Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 15. Perjalanan Menuju Sekte Langit


__ADS_3

Wu Feng Tu yang gagal mempertahankan posisinya sebagai Kepala Keluarga Wu memutuskan untuk meminta bantuan kepada Ketua Sekte Tao yang telah menjadikan Wu Tang sebagai Muridnya.


Ketua Liu yang datang ke Kediaman Wu Feng Tu secara diam-diam pun duduk di kursi utama sementara Wu Feng Tu dan Wu Tang berdiri di depannya.


Ketua Liu yang berpikir bahwa dirinya dapat menjadi Keluarga Wu sebagai pendukungnya menjadi sangat kecewa saat mengetahui kegagalan Wu Feng Tu.


“Dasar bodoh! Kau bahkan tak bisa mempertahankan posisi yang telah kau dapatkan!” sindir Ketua Liu dengan nada sinis.


“Maafkan ketidakkomptenan saya. Tolong Ketua membantu saya untuk membalas dendam!” ucap Wu Feng Tu yang membungkukkan tubuhnya.


Ketua Liu yang tidak menyukai pion yang bodoh pun menatap tajam lalu berniat membuangnya dengan cara yang lebih baik.


“Baiklah. Aku akan membantumu tapi tidak dengan menyerang Wu Shanghe tapi Wu Linyan!” ucap Ketua Liu dengan sorot mata tajam.


“Kirim Wu Tang ke Sekte Langit untuk mengikuti Seleksinya dan buat Wu Linyan hancur di hadapan semua orang yang ada di Sekte Langit!” ungkap Ketua Liu.


“Ingatlah bahwa jika Wu Linyan menghilang maka Wu Shanghe tak punya pilihan lain selain menjadikan Putramu sebagai Pewaris Keluarga Wu!” tegas Ketua Liu.


Wu Feng Tu yang percaya dengan sangat mudah dengan semua yang dikatakan oleh Ketua Liu dengan cepat menganggukkan kepalanya begitupula dengan Wu Tang yang langsung terpikirkan kejayaan yang akan didapatkannya di masa depan.


Ketua Liu yang ingin menjadikan Wu Tang sebagai mata-mata sambil menghancurkan Wu Linyan dan Sekte Langit tidak peduli dengan keselamatan Ayah dan Anak itu.


Di sisi lain, Wu Linyan yang berkelana menuju Sekte Langit tiba-tiba mendengar suara orang yang sedang bertarung.


“Apakah ada orang yang sedang bertarung melawan Hewan Buas disini?” tanya Wu Linyan dengan wajah penasaran.


Wu Linyan yang mempercepat langkahnya menjadi sangat terkejut saat melihat Seekor Ular yang sangat besar berada di depannya menyerang seorang wanita muda.


Wu Linyan yang mengenali wanita muda yang sedang bertarung tersebut sebagai Mo Feixian pun memasang wajah tidak senang.


Wu Linyan yang tak ingin terlibat dengan Mo Feixian yang menurutnya sangat arogan berniat pergi tapi saat mendengar teriakan Wu Linyan melompat tinggi dan membantu.


“Hah! Jika aku bukan anak yang berbakti. Aku pasti sudah melupakan pesan dari Ibuku untuk membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan!” ucap Wu Linyan dengan wajah kesal.

__ADS_1


Wu Linyan yang menyerang Ular Raksasa dengan jurusnya nyatanya dapat membuat Ular Raksasa itu mundur ke belakang.


“Jurus Tubuh Immortal tahap Satu!” teriak Wu Linyan yang mengarahkan tinju tangan kosongnya ke tubuh Ular Raksasa.


Rong Yanxue yang tak bisa diam saja melihat Wu Linyan menjadi santapan Ular Raksasa pun datang memberikannya petunjuk.


“Hmmm, Ular Raksasa itu baru saja melahirkan. Segera habisi dia sebelum dia menelan terlur-telurnya saat dalam bahaya!” ucap Rong Yanxue.


“Serang dalam sekali serangan dan jangan sampai meleset! Gunakan Api Pelahapmu untuk membakarnya hingga hangus!” ungkap Rong Yanxue dengan wajah serius.


Wu Linyan yang menuruti perkataan Rong Yanxue menggunakan semua kekuatannya untuk menghindari serangan ekor dan gigi taring beracun dari Ular Raksasa lalu menggunakan kesempatan yang ada menghabisinya.


“Ini adalah saatnya! Api Pelahap! Menyalalah!” teriak Wu Linyan sambil melemparkan Api Pelahap yang sangat besar ke tubuh Ular Raksasa.


Ular Raksasa yang terkena serangan berteriak sangat keras sambil berbaring di tanah dengan harapan bahwa Api Pelahap akan segera padam.


