
Wu Linyan yang menghentikan langkahnya tidak langsung berbalik arah sehingga membuat pria tua itu berlari mengejarnya.
“Tu-tunggu! Apakah kau juga adalah Seorang Master Formasi?” tanya Pria itu dengan wajah terkejut tak percaya.
Pria itu yang terdiam menyadari ketidaksopanannya setelah melihat reaksi Wu Linyan yang tidak senang dengan cepat mengubah sikapnya.
“Maafkan ketidaksopananku! Namaku Huo dan kau bisa memanggilku Senior Huo. Aku bukan tidak ingin menjual Bunga Api Jiwa tapi aku ingin membuat penawaran karena Bunga Api Jiwa adalah Harta Karun Keluargaku!” ucap Senior Huo dengan ekspresi sedih.
Wu Linyan yang berniat pergi menghentikan niatnya dan memutuskan untuk mendengarkan permintaan Senior Huo lalu meminta semuanya menjauh.
Wu Linyan mengetahui bahwa Senior Huo melakukan sesuatu pada wajahnya dari Rong Yanxue.
“Aku bisa mendengarkan yang ingin Senior katakan tapi tak akan ada penawaran tanpa kejujuran!” tegas Wu Linyan dengan ekspresi wajah serius.
Senior Huo yang menyadari bahwa penyamarannya telah ketahuan pun tersenyum miris lalu meminta Wu Linyan berpindah tempat yang lebih privasi dan disetujui Wu Linyan.
Keduanya yang pergi ke ruang VIP tempat Wu Linyan mengikuti Acara Lelang dengan cepat mengubah suasana ruangan itu menjadi berat setelah keduanya hanya tinggal berdua.
Senior Huo yang tak ingin berbohong lagi karena situasinya yang mendesak melepaskan topeng yang dipasangnya dan menunjukkan wajah aslinya.
Wu Linyan yang tidak menyangka jika wajah pria tua yang ada di depannya ternyata memiliki wajah asli dengan umur yang sama dengannya.
“Namaku Huo Chen. Aku adalah Putra Pertama Keluarga Huo dari Kota Ning.” Ucap Huo Chen memperkenalkan dirinya.
“Aku akan memberikan Bunga Api Jiwa ini kepadamu asalkan kau bersedia menyelamatkan adik perempuanku!” ucap Huo Chen yang berlutut di depan Wu Linyan.
__ADS_1
Wu Linyan yang tidak menyangka jika Huo Chen akan berlutut di hadapannya menjadi sangat terkejut dan dengan cepat membantu Huo Chen untuk berdiri kembali.
Wu Linyan yang tidak mengerti maksud ucapan Huo Chen dengan tenang mendengarkan cerita tentang Keluarga Huo.
“Adikku adalah Seorang Master Formasi pertama dalam Keluarga Huo. Oleh karenanya semua hal terbaik diberikan kepadanya dengan tujuan dapat memberikan kejayaan untuk Keluarga Huo tapi sesuatu terjadi...!” ucap Huo Chen yang terdiam sambil menggigit bibir bawahnya.
“Adikku tiba-tiba masuk ke dalam alam bawah sadarnya dan dirinya tersegel hingga tak bisa mengembalikan kesadarannya!” ucap Huo Chen sedih.
“Kami telah melakukan banyak hal untuk membuatnya sadar tapi semuanya sia-sia hingga kami mengetahui bahwa hanya Master Formasi Pikiran yang bisa melepas segel tersebut!” ucap Huo Chen sambil mengepalkan tangannya erat.
“Kami mengetahui hanya Tuan Wu Sheng yang bisa melakukan itu karenanya kami melakukan perjalanan untuk menemuinya tapi semua sia-sia saat kabar hilangnya Tuan Wu Sheng menyebar tapi...” ucap Huo Chen yang mengangkat kepalanya sambil menatap Wu linyan.
