Langit Ku

Langit Ku
Part 10


__ADS_3

Malamnya Starla bersama Langit duduk berdampingan menikmati api Unggun yang sudah menyala dengan sebuah pentas seni yang kembali di tampilkan di panggung, ada beberapa acara yang tidak terlaksana di perkemahan ini karena tadi sempat terguyur hujan.


Untungnya acara api unggun tetap bisa di laksanakan walaupun tidak semeriah biasanya, Starla menatap ke panggung. Di sana tengah ada penampilan Diana yang menyanyi bersama kekasihnya.


Semua murid terbawa suasana malam ini, mereka sangat menikmati kebersamaan malam ini yang sebentar lagi anak kelas 12 akan berpisah untuk mengejar mimpi masing-masing.


"Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, kita akan berpisah mengejar mimpi kita masing-masing nanti," Diana sedikit membaca puisi di atas panggung.


Starla menatap kekasihnya, "Langit nanti mau kuliah?"


"HM."


"Mau kuliah jurusan apa kamu?"


"Gak tau."


"Kok gak tau sih? Bukannya Langit dulu pengen jadi dokter."


"Yah gitu deh."


"Aku juga mau jadi dokter deh biar kaya Langit, nanti kita kuliah bareng."


"Kamu gak bakalan lulus tes, orang kamu bodoh."


"Ih Langit jahat."


"Makannya belajar kalau mau jadi dokter."


"Ya udah nanti belajar deh."


"MH."


Malam semakin larut, Starla ketiduran di pangkuan Langit.


"Starla bangun pindah, acaranya udah selesai tuh," Langit membangunkan Starla.


_________


"Pa pulang belum?" teriak Starla yang kini sudah pulang ke rumahnya di antar Langit.


Ternyata ayahnya masih kerja, Starla membanting tasnya lalu duduk di sofa dan menaikkan kakinya ke kursi ia menidurkan kepalanya karena terasa sangat pusing.


Di tempat lain Langit di marahi ibunya karena ia tidak bisa menjaga Fiona dengan benar, "Ma dia udah besar gak perlu aku jaga-jaga."


"Udah berani yah sekarang lawan Mama."


"Bukannya gitu, tapi Mama kenapa sih akhir-akhir ini sering banget ributin hal yang gak penting."


"Karena kamu pacaran terus sama Starla, kamu bahkan bolos sekolah demi Starla. Kemarin kamu juga ke hutan cari Starla, gimana kalau kamu kenapa-napa di hutan?"

__ADS_1


"Tau ah Ma aku capek," Langit berjalan ke kamarnya ia tidak ingin mendengar semua omongan ibunya karena kepalanya terasa sangat pusing.


Saat di kamar Langit menidurkan tubuhnya di kasur, ia mengambil ponsel lalu mencoba mengabari kekasihnya.


"Starla."


Tidak lama setelah itu Starla langsung membalas pesan dari Langit.


"Apa Langit?"


"**Ada siapa di rumah?"


"Gak ada siapa-siap sih."


"Oh ya udah hati-hati di rumahnya**."


"Langit buka pintu Mama mau bicara," teriak ibunya sambil mengetuk pintu kamar Langit.


"Masuk aja gak di kunci," Balas Langit, Langit menyimpan ponselnya di bawah bantal lalu duduk.


Ibunya masuk lalu berdiri di hadapan Langit, "Langit besok Ayahnya Fiona mau nikah, jangan lupa kita harus datang."


"Aku mau ngajak Starla."


"Starla lagi?"


"Ya udah kalau gak boleh bawa dia aku gak bakalan ikut."


Ibunya Langit pun kembali keluar, Langit mengambil lagi ponselnya dan memberitahu Starla kalau besok ayahnya Fiona nikah dan Langit ingin datang ke sana asalkan bersama dengan Starla, Starla menyetujuinya karena besok sekolah masih libur takutnya para murid masih capek.


Fiona tengah bersama ayahnya menyiapkan acara pernikahan ayahnya yang akan di laksanakan besok di hotel yang tidak terlalu jauh dari rumahnya, Ayahnya Fiona menyewa sebuah hotel.


________


Besoknya Starla sudah siap dengan dress hitamnya untuk pergi bersama dengan Langit, pria itu sudah menunggu Starla di luar.


