, nachi segera berlari menuju akademik, melihat bahwa tangga akadekit tak di turunkan dia segera meloncat tinggi hingga sampai di akademik
Para senior segera menghampiri nachi, melihat nachi baik² saja mereka pun segera pergi, dan lan han dan mu chen pun menghampiri nachi "hei, kau dari mana saja?!" tanya lan han dengan suara tinggi "maaf, apakah" tanya nachi terputus "tak perlu kau tanya, 15 murit tewas, dan itu termasuk amy!" teriak mu chen, karena amy adalah pacar pertamanya, dan dia berjanji untuk menjaganya namun itu salah, amy mati akibat menghadang ifentc yang ingin menyerang mu chen "mu chen maaf aku terlambat" ucap nachi sambil menggenggam erat tangannya "ya kau terlambat!" bentak mu chen dengan pipi yang sudah di banjiri air mata
"mana kazumi!" ucap nachi sambil mencari sekeliling "nachi" panggil zanyan, nachi segera melihat zanyan "ikut aku" ucap zanyan lalu pergi di ikuti oleh nachi, zanyan membawa nachi menuju ruang rawat 8,dan nachi segera melihat seorang gadis terbaring lemas, wajahnya berwarna putih pucat, bibirnya berwarna hitam keunguan, dari dada dan lengannya terlihat darah terus bercucuran, hingga membasahi ranjang itu "darahnya tak ingin berhenti" ucap zanyan "jika begini terus dia akan mati kehabisan darah" ucap nachi panik
"dia begini semua demi mu" ucap zanyan "aku?" ucap nachi "ya dia menggantikan mu di posisi ketua, dalam perang ini, dia rela kehilangan nyawanya demi menyelamatkan murit lainnya, namun dia merasa tidak berguna, akibat banyak nyawa yang melayang" ucap zanyan "kazumi, kau cukup menolak saja bukan?" ucap nachi "jika dia menolak, maka peperangan takkan terjadi, dan warga yang belum di kirim ke kerajaan api akan di maksa, terutama anak²" ucap zanyan
"kazumi, hanya karena kau tak ingin orang lain bernasip sepertimu, jadi kau ingin melamatkan mereka semua?" ucap nachi mentap wanita di hadapannya
Perlahan darah di tubuhnya berhenti, lentik indah matanya mulai terbuka, "kazumi" panggil nachi gembira "......." kazumi tak menjawab, hanya air mata yang mengalir membasahi pipi mulusnya "kazumi ada apa?" tanya nachi, namun semakin nachi bertanya semakin banyak air mata yang bercucuran dari mata kazumi "n-a-c-h-i" panggil kazumi terbata bata "kazumu kau?" ucap nachi heran "biar ku periksa" ucap zanyan, zanyan mendekat dan memeriksa kazumi di bagian lehernya, seketika matanya membulat "kazumi, dia di tanamkan racun" ucap zanyan "racun?! Racun apa!" tanya nachi dengan mata yang membulat "racun itu membuatnya tak bisa berbicara,dan rancun itu sudah menyebar ke bagian tenggorokan nya" ucap zanyan
"apakah itu dari ifentc?" tanya nachi "bisa jadi" ucap zanyan "lalu mulin dan awind dan yang lainnya?" tanya nachi "kita pergi periksa" ucap zanyan, mereka lalu pergi menuju kamar murit lainnya namun tak ada yang bernasip sama seperti kazumi "lalu?" tanya nachi "aku tak tau!" ucap zanyan, pagi pun kembali datang, namun pagi ini terlalu damai di banding dengan kemarin, hari ini tidak ada satupun ifentc yang terlihat, melihat bahwa tidak ada tanda² ifentc, murit yang tak terluka mau pun yang terluka melanjutkan kegiatan mereka,
Kecuali kazumi yang masih duduk di ranjangnya, dan menatap jendela kaca di sampingnya, dia melihat satu keluarga yang tentram, anaknya terluka dan dia di gendong oleh ayahnya, dan ibunya di samping hanya menyuapkan nya cemilan yang terlihat enak, melihat hal itu kazumi hanya diam dengan wajahnya yang kusut "hei! Kazumii" tegur awind yang sudah sembuh, kazumi segera berbalik dan melihat awind dan mulin yang sudah sembuh, hal ini membuatnya tersenyum
__ADS_1
"kazumi kami membawakanmu ramen kuah bening, ayo makan bersama" ajak mulin
