Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 28. Putri Yang Xuelin


__ADS_3

Wu Linyan yang mendapatkan bantuan dari Rong Yanxue akhirnya berhasil menerobos hingga ke Level Langit tingkat Satu hanya dalam waktu tiga hari.


Wu Linyan yang merasa jika tubuhnya semakin ringan dan bertenaga menyadari perbedaan antara Kultivator Level Bumi dan Kultivator Level Langit.


“Apakah ini kekuatan yang dimiliki oleh Kultivator Level Langit? Tidak disangka ini sungguh berbeda!” ucap Wu Linyan dengan wajah bahagia.


“Ini belum seberapa. Kau akan merasakan kekuatan yang lebih besar saat kau berada di Level Dewa!” ucap Rong Yanxue dengan wajah serius.


Wu Linyan yang tidak pernah mendengar orang berhasil mencapai Level di atas Surgawi selain Ayahnya menjadi pesimis saat mengetahui tentang Level Dewa.


“Kau tak perlu memasang wajah seperti itu. Orang yang berada di Level Dewa bukanlah orang biasa karena dia harus menghadapi Petir Malapetaka Sembilan Kali karena telah menentang Hukum Alam!” ucap Rong Yanxue serius.


“Apakah ada orang yang berhasil mencapai Level tersebut, Rong Yanxue?” tanya Wu Linyan penasaran.


“Ada! Hanya satu orang tapi aku tak seorangpun pernah melihatnya lagi tepat setelah satu hari dirinya mencapai Level Dewa!” tegas Rong Yanxue.


Wu Linyan yang menjadi semakin penasaran ingin sekali mengetahui identitas orang tersebut tapi Rong Yanxue langsung mengalihkan pembicaraan seolah tak ingin membahas tentang itu lebih dalam lagi.


Wu Linyan yang tak punya pilihan lain dan tak ingin memaksa Rong Yanxue pun mengalah lalu keluar menjemput hadiahnya.


Wu Linyan yang memutusakan untuk pergi ke Paviliun Senjata menjadi sangat terkejut dengan perlakuan orang-orang padanya.


Semua orang yang mengetahui bakat Wu Linyan sangatlah besar dan menyadari akan status Wu Linyan langsung mencoba mengambil hatinya.


Wu Linyan yang memiliki prinsip lebih baik memiliki banyak teman daripada musuh memilih untuk tetap tersenyum hingga bibirnya keram yang membuat Rong Yanxue melihat itu menyindirnya.

__ADS_1


“Sepertinya saat ini kau menjadi orang yang sangat populer. Apakah kau ingin mengencani salah satu gadis cantik itu?” sindir Rong Yanxue saat melihat Wu Linyan yang didekati banyak wanita cantik dan seksi.


‘Hah! Akan sangat bagus jika aku bisa melakukan itu tapi apa yang bisa aku lakukan. Kau pasti akan muncul dan melihat apa yang aku lakukan. Menyadari ada orang yang akan mengawasimu setiap saat membuatku berpikir ulang!’ ucap Wu Linyan dalam hati dengan wajah canggung.


“Apa yang kau katakan Rong Yanxue? Aku masih memiliki hal lain yang lebih penting jadi aku akan mengesampingkan masalah itu sekarang!” jawab Wu Linyan tegas.


Di saat Wu Linyan kesulitan untuk menghindar dan keluar dari kerumunan orang yang mengelilinginya tiba-tiba terdengar suara seorang wanita.


“Dasar wanita-wanita m*rahan! Menggunakan kecantikan dan tubuh untuk mencapai tujuannya!” sindir seorang wanita muda dengan tangan terlipat di dada.


Wu Linyan yang tidak mengenali wanita yang bicara dengan kata-kata kasar itu hanya terdiam di tempat dan merasa sedikit lega saat orang-orang yang mengelilinginya membuat jarak.


Wu Linyan yang kesulitan mengenali wajah seseorang karena ingatannya yang buruk akhirnya menyadari identitasnya setelah mendengar beberapa orang di sekitarnya bicara.


‘Hmmm, Putri Pertama! Jadi dia adalah salah satu Putri dari Kaisar Yang yang mendaftar sebagai Murid Sekte Langit!’ pikir Wu Linyan dengan wajah datar.


Kaisar Rong Yang yang mengubah nama Keluarganya tepat setelah kejadian besar beberapa tahun lalu ketika dirinya menaiki Takhta pun mengubah Marganya menjadi Yang.


Oleh karena itu baik Pangeran dan Putri di Kekaisaran di Dinasti Yuan bermarga Yang bahkan Kaisar pun mengubah namanya menjadi Yang Li.


“Kau tak perlu bersikap terlalu formal padaku. Kita adalah sama. Kita adalah Murid di Sekte Langit! Panggil saja aku Xuelin!” ucap Putri Yang Xuelin dengan senyum ramah.


Wu Linyan yang tak ingin berdebat dengan cepat mengubah cara bicaranya mengikuti permintaan Putri Pertama.


Wu Linyan yang tak ingin menghabsikan waktunya untuk hal yang tidak penting menginga sudah tak ada lagi orang yang mengganggunya memutuskan untuk bergegas ke tujuan utamanya.

__ADS_1


“Maafkan ketidaksopananku tapi aku sungguh harus pergi sekarang, Xuelin!” ucap Wu Linyan sopan.


“Apa kau ingin pergi ke Paviliun Senjata? Apakah aku boleh ikut denganmu? Kebetulan sekali aku belum pergi kesana!” ucap Yang Xuelin dengan wajah menyesal.


Wu Linyan yang terlahir dari Putra orang terkuat di Daratan Yuan sudah sangat mengetahui arti dari ekspresi wajah orang-orang yang ada di sekitarnya.


Wu Linyan yang bisa mengetahui bahwa Yang Xuenli sengaja menunggunya dengan niat pergi bersamanya memutuskan mengikuti permainan dari Yang Xuelin.


“Tentu saja. Ayo kita pergi!” jawab Wu Linyan yang dibalas dengan senyum bahagia dari Yang Xuelin.


Wu Linyan yang tak tau lokasi Paviliun Senjata berhasil sampai dalam waktu sepuluh menit karena panduan dari Yang Xuelin.


“Ini adalah Paviliun Senjata. Apakah kita akan masuk sekarang?” tanya Yang Xuelin sambil tersenyum yang dibalas anggukan ringan.


Wu Linyan yang melihat seorang pria tua dengan jenggot putih sedang duduk bersantai di kursinya sambil berkipas dengan kipas bambu.


Yang Xuelin yang maju pertama kali menunjukkan Token miliknya dan menyatakan keinginannya dengan percaya diri.


“Aku ingin memilih senjata. Berikan aku kunci masuknya!” ucap Yang Xuelin dengan sorot mata yang tajam.


Tetua Choi yang berhenti berkipas lalu melirik ke arah Yang Xuelin yang ada di sampingnya dan hanya dalam sekejap mata Yang Xuelin berlutut di lantai dengan wajah yang pucat.


“Kesombongan akan menghancurkan dirimu secara perlahan dan menimbulkan Iblis Hati di dalam diri!” ucap Tetua Choi yang kembali pada sikapnya sebelumnya.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang sebenarnya terjadi pada Putri Yang Xuelin? Apa maksud ucapan dari Tetua Choi? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2