Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 8. Master Alkemia tingkat Satu


__ADS_3

Wu Linyan yang kembali ke dunia nyata setelah kepergian Wu Sheng langsung disambut dengan rasa penasaran dan cemas dari Rong Yanxue.


"Kemana kau pergi? Apa yang terjadi? Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau terluka?" tanya Rong Yanxue terburu-buru.


Wu Linyan yang menjadi kebingungan dengan banyaknya pertanyaan yang diberikan Rong Yanxue kepadanya secara bersamaan memutuskan untuk menjelaskan semuanya secara perlahan.


Rong Yanxue yang sulit percaya dengan yang dikatakan Wu Linyan terpaksa harus menerima kenyataan itu saat Wu linyan berhasil menunjukkan Api Pelahap yang berhasil ditaklukkannya.


Wu Linyan yang juga mengeluarkan buku Alkemia yang diberikan Wu Sheng untuknya membuat Rong Yanxue semakin senang.


"Ini adalah hal yang sangat bagus. Sepertinya Ayahmu memberikan dukungannya untukmu menjadi Master Alkemia jadi kau harus menjadi Master Alkemia!" ungkap Yan Rongxue dengan senyum ceria.


Rong Yanxue yang mengetahui rahasia dari ruangan kosong yang ditempatinya pun memberitau Wu Linyan semuanya.


"Ruangan kosong ini bukanlah ruangan kosong sembarangan. Dapatkah kau merasakannya? Ruangan ini memiliki Energi Qi dua kali lebih besar dibandingkan di luar sana!" tegas Rong Yanxue.


"Selain itu perbandingan waktunya cukup besar yaitu tujuh banding satu yang artinya tujuh bulan kau di dalam sini sama dengan satu bulan di luar sana!" ungkap Rong Yanxue dengan ekspresi serius.


Wu Linyan yang akan menemukan hal yang sangat hebat seperti itu selain di Kediaman Rahasia Keluarga Wu menjadi sangat terkejut.


"Benarkah? Itu sangat luar biasa karena di dalam ruang latihan khusus Keluarga Wu terdapat ruangan yang memiliki perbandingan waktu dua banding satu!" ungkap Wu Linyan dengan mata terbuka lebar.


"Itu artinya aku harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik. Aku akan berlatih Alkemia disini dan mencoba mencoba membuat beberapa pil!" ungkap Wu Linyan dengan antusias tinggi.


Rong Yanxue yang setuju dengan ide Wu Linyan pun menganggukkan kepalanya lalu membuarkan Wu Linyan mulai melatih Alkemia melalui petunjuk buku yang diberikan Wu Sheng.


Wu Linyan yang terus berlatih meskipun terus gagal dalam mengendalikan Api Pelahap dan pembentukan Pil nyatanya tak pernah sekalipun menyerah.


"Meskipun aku harus menghabiskan tanaman obat yang aku dapatkan di Gunung Tianghe dan aku beli di Menara Alkemia. Aku pasti berhasil menjadi Master Alkemia!" teriak Wu Linyan yang memacu semangatnya

__ADS_1


Usaha dan kerja keras tak pantang menyerah yang dilakukan Wu Linyan setiap hari pada akhirnya membuahkan hasil.


Wu Linyan yang akhirnya berhasil membuat Pil Penyembuhan tingkat Satu setelah puluhan kali kegagalan tertawa bahagia.


"Rong Yanxue lihatlah ini! Aku berhasil! Aku berhasil membuat Pil Penyembuhan!" teriak Wu Linyan dengan wajah ceria.


"Itu bagus sekali! Kau berhasil menjadi Master Alkemia dalam waktu satu bulan!" puji Rong Yanxue yang membuat wajah Wu Linyan memerah karena malu.


Rong Yanxue yang tak ingin Wu Linyan hanya fokus pada Alkemia tapi melupakan Kultivasinya pun memberikan peringatan kepada Wu Linyan.


"Kau telah berhasil membuat Pil Penyembuhan tingkat Satu tanpa kegagalan lagi yang artinya saat ini kau adalah Master Alkemia!" ungkap Rong Yanxue yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Wu Linyan.


"Kalau begitu kau harus lanjut membuat Pil Terobosan untuk dirimu sendiri lalu gunakan Pil itu untk melakukan terobosan!" tegas Rong Yanxue.


"Kau sekarang hanya berada di Level Bumi Menengah Tahap Tiga! Kau terlalu lemah untuk menghadapi musuhmu! Kau harus mencapai Level Bumi Akhir tingkat Tiga saat keluar dari sini!" ucap Rong Yanxue serius.


