LADY GENRAL OF FIRE

LADY GENRAL OF FIRE
mulin di cium oleh mu chen


__ADS_3

Kazumi melihat pria itu "namaku yarry" ucap yarry sambil menyodorkan tangannya "kazumi" ucap kazumi tanpa menjabat tangan yarry, kazumi segera pergi ke tempat favorit nya, yaitu pohon persik di samping paviliun "hoamm" ucap kazumi menguap sambil menarik badannya, dan lalu menurunkan tangannya yang tadi dia naikkan "bosannn" ucap kazumi sambil memetik daun persik itu "kazumi!" panggil awind dan mulin sambil memukul dahan pohon membuat kazumi kaget hingga terjatuh dari pohon,melihat kazumi terbaring dengan wajah seperti orang bodoh awind dan mulin langsung tertawa "bwahahahaha" tawa besar mereka


Sementara kan kazumi sedang berusaha mencerna apa yang terjadi, hingga akhirnya dia kembali meloncat naik "ha ha ha" kazumi ikut tertawa meski tak tau apa yang terjadi,seperti biasa mereka di sana dan mengobrol² hal yang tak jelas


Sementara di nachi, dia sedang duduk bersama mu chen dan lan han "ngomong² nachi apakah kau sadar akan sikap mu akhir² ini?" ucap lan han membuat mu chen dan nachi menekuk alis "hah?" ucap nachi dan mu chen kompak "dengar, nachi kau di kenal dengan pria dingin, dan jarang dekat dengan wanita, tapi apakah kau sadar bahwa sikapmu kepada kazumi ibaratkan pasangan?" ucap lan han dan di mengerti oleh mu chen dan nachi, nachi segera membulatkan matanya "ya kau benar kenapa aku bisa begitu perhatian padanya?" ucap nachi sambil mengusap mukanya, nachi adalah pria yang jarang dekat dengan wanita karena dia merasa jijik jika di sentuh oleh wanita, dan entah kenapa saat melihat kazumi sedih dia justru memeluk kazumi tanpa rasa jijik, dan bahkan merasa khawatir "nachi apakah kau menyukainya?" tanya mu chen sambil menatap nachi


"akhh aku tidak tau!" ucap nachi sambil mencakar cakar rambutnya dan pergi, saat dia di kamar dia mengingat perkataan mu chen "aku tidak mungkin menyukainya kan? Wanita seperti balok es itu" ucap nachi tanpa menyadari dirinya sendiri seperti kutup utara, ya meskipun dia adalah pangeran dari kerajaan es di bagian kutup utara, tidak ingin memikirkannya nachi segera menutup mata dan terlelap


Sementara kazumi "hiaaa, mati kau ha ha ha" tawa besar awind sambil menaiki kuda yang terbuat dari guling, dan memegang pedang yang baru saja mereka buat


Flas back

__ADS_1


"ayo kita main kesatria kesatria" ajak awind sambil berdiri di dahan pohon "baiklah, ayo kita buat pedang nya terlebih dahulu", mereka lalu mencari kayu dengan ukuran agak besar, dan membuatnya seperti samurai, setelah jadi, mereka segera menuju paviliun mereka dan segera bermain, mereka menggunakan guling sebagai kuda, dan menggunakan baju layaknya kaisar pada umumnya


Flas back off


Mereka bermain hingga puas, dan seketika mereka terlelap, keesokan harinya kazumi yang sedang terlelap di kagetkan oleh suara barang yang pecah "syapa?!" tanya kazumi yang langsung mengambil samurainya


Dia terkejut saat melihat seseorang dengan jubah hitam, kazumi tak melihat wajahnya dengan jelas karena wajahnya tertutup oleh topi dari jubah hitam itu, sosok misterius itu segera pergi namun di kejar oleh kazumi "berhenti!" teriak kazumi sambil ikut loncat ke atas atap "biarkan aku pergi, aku tidak ingin melukaimu" ucap sosok itu yang ternyata adalah seorang wanita


