
"yang kau bilang ada benarnya, ibuku seperti ******* di masa hidupnya ini" ucap kazumi dingin mungkin sekarang dia bertambah dingin dari biasanya "anakku sikapmu begitu dingin, apa yang terjadi?" tanya qiangchu "mereka tidak pernah menganggap ku sebagai anak mereka, mereka lebih mementingkan dunia bisnis mereka" ucap kazumi dengan satu tetes air mata "sayang kelak kau akan mendapatkan kasih sayang yang telah hilang itu" ucap qiangchu sambil memeluk dan mencium kening kazumi
"ya. Ayah" ucap kazumi lalu memeluk qiangchu, malam itu mereka mengadakan pesta, kazumi yang memang membenci keramaian pun memilih untuk menikmati keindahan langit, dia meloncat naik ke atas istana dan berbaring di sana, tak lama zuma pun muncul dan duduk di samping nya "kazumi mengapa kau terlihat tidak bahagia?" tanya zuma sambil menatap kazumi
"tidak apa² hanya saja, aku benci keramaian" ucap kazumi dingin "besok kau sudah harus kembali ke akademik persik" ucap zuma sambil menatap langit
"aku tau" jawab kazumi sambil duduk, merasa pesta telah selesai kazumi memutuskan untuk kembali ke kamar dan tidur, keesokan paginya kazumi dan kawan² nya sudah siap untuk kembali "kau yakin tak ingin tinggal lebih lama?" tanya qiangchu, dia merasa sedih karena baru saja bertemu dengan putri kandungnya dan dia sudah harus berpisah lagi, tak lama terdengar suara orang berlari ke arah kazumi, dengan cepat kazumi berbalik dan mengayunkan pedangnya hingga hampir terkena dada pria tersebut "a-ampun nona, sa-saya hanya ingin memberikan ini" ucap pria itu terbata²
Kazumi melihat sebuat surat dan sesuatu seperti bola yang di bungkus oleh perban, namun jika itu adalah bola mengapa terlihat seperti ada darah, dan juga ada bau amis darah, kazumi mengambil surat itu dan membacanya
__ADS_1
ISI surat:
Kazumi kakek minta maaf atas kesalahan kakek, kakek tidak pernah bisa melakukan yang terbaik untukmu...
Kakek bahkan memaksamu untuk mengikuti akademik..
Sayangku, kakek selalu ingin kau menjadi gadis yang tak pernah bersedih, kakek ingin kau selalu tertawa ria, selalu ingin kau bahagia, tapi sepertinya susah, kazumi jangan pernah berpikir kau sendiri di dunia ini, karena kakek akan selalu ada di sisimu, dan takkan pernah pergi, sekalipun kakek sudah mati, sayang kakek mencintai mu...
"ayah?" ucap kazumi sambil menatap qiangchu sedih "sayang, biar ayah jelaskan" ucap qiangchu sambil mendekat ke arah kazumi, teelihat raut wajah sedih dan tak bertenaga,wajah yang penuh dengan kesuraman,qiangchu merasa sangat sedih "sayang feng de bukanlah kakek kandungmu, aku tau kau menyangainya karena kau di rawat olehnya, tapi sayang feng de juga bertanggung jawab atas hilangnya ibumu" ucap qiangchu sambil berjongkok di depan kazumi yang sudah terduduk di tanah "ibu? Bukankah ibuku adalah huan? Apa yang terjadi?" bati kazumi dia benar² tidak bisa mencerna keadaan sekarang ini, dia pun segera berdiri dan berjalan pergi dengan sempoyang zuma pun tiba² muncul dan membawa kazumi pergi
__ADS_1
Zuma membawa kazumi ke sebuah tempat yang indah, dengan bunga sakura dan aroma sakura, dengan rumput berwarna hijau indah, dan sebuah sungai dangkal yang jernih dengan ikan hias yang cantik "ini adala tempat di mana istri yang mulia qiangchu sering datangi" ucap zuma "aku sebenarnya anak siapa?" tanya kazumi dengan suara lemas "ku beri tau kebenaran nya, kau sebenarnya adalah anak dari yang mulia qiangchu dan yang mulia xiaoping, namun kau hilang tiba² saja, seluruh kerajaan mencari mu, namun tak ketemu, lalu yang mulia xiaoping mendapatkan kabar bahwa kau berada di kediaman jendral mu, ibumu mengejar mu ke sana, dan melihat bahwa wanita yang di samping mu adalah huan, sahabat Baiknya, dia lalu berusaha Mengikhlaskan kau di rawat oleh huan,namun karena yang mulia juga sering merindukan mu, dia sering datang mengunjungi mu diam²,namun suatu hari dia ketahuan oleh feng de, yang aku tau feng de sempat menusuknya dengan pedang, sebelum akhirnya kabarnya menghilang"
