Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 19. Zhou Lian


__ADS_3

Wu Linyan yang mendapatkan keuntungan besar merasa sangat senang karena berhasil membawa pulang lima buah Inti Kristal Murni secara percuma.


“Ini sungguh tangkapan yang besar!” gumam Wu Linyan dengan wajah ceria.


Rong Yanxue yang mengikuti Wu Linyan pun ikut senang lalu mengingatkan kembali tujuan Wu Linyan keluar.


“Kau telah mendapatkan banyak uang sekarang jadi tak ada alasan untuk menunda rencana sebelumnya!” sindir Rong Yanxue dengan tatapan tajam di balik kipasnya.


Wu Linyan yang tak bisa berkutik dengan perkataan Rong Yanxue pun berjalan mencari Gedung tempat Menara Formasi berada.


Wu Linyan yang mendapatkan informasi dari Pelayan Penginapan tentang letak keberadaan Menara Formasi bergegas menuju ke tujuannya.


Namun sebelum Wu Linyan bisa sampai di Menara Formasi tiba-tiba sebuah kerumunan terlihat di depan matanya.


“Hmmm, tidak disangka ternyata Kota Chan sangat hidup hingga sering sekali warganya berkumpul untuk sesuatu!” gumam Wu Linyan dengan suara rendah.


Wu Linyan yang tak tertarik dengan kerumunan orang-orang berniat untuk meninggalkan tempat tersebut tapi tiba-tiba sebuah suara familiar terdengar menyebut namanya.


“Aku sudah memiliki Tunangan jadi jangan ganggu aku! Tunanganku adalah Wu Linyan, Tuan Muda Wu dari Keluarga Wu dari Kota Tianxi dan pria itu adalah Tunanganku!” teriak Mo Feixian dengan percaya diri.


Mo Feixian yang terjerat dalam situasi yang sulit karena tak bisa melepaskan diri dari Zhou Lian terpaksa harus memanfaatkan Wu Linyan.


‘Maafkan aku, Tuan Muda Wu. Aku mohon tolong aku!’ ucap Mo Feixian dalam hati dengan tatapan penuh harap ke arah Wu Linyan.


Zhou Lian adalah Putra Kedua dari Walikota Chan yang terlahir dari Selir yang terkenal playboy dan suka bermain dengan wanita.


Zhou Lian yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Mo Feixian memutuskan untuk menjadikan Mo Feixian sebagai wanitanya.

__ADS_1


Namun Mo Feixian yang tidak tertarik padanya meski telah mengirimkan banyak sekali hadiah membuat Zhou Lian kesal.


Zhou Lian yang merasa harga dirinya telah hancur karena ditolak seorang wanita di depan banyak orang pun mengalihkan tatapan membunuh ke arah Wu Linyan.


“Apakah kau Wu Linyan? Apakah kau sungguh Tunangan dari Nona Mo?” tanya Zhou Lian dengan ekspresi wajah marah yang tertahan dengan tangan terkepal erat.


Rong Yanxue yang melihat kelicikan Mo Feixian pun tersenyum sinis dan memberikan sindiran pedas kepada Wu Linyan.


“Hmmm, sepertinya Nona Mo sedang dalam masalah sekarang. Apakah Ibumu juga memberitaumu untuk membantu orang yang dalam kesulitan meskipun hal itu akan membuatmu dalam masalah nantinya?” sindir Rong Yanxue.


Wu Linyan yang tersinggung dengan perkataan Rong Yanxue mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar.


“Ibuku adalah oarng yang baik sehingga memberiku pesan untuk selalu membantu orang lain tapi bukan berarti menjadi orang bodoh yang dapat dimanfaatkan orang lain dengan mudah!” tegas Wu Linyan.


Zhou Lian yang kesal karena pertanyaannya dihiraukan berniat memberikan pelajaran kepada Wu Linyan tapi sebelum itu terjadi Wu Linyan yang telah membaca situasinya dengan cepat mengubah sikap orang di sekitarnya.


“Hmmm, jangan salah paham. Aku tidak berniat bertunangan ataupun menikah dengan Nona Mo jadi jika kau menginginkannya maka kau bisa mengambilnya.” Ucap Wu Linyan cuek.


Meskipun Zhou Lian adalah seorang Playboy tapi dirinya dapat mengetahui orang yang jujur dan berbohong dengan Tekhnik Mata miliknya.


Zhou Lian yang tidak menyangka dirinya hampir saja membuat musuh hanya karena seorang wanita merasa bersalah pada Wu Linyan.


“Seorang Pria yang menyukai hal yang indah bukanlah hal yang salah tapi tertutup mata karena hal yang indah adalah kejahatan!” ucap Zhou Lian yang telah menjadi tenang.


“Namaku adalah Zhou Lian, Putra Kedua dari Walikota Chan. Aku harap kita bisa menjalin hubungan baik di masa depan!” ucap Zhou Lian sambil tersenyum.


Wu Linyan yang tau jika memiliki banyak teman jauh lebih baik daripada memiliki musuh dengan senang hati menerima tawaran Zhou Lian.

__ADS_1


“Senang bertemu denganmu, Tuan Muda Zhou Lian!” ucap Wu Linyan sopan.


Sementara itu, Mo Feixian yang wajahnya memerah yang tak tau disebabkan karena marah atau malu meninggikan suaranya pada Wu Linyan di hadapan banyak orang.


“Wu Linyan!” teriak Mo Feixian dengan tangan terkepal erat.


Wu Linyan yang tidak peduli dengan teriakan protes dari Mo Feixian bersiap untuk pergi dan meninggalkan Mo Feixian menyelesaikan masalahnya sendiri.


“Tuan Muda Zhou, maafkan aku. Aku masih ada urusan lain jadi aku permisi!” ungkap Wu Linyan sopan yang dibalas dengan anggukan singkat oleh Zhou Lian.


Tepat setelah kepergian Wu Linyan, Zhou Lian yang kesal pun membalikkan tubuhnya menatap Mo Feixian.


Zhou Lian yang tidak menyangka jika Mo Feixian sengaja mencari alasan untuk menolaknya di depan umum menjadi kesal.


“Dasar wanita j*lang! Beraninya kau menipuku! Apa kau pikir kecantikanmu sungguh dapat menghancurkan Daratan ini?” sindir Zhou Lian dengan tatapan mata yang tajam dan niat membunuh yang besar.


Zhou Lian yang ingin memberikan Mo Feixian pelajaran karena telah mempermainkan dirinya terpaksa harus menahan diri saat dirinya melihat Kakak Pertamanya, Zhou Zhan, terlihat dari kejauhan.


“Hmmm, aku akan melepaskanmu sekarang tapi tidak ada lain kali. Jangan sampai aku melihatmu atau kau akan menghadapi kemarahanku!” ancam Zhou Lian dengan niat membunuh.


Mo Feixian yang dibesarkan dengan sendok emas dan selalu diperlakukan bagaikan Seorang Putri untuk pertama kalinya merasa bahwa nyawanya bisa saja menghilang.


Mo Feixian yang menguatkan tekadnya memutuskan untuk tidak akan pernah mau bertemu dengan Zhou Lian lagi.


#Bersambung#


Apakah Wu Linyan berhasil menemukan Menara Formasi? Apa yang sebenarnya sedang menunggu Wu Linyan di masa depan? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2