"Aku mengerti. Aku akan melakukan seperti yang kau katakan!" ucap Wu Linyan yang optimis.


Tujuh bulan berlalu, Wu Linyan yang berlatih tanpa henti mencapai target yang diinginkannya dan membawa pulang Pil Penyembuh dan Pil Terobosan tingkat Satu dalam jumlah yang cukup banyak.


"Aku telah menghabiskan semua tanaman obat yang aku miliki dan Ayahku berikan jadi aku harus memanfaatkan ini dengan baik saat kembali!" ungkap Wu Linyan.


Wu Linyan yang berpikir bahwa orang-orang yang menunggunya keluar dari Kabut Hitam telah menghilang menjadi terkejut saat Rong Yanxue memberitaunya sesuatu.


"Hmmm, sebagian besar orang telah pergi dari tempat ini karena berpikir bahwa kau mungkin sudah mati di dalam tapi ada beberapa orang yang masih menunggumu!" ucap Rong Yanxue tersenyum licik.


"Lalu bagaimana aku bisa keluar dari sini dengan aman. Aku tak ingin mati begitu cepat karena melawan musuh yang terlalu kuat!" ungkap Wu Linyan dengan wajah cemas.


"Jangan khawatir. Di antara orang-orang yang masih menunggumu salah satunya adalah orang dari Menara Alkemia. Jika dia adalah teman Ayahmu maka kau akan selamat tapi jika tidak maka kau harus mengeluarkan semua kekuatanmu untuk kabur!" ucap Rong Yanxue cuek.

__ADS_1


Wu Linyan yang tiba-tiba merasa sakit kepala dengan masalah yang tiba-tiba muncul mulai berpikir untuk membakar orang yang mengejarnya dengan Api Pelahap.


"Aku memiliki Pil Penyembuh dalam jumlah yang sangat banyak jadi aku tak perlu takut kehabisan Energi dan aku akan membakar orang yang mengejarku dengan Api Pelahap hingga hangus terbakar!" niat Wu Linyan.


Wu Linyan memilih membuat taruhan untuk nyawanya sendiri dengan berani memutuskan keluar dari Kabut Beracun.


Wu Tang yang ternyata disuruh terus menunggu Wu Linyan keluar tanpa melawan bersama beberapa orang dari Kediaman Wu yang diperintahkan Wu Feng Tu langsung berdiri saat melihat seseorang berjubah hitam keluar.


"Berhenti disana! Serahkan semua yang kau dapatkan di dalam Kabut Beracun atau aku akan membunuh dan membuang mayatmu di tengah Gunung Tianghe!" ancam Wu Tang dengan suara lantang.


Wu Sheng yang melihat Wu Tang yang menunggunya dengan tingkat Kultivasi yang jauh berbeda pun tersenyum licik.


"Kau ingin menghentikanku dengan Kultivasi itu. Apakah kau sendiri tak takut nyawamu yang akan melayang?" sindir Wu Linyan yang menatap tajam dari balik jubah hitamnya.


"Aku mungkin tak mungkin mengalahkanmu yang ada di Level Bumi Akhir tahap Tiga tapi semua Pengawalku pasti bisa melumpuhkanmu!" ucap Wu Tang percaya diri.


Wu Linyan yang merasakan bahaya pun menggigit bibir bawahnya dan menggenggam tangannya sangat erat lalu tiba-tiba Rong Yanxue menenagkan Wu Linyan yang panik.


"Tenanglah! Jangan khawatir. Lihatlah Pria yang berada di samping kirimu. Apakah dia musuh atau lawan?" tanya Rong Yanxue yang membuat Wu Linyan mengalihkan pandangannya.


Wu Linyan yang melihat Tetua Sun yang merupakan teman Ayahnya setia menunggu dirinya keluar pun tersenyum lebar.


"Kau sungguh orang yang hebat Rong Yanxue. Bagaimana kau bisa menebak bahwa Tetua Sun adalah teman ayahku?" tanya Wu Linyan penasaran.


"Itu semua karena Aura yang ada di sekitarnya tidak ikut menjadi berat ke arahmu!" jawab Rong Yanxue memainkan kipasnya.


#Bersambung#


Apakah Wu Linyan membuka jubahnya menunjukkan identitasnya lalu meminta bantuan atau mengerahkan semua kekuatannya untuk melawan Wu Tang dan pengawalnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2