Ucap zuma panjang lebar "hiks... Hiksss" tangis kazumi sambil memeluk erat lututnya "ternyata kau tau menangis" ucap pria dengan suara tak asing "kau, apa yang kau lakukan di sini?" tanya kazumi sambil mengusap air matanya "aku mengejar mu" jawab nachi sambil duduk di samping kazumi "susah untuk di bayangkan, gadis yang kuat, dan manis seperti mu, ternyata tidak tau siapa orang tua kandung mu sendiri" ucap nachi sambil melempar kerikil ke sungai "he he he aku sangat menyedihkan bukan?" tanya kazumi sambil tersenyum "jujur, kita berdua ini sama, aku juga dalah yatim piatu, aku tak tau siapa orang tuaku, aku bahkan tak memiliki seorang pun yang merawat ku ketika ku masih bayi, hingga akhirnya aku bertemu zen, yang kemudian meminta ibunya untuk merawatku agar dia memiliki seorang saudara manusia,tak lama aku di temukan oleh raja es yang kemudian merawatku"
Ucap nachi dengan nada biasa di setiap perkataan nya "heh, kau membuatku sedikit merasa baikkan, setidaknya aku tidak sendiri" ucap kazumi sambil membaringkan tubuhnya di atas rumput yang lembut "aku sudah membaca surat kakekmu, dan kau harus tau, bahwa banyak yang perduli padamu, hanya saja kau terlalu dingin hingga mereka merasa takut untuk mengajakmu berteman" ucap nachi sambil membelai bulu halus zuma "benarkah?" ucap kazumi sambil menatap langit "tentu saja" ucap nachi sambil tersenyum untuk pertama kalinya
"ku kira kau pria yang tak tau tersenyum" ucap kazumi dengan nada mengejek "dan aku juga kira bahwa kau adalah wanita yabg tka tau menangis" balas nachi sambil berdiri "ayo kita pergi" ajak nachi sambil menjulurkan tangannya "ya! Ayo" ucap kazumi sambil menggandeng tangan nachi, mereka menaiki zuma dan pergi menuju kerajaan persik "hei bagaimana dengan mulin awind, mu chen, dan lan han?!" teriak kazumi "mereka sudah duluan, tenang saja" ucap nachi sambil mengeratkan pelukannya, tak lama zuma pun berhenti "ada apa zuma?" tanya kazumi sambil turun dari pundak nya zuma "ada yang tidak beres" ucap zuma sambil melihat sekitar
Tak lama kazumi juga merasakan adanya hawa jahat yang berada di sekitar mereka "hawa yang tak asing" ucap nachi, seketika kazumi teringat akan makhluk berwarna hijau,kazumi melihat matahari yang sudah mulai terbenam "cih, makhluk itu muncul lagi" ucap nachi, seketika ribuan ifentc keluar dari lobang hitam yang besar, kazumi pun mengeluarkan pedangnya dan mulai berperang begitu juga dengan nachi dan zuma, kazumi yang memang sangat lincah pun berusaha keras untuk menghabiskan semua ifentc itu, namun karena ifentc tak kunjung habis kazumi segera berteriak dan menyuruh zuma dan nachi mundur
__ADS_1
Mereka berlari menjauhi ifentc itu dan sampai di sebuah goa, mereka memutuskan untuk menginap di sana "ha ha ha, tadi itu asik sekali" ucap kazumi dengan tawa besarnya "asik?" tanya nachi sambil menyalakan api
"hm hmm, berlari seperti bermain kejar kejarran" ucap kazumi sambil tersenyum manis "dasar kau ini" ucap nachi sambil bersandar di batu "kazumi" panggil nachi