
Wu Linyan yang kembali ke Penginapan menjadi sangat puas dengan ruangannya yang telah berubah menjadi lebih baik.
“Hmmm, ini adalah kekuatan dari uang!” gumam Wu Linyan.
Wu Linyan yang berencana untuk menggunakan dua Inti Kristal Murni yang tersisa untuk meningkatkan kemampuannya tiba-tiba dihentikan oleh Rong Yanxue.
“Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin mati dengan cara meledak?” tanya Rong Yanxue dengna kata-kata yang kasar.
Wu Linyan yang terkejut dengan kemunculan Rong Yanxue secara tiba-tiba tidak sengaja menjatuhkan Kristal Rubi Merah dan Kristal Giok Hijau ke lantai.
“A-Aku hanya ingin meningkatkan Kultivasiku dengan menyerap Inti Kristal ini!” ucap Wu Linyan dengan ekspresi wajah yang terkejut.
Rong Yanxue yang tidak menyangka jika Wu Linyan dapat bertindak gegabah tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya merasa sangat frustasi.
“Hah! Apa kau pikir bisa menaikkan Kultivasimu jika kau menyerap kedua Inti Kristal itu secara bersamaan?” tanya Rong Yanxue dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Kau tak akan pernah bisa menaikkan Kultivasimu justru kau akan meledak karena tubuhmu tidak bisa menampung semua Energi itu!” tegas Rong Yanxue dengan wajah kesal.
Wu Linyan yang tak ingin meninggal dan menyadari masih banyak hal yang harus dilakukannya langsung menundukkan kepalanya.
“Ma-Maafkan aku tapi apa yang harus aku lakukan? Ujian hanya tinggal menghitung hari dan semua Peserta adalah orang yang memiliki tingkat Kultivasi yang tinggi bahkan Putri dan Pangeran ikut dalam Seleksi ini!” ucap Wu Linyan yang menjadi tidak percaya diri.
Rong Yanxue yang melupakan bahwa Wu Linyan masih remaja dan baru belajar mandiri setelah kepergian Pelindungnya merasa kasihan.
“Hah! Kau tidak perlu rendah diri seperti itu. Jangan lupa bahwa meskipun kau hanya berada di Level Bumi Akhir Tahap Tiga, kau juga seorang Master Alkemia dan Master Formasi sekarang!” ucap Rong Yanxue yang secara sadar membuat Wu Linyan terbuka matanya.
“Jika kau menggunakan semua kartu yang kau miliki kau bisa diuntungkan dalam segala situasi!” ungkap Rong Yanxue serius.
Wu Linyan yang melupakan kemampuan yang dimilikinya dan hanya terfokus pada kecemasannya akan kegagalan tiba-tiba teringat akan pesan Wu Sheng.
“Aku adalah Putra Keluarga Wu. Aku tidak boleh menyerah akan keadaan. Aku harus berusaha lebih keras untuk menjadi yang terbaik!” ucap Wu Linyan dengan tekad yang kuat.
__ADS_1
Wu Linyan yang tak ingin membuat Penginapn yang telah diganti rugi olehnya hancur lagi memutuskan mencari tempat lain untuk berlatih.
“Hah! Aku harus mencari tempat lain jika tidak aku bisa saja menghancurkan Penginapan jika gagal membuat Formasi!” ungkap Wu Linyan dengan wajah bermasalah.
Wu Linyan yang tak tau apapun tentang Kota Chan memanggil Pelayan Kamar dan menanyakan informasi yang dibutuhkannya.
“Apakah Kota Chan memiliki tempat yang dapat disewa sebagai tempat Pelatihan dimana tak akan mudah hancur jika sesuatu hal terjadi dalam Pelatihan?” tanya Wu Linyan dengan mata berbinar.
“Hmmm, sebenarnya Kota Chan tak memiliki tempat seperti itu tapi Menara Alkemia di Kota ini memiliki ruangan seperti yang Tuan Muda inginkan. Ruangan itu tak akan mudah hancur meskipun terjadi ledakan!” ucap Pelayan bingung.
“Tapi ruangan itu hanya dapat digunakan oleh Master Alkemia. Orang biasa tak bisa memakainya secara bebas!” tegas Pelayan dengan polos.
“Apakah kau bisa mengantarku ke Menara Alkemia? Aku akan memberikanmu ini sebagai bayarannya!” ucap Wu linyan sambil mengeluarkan lima keping uang koin emas dari dalam Cincin Penyimpanan.
Pelayan yang sangat senang mendapatkan uang tambahan dengan cepat menganggukkan kepalanya dan mengantar Wu Linyan ke tempat yang dituju.
Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk sampai di tempat tersebut, Wu Linyan yang telah berdiri di depan pintu Menara Alkemia pun memberikan sejumlah uang yang telah dijanjikannya.