"sttt diamlah dan lihat" ucap kazumi sambil kembali mengintip mulin dan mu chen yang masih berciuman, awind kaget bukan main saat malihat ibu keduanya di cium oleh pria yang termasuk idola akademik itu "woahhhh, kazumi apakah aku boleh berteriak?" tanya awind sambil berbisik membuat kazumi menekuk alisnya "aa" awind memulai berteriak namun mulutnya segera di tutup oleh tangan kazumi "mhhhh mhhhhh!" awind merontak berusaha melepaskan diri "jika kau tak berteriak, maka aku akan melepaskan tanganku" ucap kazumi sambil menatap awind dan awind hanya mengangguk


Mereka mengintip mulin yang sedari tadi bersama mu chen,mereka mengintip dari mulai jam 3 subuh, hingga jam 5 kazumi sudah setengah mengantuk, sementara awind sudah tertidur di lantai dengan guling yang tadi dia bawa, kazumi yang sudah sangat mengantuk langsung tertidur tanpa dia sadari mulin yang telah selesai berurusan dengan mu chen melewati mereka "akkkk" teriak awind karena tangannya di injak oleh mulin "ahhhh hu uuuuu" rengek awind sambil menepuk nepuk kaki mulin, mulin yang sadar langsung meloncat "ma maaf" ucap mulin sambil melihat awind yang sudah memeluk tangannya

__ADS_1


Mulin berjalan mundur tanpa sadar menginjak tangan kazumi yang dulu saat perang sempat di cabik oleh ifentc, kazumi yang tadinya terlelap segera terbangun dan matanya membulat "oh tuhan" ucap kazumi sambil melihat tangan kanannya yang terlihat berdarah dengan sebuah kaki di atas lengannya "siapa yang begitu tega menginjak lenganku, dan apakah dia merasa hidupnya terlalu panjang agar aku segera mengakhirinya" ucap kazumi sambil menelan ludah dia segera mengibas kaki itu menggunakan tangan kirinya, namun mulin yang tak seimbang malah menduduki tangan kazumi dengan keras


Kazumi menatap bokong mulin "ahhhhhhhhhhhhhhhh" teriak kazumi membuat se akademik terbangun dan mereka berlari menuju sumber suara tersebut terutama nachi mu chen lan han dan zanyan, sesampainya di sana mereka melihat awind yang sedang melihat tangannya yang tampak bekas sandal mulin, dan kazumi yang sedang bersandar dengan lengan yang sudah bercucuran darah "kazumi" panggil zanyan segera mengahmpiri kazumi yang sudah mulai pucat akibat darahnya yang tak berhenti "hahhh hahhh hahh" hembusan nafas kazumi yang terdengar kasar kazumi berdiri dan segera mengambil pisau kecil di bagian pinggang zanyan, kazumi merobek lukannya yang


Membuat semua orang merinding melihat betapa kejamnya kazumi pada dirinya sendiri, kazumi mengeluarkan ulat yang besar dari lukannya, karena emosi kazumi menyayat nyayat tubuh ulat itu dan berbicara tanpa menghiraukan orang yang ada di sana "sekarang kau merasakan apa yang aku rasakan, pantas saja lukaku tak kunjung sembuh, dan ketika lukaku berdarah dia tak ingin berhenti rupanyan semua ulahmu, lihatlah dirimu yang gemuk karena darahku, huu dasar makhluk yang menjijikkan, mati mati kau" ucap kazumi sambil menginjak injak ulat itu hingga rata dengan tanah


Semua yang melihat kazumi seperti itu merasa


Lucu juga takut akibat tingkahnya itu, setelah puas dia berlari menuju mu chen "ku serahkan mulinku padamu awas jika kau menyakiti nya" ancam kazumi sambil menepuk bahu mu chen "ohya mulin, semalam kalian bercumbu dengan mesra ya? Aku melihat ketika kau marah dan di bujuk oleh mu chen, betapa romantisnya adegan ciuman itu" ucap kazumi dengan santai seketika pipi mulin ibaratkan kepiting habis di goreng "bwahahahaha mulin lihatlah dirimu, betapa lucunya wajah merahmu" ucap awind sambil menunjuk nunjuk mulin dengan tangan yang habis di injak oleh mulin


Muling yang malu dan marah langsung memukul tangan awind plakkk "huhuhu tanganku" ucap awind,

__ADS_1


__ADS_2