“Tapi saat aku melihatmu membuat Formasi hanya dengan pikiranmu secercah harapan muncul. Saya mohon Master! Tolong! Tolong selamatkan adikku!” ucap Huo Chen yang kembali berlutut di hadapan Wu Linyan.
Wu Linyan yang kebingungan karena tak tau harus menjawab apa mengalihkan pandangannya pada Rong Yanxue yang hanya diam sejak awal.
Wu Linyan yang hanya dapat percaya pada Rong Yanxue pun menarik nafas panjang lalu menjawab tanpa ragu.
“Aku akan mencoba membuka segel Adikkumu Tuan Huo tapi aku tak menjami bahwa aku bisa melakukannya karena aku hanyalah Master Formasi tingkat Dua!” ucap Wu Linyan gugup.
Huo Chen yang sangat gembira dengan jawaban Wu Linyan dengan cepat berdiri dan memegang tangan Wu Linyan dengan wajah ceria.
Wu Linyan yang menjelaskan situasinya membuat Huo Chen membuat keputusan lain untuk Adiknya.
“Aku mengerti bahwa Master memiliki tujuan tersendiri datang kemari. Oleh karena itu, aku akan membawa Adikku kemari dan Master bisa mengobatinya disini!” ucap Huo Chen dengan optimis yang tinggi.
__ADS_1
Wu Linyan yang tidak ingin menghalangi niat seorang Kakak yang ingin menyembuhkan Adiknya pun mengangguk pelan.
Huo Chen yang percaya pada Wu Linyan langsung memberikan Bunga Api Jiwa bahwa sebelum pengobatan dimulai.
Wu Linyan merasa tidak nyaman memberikannya dua puluh kertas Formasi tingkat Satu dan dua botol Pil kepada Huo Chen.
“Aku tidak bisa menerima sesuatu sebelum melakukan sesuatu jadi sebagai imbalannya aku akan memberikan ini sebagai tanda bahwa kesepakatan terjalin!” ucap Wu Linyan tersenyum.
Huo Chen yang sangat bersyukur dengan pemberian Wu Linyan menerima semuanya karena menyadari bahwa pemberian Wu Linyan dapat digunakan untuk biaya akomodasi pemindahan Adiknya ke Kota Chan.
Wu Linyan yang kembali ke Penginapan setelah mendapatkan uang dari Penjualan Inti Kristal Murni di Acara Pelelangan langsung menyerahkan Bunga Api Jiwa kepada Rong Yanxue.
“Aku harus menyerap semua khasiat dari Bunga Api Jiwa ini jadi aku akan tertidur sementara waktu jadi kau harus bisa melindungi dirimu. Jangan lupa untuk terus berhati-hati!” ucap Rong Yanxue serius.
“Aku mengerti. Percayalah padaku tapi berapa lama kau akan tertidur kali ini?” tanya Wu Linyan dengan wajah cemas.
“Aku akan tertidur selama satu minggu. Oleh karena itu, aku tak bisa membantu dalam Seleksi Peneriamaan Murid Sekte Langit!” ucap Rong Yanxue menyesal.
Wu Linyan yang tak ingin menghambat Rong Yanxue menyembuhkan jiwanya lalu menemukan tubuhnya secepat mungkin memasang wajah serius dan percaya diri.
Rong Yanxue yang sangat bangga pada Wu Linyan yang semakin hari menjadi semakin dewasa langsung masuk ke dalam Kalung Batu Giok miliknya.
Wu Linyan yang tidak diam saja selama Rong Yanxue tak ada mempersiapkan dirinya untuk mengikuti Seleksi keesokan harinya.
“Aku harus bisa menjadi Murid Sekte Langit dan membuat Rong Yanxue bangga padaku!” ucap Wu linyan dengan tekad yang kuat.
__ADS_1
#Bersambung#
Bagaimana Seleksi Penerimaan Murid Sekte Langit keesokan harinya? Akankah Seleksi tersebut mengalami perubahan sistem? Tebak jawabannya di kolom komentarya...