Langit Ku

Langit Ku
Part 11


__ADS_3

Langit menatap Starla, "Gimana udah tenang?"


"Lumayan."


"Mau ke dalam lagi atau pulang?"


"Emangnya gak papah kalau kamu pulang?"


"Gak papah."


"Ke dalam lagi aja yuk bentar," Starla menghapus air matanya dan berdiri mengajak Langit ke dalam.


Langit bangkit lalu menggandeng Starla, mereka masuk kembali ke hotel, setelah di dalamnya Starla menghentikan langkahnya di tempat yang jauh dari pelaminan. Starla melihat ibunya tersenyum bahagia dari kejauhan, Langit menarik Starla untuk mendekati pengantin.


Starla berusaha menghentikan Langit. Namun, Langit tetap menariknya sampai depan, "Langit aku gak mau, kamu aja."


"Diem," Langit menatap tajam ibunya Starla, ia tidak habis pikir ada ibu yang tega melakukan ini pada anaknya.


Mereka mulai berjalan ke hadapan pengantin untuk bersalaman, Fiona yang melihat Langit sangat kegirangan walaupun ia sedikit kesal karena Langit membawa Starla ke acara ini.


Ibunya Starla yang kini berhadapan dengan Starla terdiam, ia tidak tau harus bicara apa pada anaknya ini. Starla juga ikut terdiam, sebisa mungkin ia mencoba untuk tidak menangis sekarang walaupun matanya sangat terasa panas.


Starla menggelengkan kepalanya, "Gak ada yang perlu Anda jelaskan, selamat untuk pernikahannya dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi," ucap Starla yang langsung menarik Langit dan mengajaknya pergi.


"Starla, dengerin dulu penjelasannya," teriak Ibunya Starla membuat seisi ruangan di buat kebingungan.


"Mama kenal sama wanita itu?" tanya Fiona.


Ibunya Starla tidak menjawab ucapan Fiona ia malah terus menatap kepergian anaknya.


Starla memutuskan untuk pulang, Langit membawa Starla berkeliling dulu. Ia tidak mau Starla pulang ke rumah sekarang, pasti Starla sangat sedih saat ini, Starla menangis sambil memeluk Langit di atas motor.


"Mau eskrim?" tanya Langit.


"Mau."


Langit menghentikan motornya di dekat tukang eskrim gerobakan yang ada di taman bunga, selesai membeli eskrim mereka duduk di kursi taman sambil makan eskrim.


"Udah jangan nangis, mata kamu jelek kalau nangis."


"Gak bisa, aku udah mau berhenti nangis tapi tetep aja susah."


"Eskrim nya kurang?"


"Kayaknya iya."


Langit bernafas kasar, ia memberikan eskrim miliknya pada Starla, "Nih masih kurang juga?"


"Enggak makasih," Starla sedikit tersenyum sambil asik makan eskrim.

__ADS_1


Langit melengkung senyuman indah di bibirnya, wajah datar itu kini sedikit berekspresi melihat kekasihnya. Starla menyenderkan kepalanya ke pundak Langit, "Kamu sayang gak sih sama aku?"


Langit terdiam seperti biasanya, ia kesal karena sering kali di beri pertanyaan semacam itu. Apa wanita memang semuanya seperti itu? Padahal kan sikap dan perlakuan Langit sudah menunjukkan rasa cintanya, tapi tetap saja wanita butuh sekali ucapan.


Starla menghela nafasnya dengan berat, "Jawab kek Langit, aku kan lagi sedih sekarang."


"Gak nyambung."


"Yah sambung aja biar nyambung."


"Udah ah yuk pulang."


"Enggak."


"Pulang, ini udah mau hujan."


Starla menatap langit yang mendung, "Kamu kan sama-sama Langit, coba suruh langit yang di atas biar gak hujan."


"Jangan bercanda Starla."


"Aku gak bercanda."


"Yah mana bisa aku kayak gitu."


"Ya udah ayok pulang."


_________


"Ayolah bentar aja, di luar di sini," Starla memegangi tangan Langit sambil memasang wajah memohon.


"Oke fine," Langit duduk di kursi yang ada di teras.


