Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 18. Tawaran Judi Batu


__ADS_3

“Tuan adalah orang yang memiliki penglihatan yang sangat bagus! Tidak disangka Tuan bisa mendapatkan Inti Kristal Murni dalam sekali percobaan di tempat yang tak disangka orang lain!” ungkap seorang pria paruh baya dengan senyum yang ramah.


Wu Linyan yang tidak tau identitas orang yang bicara dengannya menjadi bingung tapi tepat setelah orang tersebut menyebutkan namanya Wu Linyan merasa sangat beruntung.


“Agh, kau pasti pendatang dan tidak tau tentangku serta tempat ini jadi aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Luo Shan dan aku adalah Pemilik Toko Batu ini!” ungkap Luo Shan dengan wajah yang ramah.


“Maafkan atas ketidaksopanan Junior. Namaku Wu Linyan dan aku berasal dari Kota Tianxi! Saya hanya beruntung, Senior terlalu memuji.” jawab Wu Linyan yang tak ingin rahasianya terbongkar sambil membungkukkan tubuhnya sopan.


“Aku mengerti. Aku tertarik untuk membeli Batu Giok Hijau yang Tuan Muda Wu dapatkan. Apakah Tuan Muda Wu tidak keberatan untuk membicarakan harganya denganku?” tanya Luo Shan dengan senyum lembut.


Rong Yanxue yang merasakan niat baik dan mengetahui bahwa akan ada keuntungan yang didapatkan Wu Linyan jika setuju segera memberikan kode.


Wu Linyan yang menuruti saran Rong Yanxue pun berjalan mengikuti Luo Shan dari belakang menuju lantai dua sambil memeluk Batu Giok Hijau di tangannya.


Luo Shan yang membawa Wu Linyan ke ruangannya langsung menyuguhkan teh kepadanya dan memberikan sejumlah uang sebagai bayaran.


“Silahkan diminum dan aku akan membeli Batu Giok Hijaumu seharga saratus ribu keping emas.” Ucap Luo Shan dengan senyum pebisnis.


Wu Linyan yang mengetahui bahwa Batu Giok Hijaunya hanya bekisar puluhan ribu keping emas langsung menyipitkan matanya saat melihat tawaran yang diberikan padanya.


“Senior Luo Shan sangat murah hati. Aku akan menerima tawaran Senior dengan senang hati tapi aku merasa kurang nyaman menerima kebaikan ini begitu saja. Apakah ada yang bisa saya bantu untuk Senior?” tanya Wu Linyan dengan sorot mata yang tajam.


Luo Shan yang berpikir bahwa Wu Linyan adalah orang yang sangat polos tidak disangka akan memiliki pemikiran yang panjang pun tertawa sangat keras hingga membuat Wu Linyan menjadi bingung.


“Kau cukup cepat tanggap juga dan aku menyukainya! Aku tidak akan bertele-tele dan aku akan mengatakan yang sebenarnya padamu.” Ucap Luo Shan dengan sikap yang berubah serius.


“Kau memiliki Jurus Mata yang bagus dan aku bisa mengetahuinya jadi jangan coba untuk menipuku.” tegas Luo Shan dengan ekspresi dingin.

__ADS_1


“Tujuanku mengundang Tuan Muda Wu kemari karena ingin meminta banttuan Tuan Muda Wu untuk mewakili tempatku ini dalam Pertandingan Judi Batu di Ibukota!” jawab Luo Shan dengan sorot mata tajam.


Wu Linyan mendengar permintaan Senior Luo Shan pun terdiam sesaat lalu tiba-tiba teringat dengan Keluarga Ibunya yang tinggal di Ibukota.


‘Aku ingin pergi ke Ibukota untuk meminta bantuan kepada Keluarga Bai untuk menyembuhkan Ibu tapi tidak disangka aku akan menemukan alasan yang tepat untuk bisa pergi ke Ibukota!’ pikir Wu Linyan dengan pandangan lurus ke depan.


Luo Shan yang melihat Wu Linyan hanya diam dan tak mengatakan apapun menjadi cemas lalu memberikan penawaran dan juga keuntungan untuk bisa menarik perhatian Wu Linyan.


“Tuan Muda Wu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan meminta bantuan Tuan Muda Wu secara gratis.” Ucap Luo Shan dengan nada panik.


“Tuan Muda Wu bisa memilih Batu yang ada di Toko ini sebanyak tiga buah dan saat Tuan Muda Wu memenangkan Pertandingan itu semua hadiah akan menjadi milik anda tapi tolong berikan Pil Hitam Suci dan Piala Kemenangan padaku!” ucap Luo Shan serius.


