
Keesokan harinya, Wu Linyan yang menaiki Gunung Songchi untuk dapat mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Sekte Langit menjadi sangat terkejut dengan jumlah peserta yang melebihi prediksinya.
“Apakah mereka semua datang untuk ikut Seleksi sama sepertiku?” tanya Wu Linyan dalam hati dengan ekspresi wajah terkejut.
Wu Linyan yang mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat menyadari bahwa dirinya melihat beberapa wajah yang familiar.
Wu Linyan yang berdiri di antara kerumunan banyak orang menjadi terkejut saat Zhou Lian menghampirinya dengan ceria.
“Tuan Muda Wu, senang bisa melihatmu disini. Apakah kau juga mengikuti Seleksi ini?” tanya Zhou Lian yang menyapa Wu Linyan.
“Agh, Tuan Muda Zhou. Benar. Saya datang ke Kota Chan untuk mengikuti seleksi ini dan melihat anda ada disini juga berarti anda juga ikut dalam seleksi ini.” Prediksi Wu Linyan yang dibalas dengan tawa.
“Tuan Muda Wu, saya minta maaf untuk kesalahpahaman yang terjadi di masa lalu. Harap Tuan Muda Wu tidak memasukkannya di dalam hati!” ucap Zhou Lian menangkupkan tangannya meminta maaf.
Wu Linyan yang mendapatkan informasi tentang Zhou Lian dan beberapa peserta yang ikut Seleksi dari sebuah katalog yang dijual oleh sekelompok orang tersenyum ramah.
“Memiliki teman lebih baik daripada memiliki musuh. Tuan Muda Zhou tidak perlu khawatir. Saya telah melupakan kejadian masa lalu!” ucap Wu Linyan dengan senyum menenangkan.
Di sisi lain, Wu Tang yang juga mengikuti Seleksi Murid Sekte Langit atas permintaan Ketua Sekte Tao untuk menjadi mata-mata merasa sangat kesal saat melihat Wu Linyan tertawa bahagia.
‘Aku akan membalasmu Wu Linyan! Aku akan mengambil kembali status sebagai Pewaris Keluarga Wu dan membuatmu menjadi pecundang!’ ucap Wu Tang dalam hati dengan tangan terkepal erat.
Wu Tang yang tak ingin menunjukkan sisi terburuknya di depan dua saudari Mo yang mengikuti Seleksi bersamanya dapat dengan cepat mengubah ekspresi wajah dan sikapnya.
“Kakak Tang, aku yakin Kakak Tang pasti akan berhasil lolos dalam Seleksi ini dan membalaskan semua penghinaan yang Kakak Tang terima!” ucap Mo Feixian memberikan semangat.
“Xian’er sungguh perhatian. Kakak Tang sungguh tersentuh dan berterima kasih untuk semua dukunganmu! Aku berjanji akan melakukan yang terbaik dalam Seleksi ini!” ucap Wu Tang dengan senyum yang ramah.
__ADS_1
Mo Feishu yang merasa sangat muak mendengar kata-kata manis yang diucapkan Wu Tang menurutnya sangat berlebihan dan sikap Kakaknya yang sangat tidak bermartabat memilik menghindar.
“Shu’er! Mau kemana kau? Apakah kau tidak tau jika Ayah meminta kita untuk tidak berpisah?” tanay Mo Feixian dengan wajah khawatir.
“Itu benar sekali, Nona Mo. Sebaiknya kita tetap bersama dan akan lebih mudah untuk saling membantu!” ucap Wu Tang dengan wajah yang dibuat cemas.
“Aku tidak akan pergi jauh. Aku hanya ingin jalan-jalan. Jangan ganggu aku!” sindir Mo Feishu dengan tatapan jijik lalu pergi.
Wu Tang yang melihat Mo Feishu pergi begitu saja dan menatapnya dengan tatapan merendahkan membuat Wu Tang menjadi sangat kesal.
‘Dasar wanita j*lang! Beraninya dia merendahkanku! Aku pasti akan membuatmu merangkak memohon padaku dan terbaring lemas di atas ranjangku!’ pikir Wu Tang dengan tatapan mata yang tajam yang langsung disembunyikannya saat Wu Feixian menatapnya.
