LADY GENRAL OF FIRE

LADY GENRAL OF FIRE
perang


__ADS_3

"kalian pikir aku tidak akan memberontak?" ucap kazumi tersenyum sinis "lalu, kau pikir jika kau memberontak sahabatmu akan selamat? oh iya, aku lupa sahabatmu sekarang tersisa satu kan?" ucap sha sha "apa yang ingin kau lakukan padanya?!" ucap kazumi dengan suara gemetar menahan emosinya "tuan menyuruhku untuk membunuhnya jika kau tidak patuh" ucap sha sha, kazumi hanya terdiam dan menunduk "ohh, lihatlah jendral terkenal dari kerajaan api sedang menunduk takut di depankuuu" ucap sha sha dengan suara yang membuat kazumi jijik


"sha sha" panggil zao yun "ya tuan?" jawab sha sha genit "malam ini temani aku" ucap zao yun "baiklah" jawab sha sha bersemangat mereka lalu pergi meninggalkan kazumi seorang diri, tatapan kosong dengan wajah seolah tidak ingin hidup itulah yang terlihat di wajah kazumi "jadi selama ini, akulah yang membawa orang-orang kedalam bahaya? jendral macam apa aku ini?" ucap kazumi, dia lalu berbaring di lantai sambil memeluk kedua lututnya "tidakah kau berfikir bahwa zumiku sangat membenciku? padahal selama ini aku memperlakukannya dengan baik" ucap zao yun yang sedang berbaring di ranjang dan baru saja selesai melakukan 'itu' bersma sha sha "tuan anda menyukainya bukan sebagai adik bukan? mungkin dia tidak nyaman dengan sikap anda" ucap sha sha sambil menyalakan sebuah rokok dan menghisapnya


"buat aku senang, aku sedang emosi saat ini" ucap zao yun lalu kembali melakukan 'itu' bersama sha sha, tanpa mereka sadari bahwa kazumi sudah melarikan diri jauh "hei siapa kau?!" tanya seorang pria dengan suara tak asing "nachi?!" ucap kazumi lalu berbalik "kazumi?!" ucap nachi kazumi berlari lalu memeluk erat nachi "nachi, aku mencarinya selama ini, dan saat aku menemukannya dia justru ingin melecehkanku!" ucap kazumi menangis di pelukan nachi "maksudmu zao yun?" ucap nachi dan kazumi hanya mengangguk "sudahlah ayo kita pulang" ucap nachi lalu mengenggam tangan kazumi


kazumi hanya banyak diam "kazumi!" Panggil zanyan berlari lalu memeluk erat kazumi "aku mencarimu kemana-mana" ucap zanyan dengan nada bergetar menahan tangis kazumi tidak merespon dia justru melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju kamarnya "apa yang terjadi?" Tanya zanyan pada nachi "aku tidak mengetaui apapun, aku hanya menemukannya dan dia mengatakan bahwa zao yun ingin melecehkannya" ucap nachi di mengerti oleh zanyan "sudahlah kalian beristirahatlah besok tetap berjaga tidak ada yang tau apakah musuh akan bergerak duluan" ucap zanyan lalu meninggalkan nachi sendiri nachi menatap ke arah ruangan kazumi dan dia sedang tertidur di sana


"pasti susah kan? Kau berusaha keras untuk menemukannya, dan setelah menemukannya dia justru menyakiti perasaanmu dan mengecewakanmu" ucap nachi lalu berjalan meninggalkan ruangan kazumi pagi lalu datang kazumi terlihat lebih baik dari sebelumnya "kazumi bagaimana perasaanmu?" Tanya zanyan "sudah lebih baik" ucap kazumi lalu memakan sarapannya "oh nachi? sudah mau berangkat?" Tanya zanyan kazumi berbalik "iya" jawab nachi singkat dia lalu menatap kazumi "sampai nanti kazumi" ucap nachi lalu berjalan pergi


"berapa hari ini aku tidak bertemu dengannya,rasanya ada yang mengganjal di hatiku mungkin aku memang sudah menyukainya" batin nachi lalu