Wu Linyan yang tidak menyangka akan mendapatkan banyak sekali keuntungan dari menerima permintaan Senior Luo Shan dengan cepat menyetujui.


Wu Linyan yang memperkuat tekadnya untuk menjadi Juara dalam Pertandingan Judi Batu memutuskan untuk melatih kemampuannya semakin baik.


‘Aku akan meningkatkan Kemampuan Matakku ke tingkat yang lebih tinggi jadi peluang bagiku memenangkan Pertandingan itu bisa semakin besar!’ pikir Wu Linyan dengan tangan terkepal erat.


Wu Linyan yang telah melihat bahwa semua Batu dengan harga termurah tak memiliki Inti Kristal Murni di dalamnya mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Wu Linyan yang terus berjalan dari satu tempat ke tempat lain nyatanya tak menemukan Batu yang memiliki Inti Krista Murni dengan jenis yang langka.


‘Hmmm, aku sudah mengelilingi lantai satu dan dua di Toko ini tapi aku hanya bisa mendapatkan Batu Kaca Giok Hijau dan Batu Kristal Merah!’ pikir Wu Linyan sedih.


Senior Luo Shan yang tidak memahami yang sedang dipikirkan Wu Linyan dapat menebak bahwa Wu Linyan tidak menemukan Batu ketiga yang diinginkannya.


Senior Luo Shan yang memiliki empat buah keranjang Batu yang baru saja datang di Ruang Bawah Tanah pun mengajak Wu Linyan ke tempat tersebut.

__ADS_1


Wu Linyan yang lagi-lagi mengikuti dari belakang menyadari bahwa ruang bawah tanah itu terlihat sangat menyeramkan karena pencahayaan yang minim dengan jalan yang sedikit licin.


“Kita sudah sampai. Silahkan masuk Tuan Muda Wu! Anda bisa memilih batu ketiga disini jika anda tidak masalah!” ucap Luo Shan dengan suara lembut.


Wu Linyan yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada dengan niat ingin tinggal mandiri pun mengaktifkan Jurus Mata miliknya.


“Jurus Mata, Penglihatan Surgawi!” ungkap Wu Linyan dengan ekspresi serius dan mata yang terbuka lebar.


Senior Luo Shan yang sangat percaya dengan semua Batu miliknya pun membuat sebuah pernyataan yang membuat Wu Linyan menyipitkan matanya setelah memeriksa semua Batu yang ada.


"Tuan Muda Wu, meskipun semua Batu yang tersimpan disini belum terorganisir tapi semua Batu ini pasti mengandung Inti Kristal Murni!" tegas Luo Shan percaya diri.


"Hmmm, benarkah? Tapi dalam penglihatanku Batu-batu ini setengahnya tak memiliki Inti Kristal Murni di dalamnya!" ucap Wu Linyan serius.


"Keempat kerajang memiliki Inti Kristal Murni pada Batu yang ada di di atas dan di bawah tapi Batu yang ada di tengah tak memiliki Inti Krital Murni sama sekali!" ucap Wu Linyan dengan sorot mata tajam.


Senuor Luo shan yang sangat terkejut dan sulit percaya dengan ucapan Wu Linyan bergegas mengambil semua batu yang ada di tengah di salah satu keranjang lalu memotongnya menjadi dua.


Seniot Luo shan yang tidak menyangka jika orang yang sangat dipercaya olehnya karena telah menjalankan bisnis dengannya selama bertahun-tahun akan menipunya.


"Sial! Beraninya dia menipuku? Br*ngsek! Aku tak akan pernah mengampuni merekla!" ucap Luo shan dengan mata memerah menahan amarah.


Senior Luo Shan yang tak ingin disebut sebagai kacang lupa kulitnya pun mengucapkan terima kasih dan berniat membiarkan Wu Linyan memilih dua Batu lagi.


"Tuan Muda Wu, sungguh keberuntungan bisa menjadikanmu sebagai teman. Jika bukan karena Tuan Muda Wu, aku sudah menderita kerugian yang besar dan tak akan pernah tau penipuan ini!" ucap Luo Shan serius.


"Silahkan ambil dua batu lainnya sebagsi ucapan terima kasihki! Mohon diterima!" ucap luo Shan tulus.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Wu Linyan akan menerima kebaikan itu atau menolaknya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2