Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 22. Bunga Api Jiwa


__ADS_3

Wu Linyan yang pergi ke Menara Formasi untuk mendapatkan uang yang didapatkannya dari Acara Lelang.


Wu Linyan yang diantar ke ruangan pribadi diberikan buku koleksi Harta Karun yang akan dilelang pada hari itu.


Di saat Wu Linyan sedang membaca katalog tersebut satu per satu tiba-tiba Rong Yanxue yang berada di dalam Kalung Gioknya keluar.


“Aku menemukan tanaman obat yang dapat memulihkan Kekuatan Jiwaku di Acara Lelang ini dan kau harus mendapatkannya untukku bagaimanapun caranya!” ucap Rong Yanxue dengan ekspresi serius.


Wu Linyan yang tidak mengerti hanya menganggukkan kepalanya dan bertekad akan mendapatkan tanaman obat yang diinginkan Rong Yanxue.


Acara Lelang berlangsung sangat ramai. Banyak orang berkumpul di Menara Formasi untuk mendapatkan Harta Karun untuk dirinya sendiri, keluarganya atau persiapan dalam Seleksi Murid Sekte Langit.


Wu Linyan yang tidak tertarik dengan apapun Harta Karun yang ada di katalog kecuali Tanaman Obat yang dibutuhkan Rong Yanxue.


“Acara Lelang selanjutnya, ini adalah Tanaman Obat Bunga Api Jiwa. Tanaman ini hanya tumbuh di tempat yang sangat panas seperti di atas Gunung Berapi Aktif!” ucap Pembawa Acara ceria.


“Tanaman Obat ini sangat langka karena hanya akan mekar seratus tahun sekali dan memiliki efek menyembuhkan atau melindungi Jiwa yang rusak!” teriak Pembawa Acara memperkenalkan Tanaman Obat yang akan dilelang.


Wu Linyan yang memfokuskan matanya pada Panggung Lelang terpana akan kecantikan Bunga Jiwa itu yang berwarna merah menyala sepergi darah.


“Ini adalah Penawarannya. Setiap Peserta boleh menawar mulai dari Sepuluh Juta Koin Emas dan peningkatan tak kurang dari Satu Juta Koin Emas!” teriak Pembawa Acara senyum lebar.


Wu Linyan yang langsung mengeluarkan papan partisipasi lelang keluar jendela mengucapkan jumlah uang yang ingin dipertaruhkan sambil menyembunyikan identitasnya.


“Lima belas Juta!” teriak Wu Linyan dengan suara datar.


Wu Linyan yang tidak menyangka jika Tanaman Obat yang diinginkan oleh Rong Yanxue memiliki peminat yang banyak membuat lelang Tanaman Obat tersebut menjadi alot.


“Tiga Puluh Juta Tael Emas!” teriak Wu Linyan dengan sorot mata tajam.


“Yap! Tiga Puluh Juta! Apakah ada yang ingin menawar lebih tinggi lagi? Aku akan menghitng sampai tiga lalu mengumumkan pemilik dari Tanaman Obat ini!” ucap Pembawa Acara dengan senyum bisnis.


Wu Linyan yang menarik nafas panjang karena harga Tanaman Obat cukup tinggi membuatnya harus mengeluarkan semua koin emas yang didapatkannya.


“Ini dia... Tak ada lagi yang ingin menawar jadi Tanaman Obat itu bisa menjadi milikku!” gumam Wu Linyan tersenyum licik.

__ADS_1


Namun harapan hanyalah tinggal harapan, seseorang yang berada di ruangan sebelahnya tiba-tiba membuat pergerakan dan membuat penawaran akan Tanaman Obat yang hampir jatuh ke tangannya.


“Aku akan menawar Tiga Puluh Lima Juta Tael Emas!”


“Empat Puluh Juta Tael Emas!”


“Empat Puluh Lima Juta Tael Emas!”


“Lima Puluh Juta Tael Emas!”


Wu Linyan yang sangat kesal karena masih ada orang yang berniat berebut Tanaman Obat yang diincar memutuskan untuk melakukan apapun untuk membantu Rong Yanxue yang telah sangat berjasa pada dirinya.


“Tujuh Puluh Juta Tael Emas!” tegas Wu Linyan dengan ekspresi kesal.


Semua Penonton dan Pembawa Acara yang senang melihat harga Tanaman Obat semakin naik yang menandakan Acara Pelelangan berjalan sukses.


“Tujuh puluh lima juta Koin Emas.


Wu Linyan yang telah menghitung semua Harta Karun miliknya memutuskan untuk menggunakan semuanya untuk memenuhi permintaan pertama Rong Yanxue.


Di saat semua orang semakin bersemangat dalam pertandingan harga tiba-tiba pembawa acara didatangi oleh seseorang lalu membisikkannya sesuatu.