__ADS_1


TAK TAK TAK


suara orang berlari nachi berbalik untuk memastikan apakah benar ada yang berlari di belakangnya dan saat dia berbalik kazumi sudah memeluknya "kazumi?" ucap nachi terkejut "jangan pergi" ucap kazumi "kenapa?" Tanya nachi dengan senyuman di wajahnya kazumi hanya diam dan mengeratkan pelukannya "baiklah aku akan tinggal" ucap nachi kazumi melepaskan pelukannya "lili" panggil kazumi lalu seorang pelayan datang "antarkan koper ini ke kamar nachi" ucap kazumi lalu di anggukan oleh lili kazumi menarik tangan nachi, nachi menatap tangannya yang di genggam oleh kazumi dia tersenyum, mereka lalu sampai di sebuah pantai yang benar-benar indah "kau mengajakku ke sini untuk apa?" tanya nachi "hei, ayo kita mencari kerang" ucap kazumi berbalik dan tersenyum pada nachi


nachi langsung memeluk kazumi "aku benar-benar merindukan senyumanmu,lain kali jangan bertindak seolah kau adalah pahlawan oke" ucap nachi memeluk erat kazumi "ya, aku janji" ucap kazumi membalas pelukan hangat nachi, mereka berdua lalu mencari kerang bersama, mereka menghabiskan waktu bersama hingga sore hari "hei" ucap kazumi lalu nachi berbalik dan kazumi mencipratkan air ke wajahnya "hei kau! Jangan kabur!" teriak nachi sambil mengejar kazumi dan pada akhirnya mereka saling mencipratkan air, hingga mulai gelap mereka kembali dengan basah kuyup "ehh, apa yang terjadi pada kalian?" tanya zanyan


menahan tawanya sambil menatap kazumi dan nachi "ini semua kazumi yang memulai" ucap nachi "ma-mana ada!" ucap kazumi lalu mereka tertawa besar "nachi hari ini kau tidur bersama kazumi saja, soalnya kamar yang kau tempati bocor" ucap zanyan


yang tebal "nachi kau tidak menggunakan selimut apakah kau tidak dingin?" tanya kazumi "tidak" jawab nachi lalu membelakangi kazumi, kazumi menatap tubuh nachi yang gemetar "jelas berbohong" batin kazumi dia lalu menutupi tubuhnya dan memeluk nachi, nachi terkejut dan berbalik dia menatap kazumi yang sedang berusaha untuk tidur, nachi membalas pelukannya "tenang dan tidurlah wajahmu seperti kepiting rebus" ucap nachi kazumi membuka matanya dan melihat wajah nachi yang sangat dekat, kazumi sadar saat nachi meniup wajahnya "apa yang kau pikirkan?" Tanya nachi tersenyum sambil menatap kazumi, kazumi tidak menjawab dia hanya langsung menutup matanya


dan seketika terlelap, nachi masih terjaga dan menatap wajah kazumi nachi mendekat dan mencium kening kazumi lalu menutup matanya "aku tau kau adalah wanita yang kuat, tapi hingga saat itu tiba ijinkan aku menjadi pelindungmu" ucap nachi lalu terlelap, Entah kenapa nachi tiba-tiba terbangun suara yang sangat berisik "ada apa?" Tanya kazumi yang sedang berbicara dengan lili di depan pintu "no-nona tuan zao yun datang dengan pasukannya" ucap lili kazumi terdiam begitupun dengan nachi "lili ambilkan jubahku dan persiapkan perlengkapan perangku" ucap kazumi nachi pun keluar dan menemui kazumi "nachi" ucap kazumi mengankat jari kelingkingnya "janji bahwa kau akan menjaga dan memenang perang ini bersamaku?" Tanya kazumi

