
Mo Feixian adalah Putri dari Walikota Tiani. Mo Feixian adalah gadis yang memiliki paras yang cantik tapi kepribadian yang sedikit sulit.
Mo Feixian yang mencintai Wu Tang awalnya sangat senang saat Keluarga Wu akan menjadi milik Wu Tang tapi kebahagiaan itu hancur karena Ayahnya berniat membantu Wu Shanghe lalu menjadikannya Tunangan Wu Linyan.
'Aku tidak bersedia menikah dengan Pria yang hanya bisa mengandalkan Keluarganya. Aku hanya mencintai Kakak Tang yang seorang pekerja keras dan aku percaya Kakak Tang akan menjadi orang terkuat di Daratan ini!' pikir Mo Feixian dengan wajah kesal.
Mo Feixian yang sangat marah dan merasa terhina karena ucapan Wu Linyan pun menyipitkan matanya dan keluar dari balik pohon.
"Siapa yang kau bilang pengecut? Kaulah pengecut sebenarnya! Kau adalah seorang pengecut dan tidak berguna yang hanya bisa mengandalkan keluargamu untuk menjadi lebih kuat!" sindir Mo Feixian.
Wu Linyan yang mengenal wanita muda yang sedang berdiri di depannya dengan permusuhan yang terlihat jelas di wajahnya pun tertawa kecil.
Wu Linyan yang sangat mengetahui perkataan-perkataan buruk orang-orang iri padanya dibalik topeng baik hati dan senyum palsu yang ditunjukkan padanya.
"Hmmm, Nona Mo tak perlu mengatakan itu padaku! Jujur saja pada dirimu sendiri bahwa sebenarnya Nona Mo iri padaku!" sindir Wu Linyan dengan tatapan menghina.
"Nona Mo ingin menjadi diriku tapi anda tak bisa karenanya anda mengatakan ini padaku!" ungkap Wu Linyan dengan sorot mata tajam.
"Jika Nona Mo datang hanya untuk mengatakan ini maka aku minta izin pergi karena aku tak punya waktu untuk melayani Nona Mo disini!" ucap Wu Linyan yang berbalik arah untuk kembali ke rumahnya.
Mo Feixian yang kesal karena diabaikan begitu saja padahal banyak orang di Kota Tianxi memujinya dan melakukan apapun untuk bicara padanya lebih lama.
"Hah! Tak punya waktu? Waktu apa yang tak kau miliki? Bukankah Ayahmu telah menghilang dan Ibumu tak sadarkan diri? Jadi kau hanya bisa bergantung pada Kakekmu yang sudah tua itu!" sindir Mo Feixian.
"Meskipun Ayahku bersedia membantu Keluargamu, jangan pernah bermimpi jika aku mau menjadi pengantinmu! Aku hanya mencintai Kakak Tang dan hanya Kakak Tang yang ada di dalam hatiku!" tegas Mo Feixian dengan ekspresi serius.
Wu Linyan yang sangat marah karena Mo Feixian menghina keluarganya mencoba menenangkan dirinya untuk tidak bersikap gegabah.
Wu Linyan yang mendengar Mo Feixian menyatakan cinta butanya dengan Wu Tang secara terang-terangan membuat Wu Linyan menjadi merubah ekspresinya menjadi jijik.
"Hah! Nona Mo sebaiknya mengatakan ini kepada Walikota Mo daripada mengatakan ini padaku jika Nona Mo ingin cinta yang begitu dalam itu direstui!" sindir Wu Linyan dengan senyum licik.
Mo Feixian yang sangat kesal dengan sindiran Wu Linyan menjadi sangat kesal dan sangat ingin merobek mulut Wu Linyan.
"Nona Mo tak perlu khawatir karena aku pun tak menginginkan wanita yang berpikiran sempit menjadi wanitaku! Aku akan pastikan bahwa Nona Mo akan bisa memegang ucapanku!" tegas Wu Linyan.
__ADS_1
Namun sebelum Mo Feixian melakukan sesuatu nyatanya Wu Linyan telah menghilang dari hadapannya dalam sekejap mata.
Mo Feixian yang kesal karena tidak bisa membuat Wu Linyan menderita karena telah menghinanya terpaksa kembali ke Kediaman Keluarga Mo dengan ekspresi wajah kesal.
Mo Feixian yang mengusir semua pelayan keluar dari dalam kamarnya pun melemparkan semua barang yang ada ke lantai.
“Br*ngsek! Beraninya dia menghinaku!” teriak Mo Feixon dengan wajah kesal.
Di saat Mo Feixian sedang kesal tiba-tiba Mo Tianxia yang merupakan Kepala Keluarga Wo dan juga Walikota Kota Tianxi datang ingin bertemu dengan Mo Feixian.
Mo Tianxia yang bingung karena semua pelayan berada di luar ruangan memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar.
“Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Mo Tianxia dengan wajah bingung.
