Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 7. Api Pelahap dan Buku Alkemia


__ADS_3

Wu Linyan yang terus berjalan memasuki lorong akhirnya melihat sebuah cahaya yang sangat terang di depannya sehingga Wu Linyan mempercepat langkahnya menuju sumber cahaya.


Namun saat dirinya sampai Wu Linyan nyatanya tak melihat apapun dan hanya sebuah ruangan kosong tanpa ada jalan lainnya.


"Apa ini? Apakah kita telah menemukan jalan buntu atau ada sesuatu yang terlewatkan?" tanya Wu Linyan dengan ekspresi wajah yang bingung.


Wu Linyan yang tak ingin menyerah begitu saja mencoba mencari petunjuk lalu tiba-tiba menemukan sesuatu yang aneh di dinding batu yang ada di depannya.


'Hmmm, apa ini? Apakah ini adalah petunjuk untuk menuju Api Pelahap berada?' pikir Wu Linyan serius.


Rong Yanxue yang juga melihat petunjuk yang ditemukan Wu Linyan pun menyipitkan matanya dan mengalihkan pandangannya pada Wu Linyan.


"Ini adalah Sebuah Pola Segel Formasi tapi Pola Formasi tidak akan aktif sampai dua lubang yang kosong itu terisi!" ucap Rong Yanxue yang meletakkan tangannya di dagu seolah sedang berpikir keras.


Wu Linyan yang memikirkan ucapan Rong Yanxue pun menyadari bahwa dua benda yang dimaksud adalah dua benda yang ditinggalkan Wu Sheng sebelum pergi menyelesaikan tugas dari Kaisar.


'Apakah benda itu adalah Kalung Batu Giok dan Cincin Naga Emas?' pikir Wu Sheng.


Wu sheng yang penasaran dengan perkataan Rong Yanxue pun mengeluarkan dua benda itu lalu meletakkannya di tengah Pola Formasi.


Tepat saat Wu Linyan meletakkan kedua benda tersebut di Pola Formasi tiba-tiba Formasi yang awalnya tersegel tiba-tiba aktif dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang.


Wu Linyan yang ingin melindungi matanya pun menutupi cahaya dengan lengannya dan saat dirinya membuka mata dirinya telah berada di tempat yang berbeda.


"Dimana ini? Tempat ini sangat berbeda dengan yang ada di dalam ujung lorong!" gumam Wu Linyan bingung dan penasaran.


Wu Linyan yang tak melihat Rong Yanxue di sampingnya mencoba memanggilnya beberapa kali tapi tak berhasil seolah koneksinya dengan Rong Yanxue terputus.


"Ada apa ini? Dimana aku sebenarnya? Kenapa aku tak bisa memanggil Rong Yanxue?" ungkap Wu Linyan spontan.


Wu Linyan yang sendirian di tempat yang asing tanpa ada orang yang dikenalnya menjadi sedikit panik lalu tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di belakangnya.


"Yan'er....!" panggil Wu sheng sambil tersenyum lembut.

__ADS_1


Wu Linyan yang langsung berbalik arah membuka matanya sangat lebar saat melihat sosok Wu Sheng yang sangat dirindukannya.


"A-Ayah? A-Apakah itu kau?" tanya Wu Linyan dengan suara gagap dengan tangan terkepal erat.


Wu Sheng yang muncul dalam bentuk kepingan ingatan dengan kesadaran mandiri merasa sangat senang saat melihat Wu Linyan berada di depannya.


"Yan'er, Ayah senang karena bisa melihatmu. Maafkan Ayah yang telah membuatmu dalam keadaan yang sulit!" ungkap Wu Sheng dengan kepala tertunduk sedih.


Wu Linyan yang sangat ingin marah, protes dan mengeluarkan isi hatinya tentang situasi buruk yang harus dihadapinya akhirnya tak mengatakan apapun dan hanya menahan diri sambil mengepalkan tangannya sangat erat.


Wu Linyan yang menyadari bahwa telah terjadi sesuatu pada Ayah dan Pamannya yang membuat keduanya menghilang tanpa jejak mencoba mencaritau.


"Ayah, dimana dirimu? Apakah kau tidak ingin pulang? I-Ibu tak sadarkan diri dan Kakek jatuh sakit lalu Klan diambil oleh Kakek Feng Tu. A-Aku..." ucap Wu Sheng yang tiba-tiba berhenti bicara karena sulit mengatakan semuanya.


"Maaf! Maafkan Ayah yang tak bisa memberitaumu apapun!" ucap Wu Sheng menyesal.


"Apakah karena aku terlalu lemah makanya Ayah tak bisa memberitauku sesuatu?" tanya Wu Linyan dengan sorot mata yang tajam.