__ADS_1


"ya" ucap nachi lalu melingkarkan kelingkingnya tepat di jari kazumi saat kazumi sudah siap begitupun dengan nachi mereka segera berangkat menemui zao yun "zumi" ucap zao yun dengan wajah yang bahagia tapi tidak dengan kazumi "tidak pernah terbayang dalam hidupku bahwa aku harus membunuh kakakku sendiri demi memenangkan perang ini, kenapa? Kenapa harus kakak yang menjadi musuhku? kenapa? dia sudah membunuh banyak orang penting bagiku" ucap kazumi dengan embun yang jatuh dari matanya "nichan, mari kita akhiri saja sampai di sini" ucap kazumi tersenyum bersama air matanya "kazumi..." ucap awind berada di belakangnya "SERANG!" teriak kazumi sambil menunjuk zao yun dengan pedangnya


ribuan pasukanpun maju dengan teriakkan yang semangat seolah yakin mereka akan menang "zumi, apakah kita harus saling bunuh?" ucap zao yun serius "tidak ada jalan lain nichan" ucap kazumi tersenyum dengan paksaan "sepertinya aku memang salah menyangimu, nyatanya kau hanya menganggapku sebagai kakakmu" cap zao yun "kau benar hanya sebagai kakak dan tidak lebih" ucap kazumi lalu mulai berperang zao yun mengayunkan pedangnya dan mengenai dada kazumi beruntung lukanya tidak dalam "zumi sekarang aku sadar bahwa, melihatmu terluka sedikit saja aku sudah tidak bisa" batin zao yun, kazumi yang melihat zao yun lengah langsung menusuk jantung zao yun


zao yun memeluk kazumi dengan erat "zumi, ikatan persaudaraan ini yang membuatku selalu bersedih, aku ingin bersamamu tapi bukan sebagai seorang kakak, tapi tidak bisa karena kita berasal dari orang tua yang sama, aku berharap di kehidupan selanjutnya bisa melihatmu menggunakan pakaian putih,dan menjadi pengantinku yang paling cantik" ucap zao yun lalu jatuh kazumi mematung setelah mendengar perkataan zao yun, lalu dia tersadar saat ada yang ingin menyerangnya "sha sha?!" ucap kazumi terkejut "kau! beraninya kau membunuh tuan! aku akan membunuhmu!" bentak sha sha lalu menyerang kazumi habis-habisan "tidak bisakah kau mencintainya sedikit saja? dan berhenti menyakiti perasaannya?!" ucap sha sha "cukup!" ucap kazumi lalu menebas badan sha sha darahnya muncrat ke wajah dan badan kazumi "aku bilang cukup.." ucap kazumi dia berjalan menuju jasad zao yun memori mereka bersama muncul entah dari mana


"alangkah baiknya jika kau bukan kakakku" ucap kazumi dia membuka jubahnya dan menutupi jasad zao yun, dia menatap sekeliling tidak ada lagi pasukan milik zao yun, dan mereka sudah menang, akhirnya saat di mana waktunya pemakaman zao yun tiba kazumi diam dan melihat peti kakaknya yang di kuburkan "nichan, selamat jalan" ucap kazumi tersenyum, lalu nachi segera memeluknya dan membelai lembut kepalanya "semua baik-baik saja" ucap nachi kazumi hanya diam dan meneteskan air matanya


perang besar telah berakhir, tidak ada lagi pertumpahan darah, namun berita duka kembali terdengar di telinga kazumi, mu chen dan lan han mati tertiban reruntuhan saat gempa bumi, kazumi berdiri diam menatap nachi yang menangis di depan jasad kedua sahabatnya, sementarakan awind masih koma di rumah sakit, harapan kazumi adalah bahwa awind baik-baik saja "sudahlah" ucap kazumi lalu memegang tangan nachi, mereka lalu di kuburkan "terimakasih, sudah membantuku menjaga awind dan mulin saat aku tidak ada,mu chen temui mulin, sampaikan salamku padanya"


ucap kazumi tersenyum, dia menatap nachi yang masih diam

__ADS_1


"ayo pergi" ucap kazumi menarik tangan nachi, nachi mengikuti kazumi hingga sampai di depan gerbang pemakaman, nachi menarik kazumi lalu memeluknya "nachi?!" ucap kazumi terkejut "biarkan aku seperti ini sebentar saja" ucap nachi, kazumi membalas pelukan itu dan mengelus pundak nachi dengan lembut


__ADS_2