"Yuk," Starla menutup pintu rumahnya.


Mereka pun pergi ke acara, "Aku gak beli kado, kamu sih ngajak nya mendadak banget. Apa kita beli kado dulu di jalan."


"Enggak usah, aku udah siapin."


"Ya udah bagus deh."


Tidak lama kemudian sampailah mereka di hotel, Starla dan Langit masuk sambil bergandengan tangan. Di dalam hotel sudah ada tamu undangan lainnya juga, mereka tengah menunggu acaranya di mulai.


"Nih minum dulu," Starla memberikan gelas berisi minuman pada Langit.


Langit mengambilnya lalu minum sedikit, Langit menyimpan gelas itu di meja, matanya mencari kedua orang tuanya yang sudah datang ke acara ini sedari tadi.

__ADS_1


"Cari orang tua kamu?" Starla tau kalau Langit sedang mencari seseorang.


"Iya, mereka mana yah?"


Starla ikut celingukan mencari mereka, "Tuh di sana."


Fiona datang dengan ayahnya ke Altar pernikahan untuk segera melangsungkan pernikahan mereka, setelah berdiri di Altar pernikahan ayahnya Fiona terdiam menunggu calon istrinya datang. Sebuah pintu terbuka di sana berdiri seorang wanita cantik menggunakan gaun yang sangat indah mulai berjalan menghampiri ayahnya Fiona.


Starla menatap wanita itu dengan tatapan kaget dan tidak percaya, Langit menatap Starla.


"Ini gak mungkin kan?" tanya Starla pada dirinya sendiri, Starla mengedipkan matanya berkali-kali untuk memastikan penglihatannya.


Langit mengelus tangan Starla untuk menenangkan Starla.


Starla menatap Langit dengan mata yang sudah berkaca-kaca, "Langit bilang sama aku kalau aku barusan cuman salah liat aja kan."


Langit menggelengkan kepalanya, "Kita keluar yuk."


"Gak mau," Starla berniat pergi ke arah mempelai wanita itu namun Langit segera memeluknya dan membawa Starla keluar dari gedung.


Starla nangis, ternyata wanita itu adalah ibunya ia tidak habis pikir dengan apa yang sedang ibunya lakukan saat ini. Padahal dengan ayahnya saja ia belum bercerai, bagaimana bisa ibunya menikah lagi dengan orang lain terlebih lagi itu adalah ayahnya Fiona orang yang ia benci.


Langit membawa Starla duduk di luar, Langit memeluk Starla ia tau betul bagaimana perasaan Starla saat ini. Gadis itu pasti sedang sangat hancur.


"Mama jahat," Starla memukul dirinya sendiri sangking kesalnya.


Langit meraih tangan Starla lalu menatap Starla dengan tajam, "Stop jangan kayak gini."


Starla membalas tatapan Langit, "Terus aku harus gimana, Mama ku sendiri aja nyakitin aku."


"Dia gak bilang loh kalau dia mau nikah lagi, bahkan dia juga belum cerai dengan ayahku. Aku-aku," Starla tak sanggup meneruskan ucapannya, ia malah menangis kembali.


Langit memeluk Starla lalu mengelus pundak Starla, "Kalau mau nangis, nangis aja dulu. Marah-marahnya nanti."


Starla menangis di pelukan Langit, jas hitam yang di pakai Langit juga sedikit basah karena air mata Starla. Sementara di dalam pengucapan janji suci sedang di langsung kan, Fiona malah menghampiri ibunya Langit, "Tante Langit datang kan?"


"Kayaknya datang sih, cuman tante juga gak tau tuh anak dimana. Soalnya sama Starla."


Fiona mendadak cemberut, "Oh, ya udah makasih yah tante."


Ayahnya Langit kini celingukan mencari Langit, ia khawatir ada sesuatu yang terjadi pada anaknya karena sampai saat ini Langit belum datang.


"Tuh anak kemana sih?" ibunya Langit kesal.


"Udah lah Ma, palingan juga di jalan."


"Pasti gara-gara Starla."


"Kok Starla lagi?"

__ADS_1


"Yah kan emang-"


"Udah jangan berisik gak enak sama orang lain."


__ADS_2