“Maafkan atas ketidaknyamanan ini tapi Pemilik dari Tanaman Obat akan menentukan pembeli Bunga Api Jiwa sendiri!” ucap Pembawa Acara sambil menundakkan kepalanya sebagai tanda permintaan maaf.


“Baiklah. Acara akan kami lanjutkan. Sekarang kita akan melelang .....” ucap Pembawa Acara dengan penuh semangat.


Wu Linyan yang tidak ingin mendengarkan kalimat selanjutnya yang diucapkan langsung berdiri menuju ruangan khusus untuk menemui pemilik dari Bunga Api Jiwa.


Wu Linyan yang dibawa menuju keluar Menara Formasi berjalan menuju sebuah Taman yang dipenuhi dengan Bambu dengan semilir angin sepoi-sepoi menyejukkan.


Wu Linyan yang melihat seorang Pria Tua dengan sedang duduk meminum teh di dalam Gazebo langsung memberikan hormat.


“Kau anak muda yang sopan. Duduklah!” ucap Pria itu dengan senyum ramah.


“Terima kasih, Senior!” jawab Wu Linyan dengan ekspresi datar.

__ADS_1


“Aku adalah pemilik dari Bunga Api Jiwa itu dan aku ingin tau alasanmu ingin membelinya? Apakah kau tau cara menggunakan Bunga Api Jiwa?” tanya pria itu dengan ekspresi serius.


Wu Linyan yang berniat mengatakan kebenarannya tiba-tiba dihentikan oleh Rong Yanxue dan memberikan Wu Linyan sebuah saran.


“Berhati-hatilah. Tua Bangka itu sangatlah licik. Aku bisa mengetahuinya dari caranya bicara! Jangan terjebak dalam jebakannya!” ucap Rong Yanxue yang dibalas dengan anggukan kepala perlahan.


“Aku menginginkannya karena ada seseorang yang aku kenal membutuhkan Tanaman Obat itu untuk memperbaiki Jiwanya yang rusak. Jika aku membelinya itu berarti aku tau cara menggunakannya. Senior tidak perlu mengkhawatirkannya!” ucap Wu Linyan dengan senyum lebar.


Pria tua itu yang merasa tidak puas dengan jawaban terakhir Wu Linyan menjadi sangat kesal dan mencoba menggertak Wu Linyan tapi ternyata gagal.


“Hmmm, kau cukup sombong mengatakan itu padaku. Apakah kau lupa bahwa aku bisa saja menolak menjual Tanaman Obat itu untukmu?” tanya Pria itu dengan tatapan mata tajam.


“Itu tidak masalah. Aku bisa mendapatkannya meskipun Senior tidak jadi atau tidak mau menjualnya padaku!” ucap Wu Linyan cuek.


“Senior meletakkan Tanaman Obat itu di Acara Pelelangan lalu membatalkannya. Disebut apa Senior sebenarnya? Penipu atau tidak tau malu?” sindir Wu Linyan dengan ekspresi dingin.


Pria tua yang tidak bisa menahan emosinya dengan cepat mengeluarkan Energi Qi yang sangat besar dan menyerang Wu Linyan secara mendadak.


Wu Linyan yang telah berlatih sangat keras tanpa henti memiliki kepekaan yang sangat tinggi dan tanpa pikir panjang membuat Formasi Pertahanan untuk melindungi dirinya.


“Segel Langit Empat Arah!” teriak Wu Linyan dengan ekspresi serius yang dalam sekejap mata sebuah kubus besar melindungi dirinya.


Master Gong yang berada tak jauh dari tempat tersebut langsung berlari ke sumber suara dan menjadi sangat terkejut saat melihat Wu Linyan telah membuat Formasi untuk melindungi dirinya dari serangan.


“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Master Gong dengan suara yang meninggi.


Wu Linyan yang merasa lega dengan kedatangan Master Gong karena kepalanya berdenyut akibat mengaktifkan Formasi tingkat Dua dalam waktu yang sangat singkat.


“Master Gong! Senang melihatmu ada disini. Sepertinya tak ada yang perlu aku bicarakan lagi. Saya permisi!” ucap Wu Linyan dengan sorot mata yang tajam.


Tepat sesaat Wu Linyan melangkahkan kakinya meninggalkan Gazebo pria tua yang termenung sesaat dengan cepat menghentikan Wu Linyan.


“Tu-Tunggu anak muda...!” ucap pria itu dengan ekspresi panik.


#Bersambung#

__ADS_1


Kenapa Pemilik Tanaman Obat memanggil Wu Linyan? Apakah Tanaman Bunga Api Jiwa pada akhirnya akan menjadi milik Wu Linyan? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2