Wu Linyan yang tak ingin dihalangi oleh orang yang tidak dikenal mengeluarkan Plakat Alkemi miliknya dan menggantungkannya di samping pakainnya.
“Apa ada yang bisa saya bantu Master?” tanya Seorang Pelayan dengan sopan.
“Aku ingin meminjam ruangan khusus. Apakah ada syarat khusus?” tanya Wu Linyan dengan ekspresi datar.
“Tidak ada! Master bisa menggunakannya selama yang Master inginkan tapi Master harus membayar biaya sebesar dua puluh koin emas per-jamnya!” ucap Pelayan dengan kepala tertunduk ke bawah.
Wu Linyan yang tidak tau berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk bisa menguasai Formasi Tingkat Satu tanpa membuat Segel terlebih dahulu mengeluarkan sekantong uang dari dalam Cincin Penyimpanannya.
“Di dalam sini ada uang sebanyak seribu koin emas. Aku akan meminjam ruangan selama itu dan jika waktunya hampir habis tapi aku masih belum keluar juga aku akan menjaminkan ini!” ucap Wu Linyan yang menyerahkan sebotol Pil Penyembuh tingkat Satu dengan kemurnian sempurna.
“Baik, Master!” ucap Pelayan yang membuka matanya sangat lebar saat memegang banyak sekali harta berharga dalam waktu singkat.
__ADS_1
Wu Linyan yang diantar ke ruangan khusus tidak menyadari bahwa ada dua pasang mata yang secara khusus mengarah ke arahnya.
Wu Linyan yang memasuki ruangan khusus hanya memfokuskan pada latihan Formasi dan memperkuat fondasinya karena peningkatan Kultivasi yang begitu signifikan.
Dua hari berlalu, Wu Linyan yang berlatih dengan giat mengalami peningkatan yang signifikan. Dirinya tak hanya berhasil membuat Formasi tanpa menggunakan Kertas Segel nyatanya dirinya juga berhasil membuat puluhan Formasi dan Pil.
Rong Yanxue yang sangat bangga dengan kemajuan Wu Linyan merasa sangat senang dan memuji talenta yang dimilikinya.
"Kerja bagus! Ini adalah hasil yang sangat memuaskan! Kau berhasil membuat puluhan Pil tingkat satu hanya dalam setengah jam dan Pil tingkat dua dalam satu jam!" puji Rong Yanxue yang membuat wu linyan malu.
Wu Linyan yang mengingat jika dirinya masih memiliki satu urusan di Menara Formasi keesokan harinya memutuskan untuk kembali ke Penginapan.
Namun sebelum kepergiannya, Wu Linyan yang kelebihan Pil menjual setengah dari Pil yang dimilikinya ke Menara Alkemia.
"Aku memutuskan untuk kembali sekarang. Apakah kau bisa menghitung sisa koin emas yang aku miliki bersamaan dengab jumlah koin emas yang bisa aku dapatkan dari semua Pil ini?" tanya Wu Linyan datar.
"Master, apakah anda mau menjual semua Pil ini?" tanya Pelayan dengan wajah terkejut yang dijawab dengan anggukan ringan.
Pelayan yang tak ingin menyinggung Wu sheng sengaja meminta bantuan rekannya untuk menghitung semua koin emas yang dimiliki Wu Linyan.
"Semua koin emas yang dihasilkan dari Penjualan dan sisa deposit ruangan khusus telah saya letakkan di dalam cincin ini. Master bisa menghitungnya sendiri secara langsung dan ini adalah Botol Pil yang dijadikan jaminan!" ucap Pelayan menyerahkan barang milik Wu Linyan dengan tubuh bergetar.
"Terima kasih!" jawab Wu Linyan singkat lalu berbalik arah pergi meninggalkan ruangan.
Tepat setelah kepergiannya, Ketua Menara Alkemia dari Kota Chan, Ketua Menhang, menjadi sangat penasaran dengan identitas Wu Linyan sebenaranya.
"Master Gong, apakah kau tau nama Master Alkemia yang baru saja keluar itu? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya." tanya Ketua Menhang sambil memegang dagunya berpikir.
"Maafkan saya, Ketua. Saya tidak mengetahui apapun. Saya tidak berani bertanya karena tak ingin menyinggungnya karena Master Alkemia memiliki kepribadian yang berbeda!" ucap Master Gong serius.
"Aku merasa tidak asing degan wajah itu karenanya aku ingin kau mencari tau identitasnya." tegas Ketua Menhang memberikan perintah.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa alasan Ketua menara Alkemia penasaran dengan Wu Linyan? Lalu siapakah dua orang yang mengawasi Wu linyan ketika memasuki Menara Alkemia? Tebak jawabannya di kolom komentar ya.