“Ka-Kami hanya menuruti perkataan Nona Muda.” Jawab Pelayan sambil menundukkan kepalanya.
Mo Tianxia yang khawatir jika telah terjadi sesuatu pada Putri Pertamanya itu menjadi sangat terkejut saat melihat keadaan kamar yang sangat berantakan.
“Xian’er! Apa maksud semua ini?” teriak Mo Tianxia dengan wajah marah dan suara yang lantang.
Mo Tianxia yang merasakan sakit kepala dengan sikap yang ditunjukkan Putrinya itu memutuskan untuk kembali ke ruang kerjanya setelah menyampaikan alasan kedatangannya.
“Hah! Apa kau tidak bisa bersikap lebih dewasa?” sindir Mo Tianxia dengan tatapan mata yang mengarah ke seluruh tempat.
“Hentikan semua sikap bodohmu ini dan bersiap-siaplah karena malam ini kita akan menemui Tuan Wu Shanghe dan Tuan Muda Wu Linyan!” tegas Mo Tianxia sambil berbalik arah.
Mo Feixian yang tidak ingin bertemu dengan Wu Linyan karena kejadian kemarin menolak untuk melakukan perintah Mo Tianxia.
“Tidak! Aku tidak mau Ayah! Aku tidak mau kesana!” teriak Mo Feixian dengan suara lantang.
Mo Tianxia yang sangat marah dengan sikap Mo Feixian yang sangat kekanak-kanakan sekali menurutnya pun menampar wajah Mo Feixian.
“Ayah sudah membuat keputusan jadi kau harus menurut atau Ayah akan menghukummu, Mo Feixian!” tegas Mo Tianxia dengan wajah yang marah.
Mo Feixian yang tidak terima dengan sikap Mo Tianxia yang sangat kasar padanya mencoba membela dirinya dan menyatakan ketidaksukaannya.
__ADS_1
“Kenapa Ayah memaksaku menuruti perkataan Ayah? Aku tidak mau bersama dengan Wu Linyan! Aku hanya ingin bersama dengan Kakak Tang!” teriak Mo Feixian.
“Kenapa Ayah harus membantu Wu Linyan dan keluarganya padahal mereka sudah hancur? Bahkan Posisi Pewaris Keluarga Wu ada pada Kakak Tang!” tanya Mo Feixian dengan wajah yang memerah karena kesal.
Di saat Mo Feixian mempertanyakan sikap Ayahnya yang menurutnya telah salah membuat keputusan tiba-tiba Mo Feishu datang.
“Ayah, jangan terlalu emosi. Jika Kakak tidak mau maka biarkan aku yang pergi bersamamu!” ucap Mo Feishu dengan senyum yang lembut.
Mo Feixian yang tidak senang dengan kehadiran Adiknya yang membuat keadaan menjadi semakin berantakan menjadi kesal dan berniat mengusirnya tapi terhenti karena Mo Tianxia telah berbicara lebih dulu.
“Apa yang kau lakukan disini Shu’er? Kembalilah ke kamarmu! Ayah sudah memutuskan untuk membuat Kakakmu bertunangan dengan Tuan Muda Wu Linyan jadi jangan coba untuk mengubah keputusan Ayah!” tegas Mo Tianxia.
“Hmmm, baiklah. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa Ayah masih memiliki jika Kakak tetap menjadi wanita yang keras kepala!” ungkap Mo Feishu dengan senyum lembut.
Mo Tianxia yang pusing bicara dengan kedua putrinya memutuskan untuk kembali dan membiarkan Kakak Adik itu bersama.
Mo Feishu yang iri dengan Mo Feixian yang selalu mendapatkan apapun lebih dulu hanya karena terlahir lebih dulu sengaja datang untuk membuat keributan.
“Hmmm, aku tau jika Kakak adalah orang yang bodoh tapi aku tidak menyangka jika Kakak sangat bodoh sampai tidak mengerti alasan Ayah melakukan ini semua!” sindir Mo Feishu dengan tatapan sinis.
“Hah! Kau sungguh naif dan bodoh Kak! Kau tidak menyukai Tuan Muda Wu Linyan karena kau pikir dia adalah anak manja yang akan selalu berlindung kepada Ayahnya tapi bagaimana denganmu?” tanya Mo Feishu dengan senyum kecil.
“Kau tidak jauh berbeda darinya. Kau memakai pakaian mewah, tinggal di tempat nyaman, makan makanan yang lezat dan dilayani oleh banyak Pelayan. Apakah kau pikir kau dapat merasakan itu jika kau bukan Putri Keluarga Mo dan Putri Seorang Walikota?” sindir Mo Feishu dengan kata-kata kasar.
Mo Feixian yang sangat marah mendengar perkataan Mo Feishu pun mengusirnya secara paksa lalu mengunci dirinya di dalam kamar sendirian.
#Bersambung#
Siapakah yang akan berjodoh dengan Wu Linyan nantinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
a. Mo Feixian
b. Mo Feishu
c. Tidak keduanya
__ADS_1