Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 14. Direbut Kembali


__ADS_3

Wu Linyan yang telah kembali langsung masuk ke dalam kamarnya dan bersiap menerima arahan dari Rong Yanxue untuk menjadi Master Formasi.


Rong Yanxue yang masih menyimpan sebuah gulungan Formasi Tingkat Satu di dalam tempat penyimpanannya pun memberikannya kepada Wu Linyan.


“Ambillah ini dan pahami isinya!” ucap Rong Yanxue dengan wajah datar.


Rong Yanxue yang menjelaskan satu per satu bentuk Pola Segel Formasi yang terdapat di dalam gulungan nyatanya tak membuat Wu Linyan dapat memahaminya dengan cepat.


“Aarrgghhh! Ini sulit sekali! Memahami sebuah Pola dari Segel Formasi sangatlah sulit belum lagi membuat Polanya! Ini jauh lebih sulit daripada menjadi Master Alkemia!” ungkap Wu Linyan yang terduduk di lantai dengan wajah yang stres.


“Tidak ada yang bilang menjadi Master Formasi itu mudah! Oleh karena itu, tidak semua orang bisa menjadi Master Formasi dan orang-orang yang menjadi Master Formasi akan selalu dihormati dimanapun!” tegas Rong Yanxue dengan percaya diri.


Wu Linyan yang akhirnya menyadari alasan itu pun menguatkan tekadnya untuk terus belajar dan semakin giat berlatih.


Namun sebelum Wu Linyan bisa memulai kembali tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya.


“Tuan Muda, Tuan Besar memanggil anda!” ucap Nu Ping dengan suara yang sopan.


“Aku mengerti. Aku akan keluar sekarang!” jawab Wu Linyan cepan.


Wu Linyan yang tak ingin membuat Wu Shanghe menunggunya terlalu lama memutuskan untuk segera keluar sambil menahan rasa penasarannya.


“Hmmm! Hei, Rong Yanxue. Kira-kira apa alasan Kakek memanggilku?” tanya Wu Linyan dengan wajah bingung.


“Itu pasti ada hubungannya dengan Putri Walikota yang kau temui tadi siang!” jawab Rong Yanxue dengan percaya diri.


“Benarkah? Kalau begitu kita harus bergegas karena aku tidak ingin Kakek melayani wanita angkuh itu sendirian!” ucap Wu Linyan dengan sorot mata yang tajam.


Namun semua yang dipikirkan Wu Linyan dan Rong Yanxue ternyata salah nyatanya Wu Shanghe memanggilnya untuk hal lain.


“Yan’er kemarilah!” panggil Wu Shanghe dengan senyum lembut.

__ADS_1


“Ambillah ini! Maaf! Kakek hanya bisa memberikan ini sebagai bekal perjalananmu menuju Sekte Langit!” ucap Wu Shanghe dengan wajah sedih.


“Kakek tidak perlu bicara seperti itu. Linyan sudah sangat bahagia melihat Kakek baik-baik saja sekarang! Kakek tidak perlu khawatir Linyan pasti akan berhasil menjadi Murid Sekte Langit sama seperti Ayah!” tegas Wu Linyan optimis.


“Kakek selalu percaya padamu!” jawab Wu Shanghe sambil tersenyum lebar.


Wu Linyan yang kembali ke kamarnya pun memutuskan untuk beristirahat dan menunda pembelajarannya.


Keesokan harinya, Wu Linyan yang langsung pergi ke Sekte Langit sendirian berpamitan kepada Ibunya.


“Ibu, tunggu aku! Aku akan segera kembali dan membuatmu sadar kembali!” ucap Wu Linyan sambil menggenggam tangan Ibunya dengan sangat erat.


Tepat setelah kepergian Wu Linyan, Wu Shanghe yang telah membuat janji dengan Mo Tianxia pergi ke Kediaman Utama Keluarga Wu bersama Nu Pong dan Nu Ping.


Wu Shanghe yang masih menyimpan Token yang diberikan oleh Kaisar Rong untuk melindungi Keluarganya dari ancaman menggunakan Token tersebut untuk memukul mundur orang-orang yang menghalanginya.


“Wu Shanghe! Apa yang kau lakukan disini? Pergi dari sini! Kau bukan lagi bagian dari Keluarga Wu!” teriak Wu Feng Tu dengan suara lantang dengan Wu Tang dan beberapa orang lainnya.


“Hah! Apa hakmu mengusirku dari sini? Atas Titah dari Yang Mulia Kaisar, aku meminta Pengadilan Umum. Aku menuntut posisi Kepala Keluarga Wu yang telah kau rebut secara paksa!” terak Wu Shanghe dengan tatapan mata tajam.