Starla tersenyum dan duduk di kursi yang ada di sebelah Langit, Starla menatap wajah Langit dengan tatapan teduh, "Jangan tinggalkan aku yah? Aku bisa gila kalau kamu pergi."


"Jangan lebay deh, mana mungkin kamu gila."


"Oh jadi kamu berniat ninggalin aku?" Starla memalingkan wajahnya kesal.


"Bukan gitu."


"Yah terus?"


"Iya aku gak bakalan ninggalin kamu."


"Janji."


Langit menganggukkan kepala.


"Awas aja kalau kamu ingkar janji, aku gantung kepala kamu di monas."

__ADS_1


"Gantung aja kalau bisa."


"Wah jangan ngeremehin kemampuan aku dong, aku bisa kalau aku mau."


Langit terlihat cuek.


"Mau minum apa? Aku bawain minum, kalau makanan gak ada aku belum belanja bulanan males."


"Gak usah aku gak haus."


Starla mengeluarkan ponselnya, "Diem aku mau foto kamu buat di up di instagram kamu," Starla memotret Langit.


Starla senyum-senyum sendiri, "Sini kita foto bareng," Starla menarik Langit.


Langit hanya bisa pasrah, padahal pria itu sangat anti untuk berfoto. Namun, semua ia lakukan demi ayang tercinta.


Setelah beberapa saat kemudian Starla menyuruh Langit untuk pulang saja, ia tidak masalah jika di rumah sendirian karena sebentar lagi ayahnya juga akan pulang, "Ya udah sana pulang."


"Oke, besok sekolah aku jemput."


"Iya sayang."


Setelah Langit tidak ada Starla masuk ke rumahnya lalu memasak indomie dan makan, ia lapar sedari tadi belum makan dan karena di rumahnya hanya ada indomie jadi ia masak itu saja.


Sorenya ayahnya Starla pulang, Starla malah ketiduran di sofa. Ayahnya Starla membawa keresek belanjaan lalu menghampiri anaknya dan mencium kening Starla, Starla terbangun dari tidurnya dan langsung duduk memeluk ayahnya.


"Pa, Mama nikah lagi tadi," Starla mengadu dengan wajah yang sedih.


Ayahnya Starla melepaskan pelukan anaknya, ia menyimpan keresek belanjaan di meja lalu duduk di sebelah Starla, "Biarin, kita gak usah mikirin Mama kamu lagi. Mungkin itu kebahagiaannya, kita hargai aja semua keputusannya."


Starla memeluk ayahnya lagi, "Aku tau, tapi aku tetep ngerasa kecewa aja sama Mama, bisa-bisanya Mama nikah tanpa bicara padaku."


"Yang sabar yah," Ayahnya mengelus punggung Starla untuk menenangkannya.


"Papa beli makanan sama minum buat kamu tuh, kebetulan papa abis gajihan hari ini. Papa juga udah transfer uang buat jajan kamu bulan ini."


"Makasih yah Pa."


Starla melepas pelukan ayahnya lalu melihat ponsel untuk cek uang dari ayahnya, saat di cek ternyata ibunya juga mengirimi ia uang, "Ngapain sih Mama kirimin aku uang, aku gak butuh uangnya."


Ayahnya Starla mengelus rambutnya dan menatap Starla dengan tatapan hangat, "Makan yuk, Papa udah beliin makanan kesukaan kamu tadi."


"Yuk."


Di tempat lain Fiona tersenyum bahagia, ia senang mendengar penjelasan ibu tirinya itu tentang hubungannya dengan Starla, kini ia dapat membuat Starla iri padanya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Starla di sekolah besok, ia juga punya ide gila untuk menghancurkan hubungan Starla dan Langit.


"Langit, jangan pikir aku akan melepaskan mu begitu saja. Aku pasti mendapatkan mu suatu saat nanti, kau tenang saja."


Fiona tersenyum tipis, "Aku adalah orang yang harus mendapatkan apa yang aku inginkan, bagaimana pun caranya."

__ADS_1


Sementara itu Langit sampai ke rumahnya, ayahnya Langit menghampirinya lalu merangkul Langit dan berjalan ke arah ruang makan.


"Kalau Mama mu bicara tentang Starla, biarkan saja tidak usah di tanggapi."


__ADS_2