Namun nyatanya bahwa Api Pelahap tak akan bisa hilang dengan mudah setelah terkena tubuh seseorang dan akan membakar hangus semuanya tak bersisa.


Ular Raksasa yang terbakar dengan Api Pelahap pun akhirnya mati terbakar hangus dan terbring di tanah.


Wu Linyan yang tak melupakan tiga telur Ular Raksasa yang berada di sarangnya pun menyimpan ketiganya juga.


“Ini adalah hasil yang sangat bagus!” gumam Wu Linyan dengan wajah yang bahagia dan senyum ceria.


Wu Linyan yang tidak melupakan Mo Feixian yang terluka dan sedang bersandar di pohon pun berjalan mendekat.


“Nona Mo apakah anda baik-baik saja?” tanya Wu Linyan dengan wajah datar.


Mo Feixian yang sangat malu saat mendapatkan bantuan dari Wu Linyan yang telah dihina olehnya dengan cepat mengalihkan pandangannya.


“A-Aku baik-baik saja! A-Aaarrggg!” ungkap Mo Feixian dengan wajah meringis kesakitan saat memindahkan tangannya yang terluka ke arah lain.


Wu Linyan yang tak bisa melihat orang lain terluka di depannya tanpa melakukan sesuatu untuk membantu pun mengambil Pil Penyembuh tingkat Satu miliknya.

__ADS_1


“Ambillah Pil ini! Ini dapat menyembuhkan lukamu!” ucap Wu Linyan mengulurkan tangan ke arah Mo Feixian.


Mo Feixian yang tidak bisa menolak kebaikan Wu Linyan lagi setelah merasakan sakit pada tangannya pun menurunkan sedikit egonya.


“Te-Terima kasih! Aku berjanji bahwa aku akan membalas kebaikanmu ini di masa depan!” ucap Mo Feixian buru-buru dengan suara terbata-bata.


Di sisi lain, Mo Feishu yang berlari menyusul Mo Feixian yang kabur dari rumah begitu saja dengan hanya meninggalkan sepucuk surat langsung menyipitkan matanya saat melihat sikap Mo Feixian di depan Wu Linyan.


“Hmmm, sungguh munafik! Katanya tak ingin bersama dengan Tuan Muda Wu Linyan makanya kabur dari rumah tapi nyatanya di tengah Hutan berdua saja dengan wajah memerah karena malu!” gumam Mo Feishu dengan tatapan mencemooh.


Mo Feishu yang yang tidak diam saja langsung melompat ke arah keduanya dan memutuskan untuk mengikuti keduanya.


“Kakak! Akhirnya aku menemukanmu!” teriak Mo Feishu dengan suara lantang sambil berlari ke araha Wu Linyan dan Mo Feixian.


“Shu’er? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Mo Feixian dengan wajah penasaran dan terkejut di saat bersamaan.


“Aku mengejar Kakak. Aku khawatir pada Kakak yang pergi dari rumah begitu saja dengan sepucuk surat!” ungkap Mo Feishu dengan wajah pura-pura khawatir.


Mo Feishu yang melihat kehancuran yang ada di sekitarnya pun menjadi penasaran dan setelah mengetahui kenyataannya membuat Mo Feishu semakin yakin bahwa dirinya tidak salah mengagumi Wu Linyan.


“Apakah Tuan Muda Wu sungguh membunuh Ular Raksasa itu sendirian? Wow! Anda hebat sekali!” puji Mo Feishu dengan mata berbinar.


“Aagh, maafkan ketidaksopananku. Perkenalkan namaku adalah Mo Feishu dan aku adalah Putri Kedua dari Walikota Tianxi!” ucap Mo Feishu dengan senyum yang ceria.


Wu Linyan yang senang bertemu dengan Mo Feishu yang ceria dibandingkan Mo Feixian yang dingin dan jutek pun tersenyum menerima perkenalan itu.


“Hmmm, Tuan Muda Wu, apakah aku boleh memanggilmu Kakak Yan? Sebenarnya aku ingin sekali dekat denganmu!” ucap Mo Feishu dengan berani.


“Te-Tentu saja!” jawab Wu Linyan dengan terbata-bata dan wajah yang malu.


Rong Yanxue yang melihat itu dari awalnya pun menyindir Wu Linyan yang sedang malu hingga membuat Wu Linyan menjadi salah tingkah.


“Hmmm, sepertinya dua Nona Muda dari Keluarga Mo telah jatuh ke dalam pelukanmu! Agh, sungguh masa muda yang sangat menggairahkan!” sindir Rong Yanxue sambil memainkan kipasnya.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Wu Linyan akan melanjutkan Perjalanannya menuju Sekte Langit bersama dua Nona Muda dari Keluarga Mo atau sendirian? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2