Kazumi mengangguk, mereka memakan ramen itu namun seketika mangkuk yang di pegang oleh kazumi terjatuh, kazumi merasakan bahwa dadanya sesak sangat sesak, keringat sudah mulai keluar dari tubuhnya awind dan mulin segera memanggil zanyan, zanyan pun segera meminumkan kazumi air dan membaca beberapa mantra yang dia pelajari, seketika sesak nafas kazumi hilang, dia di baringkan "kazumi, ingat untuk lebih banyak istirahat" ucap zanyan
Kazumi mengangguk, dia mengambil kertas dan bulpen lalu menulis "terimakasih"
Zanyan tersenyum dia memeluk kazumi dan mencium keningnya
"kazumi kau sangat mirip dengan adikku yang dulu hilang, apakah kau mau menjadi adikku?" tanya zanyang sambil membelai rambut kazumi kazumi mengangguk dan langsung memeluk zanyan, "baiklah, sekarang tidurlah" suruh zanyan dan kazumi segera berbaring dan menarik selimut, zanyan terus menjaganya di sana hingga dia tertidur
"kazumi, kau ingin jalan²? Ayo kita ke pohon persik di samping pavilium di sana buah persik nya sudah matang" ajah awind sambil menarik tangan kazumi, kazumi pun ikut berlari mereka memanjat pohon itu dan memakan persik hingga puas "kazumi, kami di perintahkan untuk pergi ke kerajaan es besok, apakah kau ingin ikut?" tanya mulin sambil memainkan rambut kazumi, kazumi berbalik dan mengangguk "kazumiii" panghil zanyan dengan obat di tangannya, kazumi segera meloncat turun dan menghampiri zanyan "hei kau ini gadis, jangan sering² bersembunyi di pohon, apakah kau ingin menjadi monyet?" omel zanyan
"buka mulutmu" suruh zanyan membuat kazumi seperti anak berumur 5 tahun, kazumi segera memasang ekspresi tidak mau "baiklah ini minum" ucap zanyan sambil menyodorkan obat, kazumi mengambil dan meminumnya "sudah, sekarang kau boleh pergi" ucap zanyan sambil mencium kening kazumi, kazumi hanya mengangguk dan segera memberi isyarat "mari pergi" seketika mulin dan awind mengikutinya "kazumi aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, tapi ini cukup jauh jadi kita harus meminta tumpangan" ucap mulin, seketika datang 3 singa berwarna mitam malam, singa biasa dengan rambut berwarna hijau indah, dan singa berwarna hitam
Kazumi kini mengerti dan menaiki zuma, mereka segera bergegas menuju sebuah tempat yang indah, ada sebuah pondok kecil untuk bersantai dengan ranjang gantung yang di bawahnya bersembunyi ikan² kecil, sungai yang dangkal,dan di sebelah kanan sungai itu ada sebuah air terjun yang di bawahnya ada sungai yang penuh dengan bebatuan dan jernih, serta ada ikan, namun sungai itu tak amis sama sekali, kazumi melihat pemandangan itu sambil membulatkan matanya "kazumi kami membuat ini untukmu, segera sembuh ya" ucap mulin sambil memeluk kazumi dan juga awind
__ADS_1
Mereka menuruni air terjun Itu dan kazumi langsung di antar oleh zuma menuju ranjang gantung itu, senyuman hanya itu yang terukir di wajahnya, kazumi menuruni ranjang itu dan mengambil dahan dia mulai melukis sesuatu
Ya! Dia menggambar awind dirinya dan mulin
Tak lupa dia membuat sebuah mahkota yang terbuat dari bunga dan di tanamkan di lukisan tanah itu awind dan mulin yang melihat itu. Segera memeluk erat kazumi, mereka bertiga duduk di ranjang gantung bersama, sambil membuat mahkota dari bunga dan rumput
Sementarakan zuma sedang berbaring di batu yang terdapat air di bawahnya, dan bie sedang mencari ikan, dan tris sedang bermain kejar kejaran dengan kupu², "kazumi kau sangat cantik" puji mulin sambil melihat kazumi dengan mahkota bunganya, lalu awind memakaikan mulin yang seketika bajunya berubah menjadi baju layaknya ratu rimba, bajunya terbuat dari dedaunan, dan roknya terbuat dari bunga yang setengah mekar, kazumi dan awind tercengang melihat hal itu
Semua singa segera berkumpul dan melihatnya "awind kau?!" ucap kazumi membuat semua orang kaget "kazumi! Kau berbicara" ucap awind dan mulin mereka segera memeluk kazumi lagi
~zuma(api)
~tris(angin)
~bie(tanah)
__ADS_1