Langit Ku

Langit Ku
Part END


__ADS_3

"Sudah siap?" tanya Livi pada Starla di jalan menuju pemakaman umum.


Langit sudah mulai di semayamkan di peristirahatan terakhir pada sore ini, seluruh keluarga Langit sudah berada di sana. Sementara Starla tadinya tidak ingin ke pemakaman karena masih belum terima dengan semua ini, namun pada akhirnya Starla mau ke sana.


Livi memayungi Starla karena saat ini masih hujan, walaupun hujannya tidak begitu deras. Starla melangkahkan kakinya dengan mata yang sudah sembab karena menangis terus-terusan daritadi.


Livi memapah Starla karena langkahnya benar-benar lemah, sampailah mereka di tempat pemakaman Langit. Langit sudah di makamkan, Starla kembali menangis melihat papan nama Langit.


Livi memeluk Starla untuk membuatnya tenang. Angga juga berada di sana dan mengelus lengan Starla, keluarga dan teman-teman Langit berada di pemakaman ikut mengantarkan Langit ke peristirahatan terakhirnya.


Livi memberikan payungnya pada Angga agar ia dapat memeluk Starla dengan benar. Beberapa saat kemudian keluarga dan temannya Langit sudah meninggalkan pemakaman di sana hanya tersisa Starla, Livi dan Angga.


"Kita pulang yuk, udah sore keburu malam nanti," ajak Livi.


Starla menatap Livi, "Kalian pulang duluan yah, aku masih mau di sini bentar aja."


"Oke, jangan lama-lama yah kita tunggu di mobil."


Livi dan Angga membiarkan Starla di sana untuk sekedar bicara, Starla menghela nafasnya sambil memegang papan nama Langit, "Makasih, makasih untuk semua yang pernah kamu kasih ke aku. Semoga kamu tenang yah di atas sana, aku janji aku akan tetap menjalani hidup selayaknya yang kamu mau, yah...... Walaupun aku tau ini pasti berat."


Starla menyimpan bunga mawar putih di samping papan nama Langit, "Selamat, kamu akan melegenda di hatiku. Orang yang tidak akan pernah bisa ku hilangkan dalam hati ini, namamu dan semua cerita indah kita akan tetap ku simpan rapih untuk selamanya."

__ADS_1


Starla bangun dan membersihkan roknya, "Aku pulang yah, nanti aku akan datang lagi ke sini dan menceritakan semua hal yang ku jalani setelah tanpa kamu."


Setelah itu Starla pergi dari sana, ia mulai bisa mengikhlaskan Langit karena hanya itulah yang bisa ia lakukan saat ini.


___________


Satu minggu berlalu setelah pekerjaan Langit di hari minggu yang cerah ini Starla sedang mengunjungi pemakaman Langit tidak lupa sambil membawa Bunga mawar, bunga yang terakhir Langit berikan untuknya.


"Pagi sayang," ucapnya sambil menyimpan bunga itu di samping papan nama Langit.


Starla bercerita tentang hari-harinya yang mulai membiasakan hidup tanpa Langit, "Walaupun berat, tapi aku yakin aku pasti bisa. Aku sudah mulai berdamai dengan ibuku juga dan kabar bahagianya ayahku akan menikah bulan depan, ibu tiriku baik dan cantik."


"Aku menyetujui pernikahan ayahku karena aku juga ingin melihat dia menikah, kamu tau tidak? Tadi di sekolah aku ketiduran dan fotoku malah di pajang di mading."


Sorenya Starla menatap langit senja di balkon kamarnya" Terimakasih telah menjadi Langit ku selama ini, semoga sekarang kamu tenang di alam sana. Kamu akan tetap jadi pemeran utama di hatiku sampai kapan pun."


"Kamu tidak akan pernah tergantikan, terdengar egois namun itulah kenyataannya."


Starla duduk di kursi menaikkan kakinya ke atas kursi lalu memejamkan matanya hanya untuk merasakan angin mengenai tubuhnya.


______________

__ADS_1


Itulah akhirnya kisah cinta Langit.


Setelah kematian Langit Starla memutuskan untuk fokus belajar dan mengejar cita-citanya, Starla ingin Langit bangga di atas sana karena ia berhasil. Beberapa tahun kemudian Starla benar-benar berhasil meraih cita-citanya ia kembali ke makam Langit dan menceritakan keberhasilannya dengan bahagia.


Kegiatan bercerita pada makam Langit sudah menjadi kebiasaannya selama ini, Starla belum mampu kembali membuka hatinya untuk orang lain karena ia tidak mau membohongi mereka bahwa di hatinya cinta ia masih lebih besar pada Langit.


Selesai bercerita dengan Langit, Starla makan bersama di kafe dengan Livi, "Apa gue selama ini terlalu egois yah?" tanya Starla.


"Egois kenapa?" tanya Livi.


"Egois karena gue masih belum bisa biarin orang lain masuk ke hati gue."


Livi tertawa kecil menyimpan gelasnya di meja untuk mulai pembicaraan serius dengan Starla, "Iya, lu emang egois selama ini. Tapi gue kalau ada di posisi lu, gue juga mungkin akan egois."


"Karena gue tau, jatuh cinta sama orang gak akan mudah buat lupain nya. Apalagi cewek, cinta cewek sama cowok tuh besar banget tau, gak main-main," tambah Livi.


"Iya sih, gue masih belum mampu lupain Langit."


"Apalagi kalau di tinggal pergi untuk selamanya, kita jadi gak punya alasan buat benci dia dan ngilangin perasaan kita ke dia."


Mereka berdua terus mengobrol membahas hal itu sampai sore, benar tidak ada cinta yang mudah di hilangkan. Kalau pun ada itu hanya suka bukan cinta.

__ADS_1


__________


__ADS_2