
Wu Linyan yang tidak menyangka akan mendapatkan tawaran dari Ketua Sekte memasang wajah terkejut dan mematung di tempatnya.
Wu Linyan yang kesulitan menjawab akhirnya sadar kembali saat mendengar sebuah suara di dalam kepalanya.
"Jangan takut! Kakek Guru akan selalu melindungimu apapun jawabanmu, Yan'er!" ucap Ketua Dong sambil tersenyum ramah.
Wu Linyan yang mengingat ucapan Nu Pong dan Nu Ping yang dicuri dengar olehnya langsung membungkukkan tubuhnya memberi hormat.
"Murid memberi hormat kepada Kakek Guru!" ucap Wu Linyan dengan suara yang keras yang secara sadar membuat semua orang bersorak-sorai.
"Pilihan yang bijak, Yan'er!" jawab Ketua Wang sambil menepuk pelan pundak Wu Linyan.
'Aku sudah memiliki Rong Yanxue sebagai Guruku tapi aku tak bisa menolak niat baik Kakek Guru yang ingin menolong dan melindungiku dari semua musuh!' pikir Wu Linyan dengan ekspresi serius.
Wu Linyan yang kembali ke tempatnya setelah menerima sebuah token dari Ketua Dong langsung mendapatkan ucapan selamat dari orang banyak.
"Selamat Tuan Muda Wu untuk keberhasilanmu. Kau sangat hebat!"
"Benar sekali! Aku sudah menduganya bahwa anda akan berhasil. Anda sangat keren. Selamat ya..!"
Wu Linyan yang tak ingin disebut sombong menerima ucapan selamat itu dengan santai dan menjawabnya dengan sopan.
__ADS_1
Wu Linyan yang merasakan sedikit bahagia mendengar pujian untuk dirinya nyatanya membuat tembok besar pada hatinya untuk memberikan batasan agar dirinya tak terluka kembali.
Wu Linyan yang menyadari bahwa ucapan selamat yang diterimanya hanyalah kata-kata kosong yang ingin mengambil keuntungan saat dirinya lengah sebentar saja.
Sementara itu, Wu Tang yang melihat Wu Linyan semakin bersinar menjadi sangat kesal dan mengepalkan tangannya sangat erat.
Mo Feixian yang melihat ekspresi Wu Tang menjadi semakin khawatir tapi sayang kekhawatirannya diabaika begitu saja.
"Kakak Tang....!" panggil Mo Feixian sambil mengangkat tangannya yang ingin meraih Wu Tang.
Wu Tang yang berbalik arah menjauh dari kerumunan orang-orang dengan sangat cepat dan meninggalkan Mo Feixian yang mengejarnya.
"Kemana perginya Kakak Tang? Aku harap dia baik-baik saja." ucap Mo Feixian dengan wajah yang sedih dan kepala tertunduk khawatir.
"Guru, murid memberi salam!" ucap Wu Tang dengan sopan.
Ketua Ang yang telah menyerah pada Wu Tang hanya menjadikannya sebagai bidak caturnya yang dapat digunakan dan dibuat kapan saja.
Ketua Ang yang selalu kesulitan mengendalikan ekspresi wajah dan nada suaranya setelah Keluarga Wu dimiliki kembali oleh Wu Shanghe membuat Wu Tang menjadi semakin membenci Wu Linyan.
"Ada apa kau menghubungiku? Apakah kau punya informasi yang penting?" tanya Ketua Ang dengan nada suara yang terdengar cuek.
__ADS_1
"Murid hanya ingin memberitau bahwa Seleksi Murid Sekte Langit tahun ini sangatlah ketat tapi meskipun begitu orang yang mendaftar semakin banyak!" ucap Wu Tang dengan kepala tertunduk.
Ketua Ang yang tak ingin mendengarkan informasi yang tidak penting dan meyakini bahwa Wu Tang adalah pengganggu yang membuang waktunya yang sangat berharga menjadi kesal.
"Apa kau menghubungiku hanya ingin memberitauku hal ini? Kalau benar maka kau telah membuang waktu saja!" teriak Ketua Ang kesal.
Wu Tang yang melihat sikap Ketua Ang yang sangat berbeda padanya menjadi ikut emosi dan mengangkat tangannya ingin melemparkan alat komunikasi yang ada di tangannya.
Namun Wu Tang yang mengetahui bahwa alat itu sangat berharga pun mengurungkan niatnya dan menyimpan kembali alat tersebut lalu kembali ke kerumunan Peserta.
Sesi Ujian Pertama yang dihadiri banyak sekali peserta dari berbagai tempat membuat Seleksi Pertama membutuhkan waktu dua hari untuk selesai dengan hasil yang mengejutkan.
Ujian Bakat Menara Batu nyatanya berhasil menyingkirkan seperempat dari jumlah Peserta yang mendaftar untuk menjadi Murid Sekte Langit.
Sesi Pertama nyatanya juga membuat Sekte Langit menemukan bakat baru dan bakat khusus sehingga tak sedikit Peserta yang berhasil lolos dan menjadi Murid Inti dari Master, Tetua dan Ketua Sekte Langit.
Di sisi lain, Wu Linyan yang telah resmi menjadi Murid Sekte Langit dan Murid Inti dari Ketua Sekte, Wu Linyan mendapatkan Kediaman Pribadi untuknya.
Namun saat dirinya masuk, Wu Linyan menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan dan memutuskan segera melakukan sesuatu.
"A-Apa ini?" teriak Wu linyan dengan ekspresi terkejut dan mata yang terbuka lebar.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang sebenarnya ditemukan Wu Linyan? Kediaman siapa yang ditempati oleh Wu Linyan? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..