Sementara itu, Zhou Lian yang merasa lega pun tersenyum lepas lalu memperkenalkan seorang pria yang ternyata adalah salah satu kenalan Wu Linyan.
“Tuan Muda Wu, saya mendengar bahwa kalian pernah bertemu sebelumnya tapi aku ingin memperkenalkannya ulang.” Ucap Zhou Lian sambil menepuk pundak Huo Chen.
Wu Linyan yang merasa sangat senang dirinya mendapatkan dua teman baru di antara banyaknya orang tak dikenal.
Di saat keadaan semakin ramai dan tak terkendali sebuah Formasi muncul di atas langit dan ternyata orang-orang tersebut adalah Master, Tetua dan Ketua Sekte Langit.
Ketua Dong yang berada di depan semua Guru di Sekte Langit dengan cepat mengambil posisinya setelah sampai di tempat Seleksi berlangsung.
Ketua Dong yang menjadi orang pertama yang menggunakan Kekuasaannya untuk melindungi Wu Linyan langsung mengubah rencana saat surat dari Wu Shanghe datang.
‘Sheng’er! Kau datang untuk meminta guru untuk melindungi Keluargamu tepat sebelum dirimu menghilang. Guru tidak tau apa kau sudah memprediksi ini atau ini adalah ketidaksengajaan tapi jangan khawatir guru pasti akan menepati janji itu!’ ucap Ketua Dong dengan penuh keyakinan.
Ketua Dong yang dapat dengan mudah mengenali Wu Linyan langsung berdiri di hadapan semua orang yang berniat memasuki Sekte Langit.
__ADS_1
“Selamat datang di Sekte Langit. Hari ini Sekte Langit akan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menjadi Murid Sekte Langit!” ucap Ketua Dong memberi sambutan.
“Seleksi ini berlangsung dalam tiga Sesi dan yang berhasil lolos dalam setiap sesi akan otomatis menjadi Murid Luar Sekte Langit!” tegas Ketua Dong dengan ekspresi serius.
“Namun dalam proses ini siapapun yang memiliki bakat luar biasa dan berhasil membuat Master atau Tetua Sekte tertarik dapat secara langsung menjadi Murid Inti Sekte Langit!” ucap Ketua Dong yang secara tidak langsung membuat semua orang semakin bersemangat.
Wu Linyan yang berdiri di antara kerumunan orang tidak menutupi keinginan untuk menjadi salah satu dari orang yang berhasil menarik perhatian salah satu Guru di Sekte Langit.
‘Menjadi Murid Inti sama dengan mendapatkan sumber daya dan kesempatan yang lebih besar untuk menjadi lebih kuat lebih cepat. Oleh karena itu, aku harus menunjukkan semua yang aku miliki!’ pikir Wu Linyan dengan sorot mata lurus ke depan dengan tangan terkepal erat.
Ketua Dong yang langsung menyingkir setelah memberikan pidatonya membiarkan orang yang bertanggung jawab dalam Seleksi Murid Baru mengambil tugasnya.
Zhixia yang telah menjadi Master menggantikan Gurunya yang telah menjadi salah satu Tetua di Sekte Langit muncul di hadapan semua Peserta.
Master Zhixia yang memiliki wajah yang sangat cantik dengan tubuh yang indah membuat kehadirannya membuat semua orang yang melihatnya tak dapat mengalihkan pandangannya.
“Siapa itu? Apakah dia adalah Dewi yang turun dari langit?” gumam beberapa Peserta dengan tatapan mengagumi.
“Jaga mulutmu. Dia adalah Master yang akan mengajar kita. Jangan membuatnya marah atau kau akan dalam masalah nantinya!” jawab salah seorang peserta yang mengetahui identitas Master Zhixia.
Wu Linyan yang tidak tertarik dengan kecantikan dan tak terpesona sama sekali hanya memfokuskan pandangannya pada sebuah Menara Batu yang ada di samping Master Zhixia.
“Apa itu sebenarnya? Panjangnya sampai tak terlihat mata!” gumam Wu Linyan dengan wajah penasaran.
#Bersambung#
Apa hubungannya Menara Batu dengan Seleksi Penerimaan Murid Sekte Langit? Akankah Wu Linyan lolos di Sesi Pertama? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
__ADS_1