Wu sheng yang tak bisa melakukan apapun dengan keadaan Wu Linyan saat ini hanya berharap Wu Linyan tak menyerah dan terus berlatih menjadi lebih kuat.


"Jangan berkecil hati. Ayah yakin kau pasti akan menjadi lebih kuat. Ayah akan memberikanmu bantuan dan beberapa petunjuk!" ucap Wu Sheng sambil tersenyum.


Wu Linyan yang tak ingin menyerah dan menghancurkan kepercayaan Wu sheng mengangkat kepalanya dan mendengarkan setiap perkataan Wu sheng dengan seksama.


"Kau datang kemari pasti ingin mendapatkan Api Pelahap bukan? Jadi Ayah akan memberikannya padamu tapi apakah kau bisa menaklukan Api Pelahap atau tidak itu tergantung dari usahamu. Apakah kau siap?" tanya Wu sheng dengan ekspresi serius.


Wu Linyan yang tak ingin kehilangan kesempatan emas menganggukkan kepalanya dan dalam hitungan detik Api Pelahap sudah berada di dalam tubuhnya.


Wu Linyan yang merasa seluruh tubuhnya terasa sangat panas ditarik paksa masuk ke dalam alam bawah sadarnya.


Wu Linyan yang melihat sebuah Api hitam yang diselimuti dengan Api merah yang membara menyadari bahwa itu adalah Api Pelahap yang harus ditaklukkannya.


Wu Linyan yang mengerahkan semua pengetahuannya dan kemampuannya serta tekad kuat tak pantang menyerah akhirnya berhasil membuat Api Pelahap patuh padanya.

__ADS_1


"Aku tak akan menyerah. Kau harus menjadi Api Pelahap milikku! Ledakan Suci Neraka!" teriak Wu Linyan dengan sangat keras.


Wu Linyan yang berhasil mendapatkan Api Pelahap yang menjadi tujuan kedatanganny ke Kabut Beracun kembali ke dimensi tempat Wu Sheng menunggunya.


Wu sheng yang sangat bahagia karena Putranya berhasil menaklukkan Api Pelahap dengan kekuatannya sendiri tersenyum puas.


"Bagus! Ini adalah permulaan yang baik, Yan'er!" puji Wu sheng tersenyum.


"Kau telah mendapatkan Api Pelahap yang artinya kau telah memasuki Dunia Alkemia. Ayah akan memberimu satu bantuan terakhir!" ucap Wu sheng sambil melemparkan sebuah buku pada Wu sheng.


Wu sheng yang penasaran langsung membuka buku tersebut dan menjadi sangat terkejut saat tau bahwa buku tersebut adalah buku yang sangat diinginkan oleh semua orang di Daratan Yuan.


"Kau bisa menyembuhkan Kakekmu dengan Pil yang ada di dalam buku tersebut dan untuk Ibumu tak ada yang bisa kau lakukan untuk membuatnya sadar tapi..." ucap Wu Sheng terdiam sebentar.


"Tapi kau bisa meminta bantuan pada Pamanmu untuk membuat Ibumu sadar kembali dan Ayah akan memberimu sedikit bantuan." ungkap Wu sheng lagi dengan wajah sedih.


"Ingatlah untuk menggunakan bantuan ini sebagai cara terakhir jika Pamanmu menolak untuk menolong!" tegas Wu sheng.


Wu Linyan yang merupakan anak yang patuh dan penurut menganggukkan kepalanya dan menunduk menyatakan bahwa dirinya akan menuruti semua ucapan Wu sheng.


Wu Linyan yang ingin melihat dan bicara dengan Wu sheng lebih lama terpaksa harus menelan pil pahit karena kesadaran yang ditinggalkan Wu sheng akan segera menghilang.


Namun sebelum benar-benar hilang dan kembali ke tubuh Wu sheng asli, kesadaran itu memberikan sebuah petunjuk penting.


"Teruslah berlatih dan menjadi orang terkuat di Daratan Yuan lalu teroboslah hingga mencapai Kultivasi Immortal kemudian datanglah kemari dengan batuan Rong Yanxue!" ungkap Wu Sheng.


Wu Sheng yang menghilang menjadi butiran-butiran kecil berwarna hijau meningkatkan semangat wu linyan untuk menjadi lebih kuat.


"Tunggulah Ayah! Aku akan menjadi yang terkuat dan menyusul disana. Aku pasti akan menyembuhkan Kakek dan menyadarkan Ibu!" ungkap Wu linyan penuh optimis.


#Bersambung#


Bagaimana kelanjutannya? Apakah wu linyan berhasil menjadi Master Alkemia seperti yang diinginkan Ayahnya? Tebak jawabnnya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2