‘Sial! Bagaimana ini bisa terjadi? Aku sudah mencari Token itu kemanapun dan ternyata selama ini dia membawa Token itu kemanapun!’ pikir Wu Feng Tu dengan wajah marah.


‘Br*ngsek! Seharusnya aku habisi saja dia sebelumnya!” ucap Wu Feng Tu dalam hati dengan tangan terkepal sangat erat.


Wu Feng Tu yang terpaksa berdiri di tengah Arena Pertandingan pun bertarung melawan Wu Shanghe.


Wu Feng Tu yang berpikir bahwa Wu Shanghe pasti akan kalah dengan mudah karena terluka karena racun menjadi sangat terkejut dengan kemampuan Wu Shanghe yang meningkat tajam.


“Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah kau telah pulih sepenuhnya?” gumam Wu Feng Tu dengan wajah terkejut dan penasaran di saat bersamaan.


Wu Shanghe yang telah berlatih selama beberapa hari dan menggunakan semua Pil yang diberikan Wu Linyan kepadanya menjadi sangat percaya diri dengan kemampuannya.

__ADS_1


Pertandingan yang tidak seimbang itu membuat Wu Feng Tu berada dalam situasi yang sulit yang memaksanya menggunakan cara curang untuk menang.


Namun sayangnya rencana Wu Feng Tu dengan cepat ditangani oleh Nu Ping yang telah waspada sejak awal.


“Br*ngsek! Beraninya kau menggunakan cara curang untuk menyakiti Tuanku! Aku tidak akan mengampunimu!” teriak Nu Ping yang berlari ke atas Arena Pertandingan.


Nu Ping yang telah menjadi Ahli Racun berkat ajaran dari Wu Sheng dapat mengetahui dan mengenali berbagai jenis racun dalam sekali lihat.


Nu Ping yang menjatuhkan Wu Feng Tu ke atas Arena dengan cepat mencari sumber racun yang telah disembunyikan.


Namun Wu Tang yang awalnya berdiri saja dan mengamati Pertandingan menjadi sangat tidak senang dan mencoba menghentikan Nu Ping.


“Dasar budak tidak tau diri! Apa yang kau lakukan pada Kepala Keluarga Wu? Singkirkan tanganmu atau kau ingin kehilangan kepalamu!” teriak Wu Tang dengan ancaman yang kejam.


Nu Ping yang mengabaikan perkataan Wu Tang sepenuhnya pada akhirnya mendapatkan yang diinginkan dan memukul mundur Wu Tang yang ingin mengusirnya menjauh dari Wu Feng Tu.


“Walikota Mo! Ketua Chen! Mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini tapi saya terpaksa menerobos karena Wu Feng Tu telah berbuat curang untuk meracuni Tuanku lagi.


Mo Tianxia yang tak dapat percaya begitu saja meskipun diriya telah memutuskan untuk berpihak pada Wu Shanghe mengambil jarum yang telah berlumur racun dari tangan Nu Ping.


Mo Tianxia yang berkonsultasi dengan Ketua Chen akhirnya mendapatkan kesimpulannya dan mengembalikan posisi Kepala Keluarga Wu pada Wu Shanghe dan menghukum Wu Feng Tu.


“Kau telah berani melakukan hal curang dengan diriku sebagai Hakim! Apa kau memandang rendah kami?” sindir Mo Tianxia dengan wajah kesal.


“Sebagai Walikota dari Kota ini, aku umumkan bahwa Wu Feng Tu dicabut dari posisinya dan digantikan oleh Wu Shanghe!” tegas Mo Tianxia.


“Wu Feng Tu yang telah berbuat curang harus membayar denda sebesar Satu Juta Tael Emas dan Menara Alkemia memutuskan untuk memblack list Wu Feng Tu dan yang lainnya selama tiga tahun!” ucap Ketua Chen dengan kepala terangkat.


Wu Feng Tu yang sangat kesal tak bisa mengatakan apapun sehingga memutuskan untuk meninggalkan tempat itu bersama Wu Tang.


‘Kau mungkin menang sekarang tapi jangan harap aku akan berhenti sampai disini! Aku pasti akan kembali!’ ucap Wu Feng Tu dengan sorot mata menunjukkan dendam membara.

__ADS_1


#Bersambung#


Rencana apa yang telah dipersiapkan Wu Feng Tu dan Wu Tang untuk membalas penghinaan yang diterima keduanya? Tebak jawabannya dengan di kolom komentar ya..


__ADS_2