Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 6. Pintu Rahasia


__ADS_3

Wu Linyan yang masuk ke dalam Kabut Beracun setelah menelan Pil yang ditinggalkan Wu sheng untuknya berjalan menyusuri Hutan bersama Rong Yanxue.


Rong Yanxue yang bisa merasakan keberadaan Api Pelahap dan harta karun lainnya menunjukkan jalannya kepada Wu Linyan.


Keduanya yang terjalan lurus ke depan akhirnya sampai di sebuah Area dimana tidak ada lagi Kabut Beracun disana tapi sebagai gantinya sebuah batu yang sangat besar berdiri dengan kokoh di hadapan keduanya.


"Tempat ini tak di kelilingi Kabut Beracun lagi?" ungkap Wu Linyan yang merasa aneh dengan sekitarnya.


"Kau benar dan sudah dapat dipastikan bahwa reruntuhan kuno tempat Api Pelahap berada di sekitar sini!" tegas Rong Yanxue yang dapat merasa jika Api Pelahap ada di dekat mereka.


Namun setelah mencari ke beberapa tempat hingga berputar-putar berkali-kali keduanya tak melihat adanya reruntuhan kuno.


Wu Linyan yang memiliki kesabaran setipis tisu dengan cepat menjadi kesal dan menumpahkan kemarahannya pada Rong Yanxue yang membuat Rong Yanxue ikut menjadi kesal.


"Apa ini? Kau bilang akan ada Reruntuhan Kuno dan Api Pelahap di sekitar sini tapi nyatanya tak ada apapun sejauh mata memandang!" ucap Wu Linyan yang protes karena lelah terus berjalan tapi tak menemukan apapun.


"Dasar bocah bodoh! Kau terlalu dimanja dengan semua fasilitas yang diberikan Ayahmu makanya saat menemukan jalan buntu kau dapat dengan mudah menyalahkan orang lain padahal itu adalah ketidakkompetenanmu!" ungkap Rong Yanxue dengan tatapan mata merendahkan.


Wu Linyan yang langsung terkena serangan mental karena semua yang diucapkan Rong Yanxue adalah kebenaran hanya bisa menahan kesalnya sendiri.


Rong Yanxue yang tidak bisa menyalahkan Wu Linyan karena Wu Sheng nyatanya adalah orang yang telah membuat Putranya menjadi manja.


"Hah! Sebaiknya kau mengamati sekitarmu dan cari petunjuk atau cari tau yang tertulis di batu itu mungkin saja itu adalah petunjuk menemukan reruntuhan kuno!" sindir Rong Yanxue dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Wu Linyan yang tak punya pilihan lain pun memilih mencaritau arti tulisan yang ada di batu besar yang secara tak terduga tulisan di batu tersebut berubah saat Wu Linyan menyentuhnya.


"A-Apa yang terjadi? Kenapa tulisannya berubah? Tu-Tunggu! Aku tau yang tertulis disana karena Ayahku pernah mengajariku tentang tulisan ini!" ungkap Wu Linyan dengan wajah ceria.


Wu Linyan yang langsung dapat memahami arti dari tulisan tersebut dengan sangat cepat langsung memberitau Rong Yanxue.


"Kita tidak bisa masuk sekarang. Kita harus menunggu sampai besok pagi karena jalan menuju Reruntuhan Kuno akan terbuka saat mata hari terbit!" ungkap Wu Linyan percaya diri.


"Kalau begitu tak ada pilihan lain. Kita akan bertahan disini malam ini jadi siapkan kayu bakar untuk menghangatkan tubuh di malam hari!" ucap Rong Yanxue dengan nada suara yang dingin.


Wu Linyan yang menuruti perkataan Rong Yanxue pun membuat kayu bakar lalu berjalan ke sekitarnya mencari sesuatu untuk dimakan.


Namun Kabut Beracun yang mengelilingi Hutan itu membuat tak satu pun Hewan Buas bisa hidup dan Pohon yang menghasilkan buah yang aman dikonsumsi pun ikut tak ada karena tanah di Hutan itu telah tercampur dengan racun sehingga membuat Wu Linyan harus menahan lapar semalaman.


Rong Yanxue yang tak peduli memilih beristirahat di dalam Kalung Giok membiarkan Wu Linyan di luar sendirian menatap bintang di langit.


Wu Linyan yang sangat merindukan kehangatan keluarga yang dirasakannya sebelumnya menjadi sangat sedih sehingga bertekad untuk bisa menjadi semakin kuat secepatnya.


"Aku harus bisa! Aku pasti bisa! Tunggu aku Ayah dan Paman, Linyan pasti akan membawa kalian pulang!" gumam Wu Linyan dengan ekspresi sedih lalu tertidur.


Keesokan paginya, Rong Yanxue yang melihat matahari sudah mulai muncul bergegas membangunkan Wu Linyan yang tertidur nyenyak.


"Cepatlah bangun atau kau akan kehilangan kesempatan untuk menemukan Harta Karun itu!" teriak Rong Yanxue di telingat Wu Linyan yang membuat Wu Linyan menjadi kaget.

__ADS_1


Wu Linyan yang kaget langsung berdiri dan mengangkat pedangnya lalu mengibaskannya ke kiri dan ke kanan secara sembarangan kemudian saat sadar bahwa tak ada apapun Wu Linyan menjadi kesal.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengagetkan orang seperti itu?" teriak Wu Linyan protes.


"Itu adalah salahmu sendiri. Kenapa kau tidak seperti Kebo?" sindir Rong Yanxue dengan tawa bahagia melihat Wu Linyan kesal tapi tak bisa melakukan apapun.


Di saat keduanya bertengkar, matahari pun mulai muncul dari belakang batu besar kemudian sebuah cahaya muncul dari tengah batu ke tanah.


Matahari yang semakin naik ke atas membuat cahaya yang keluar dari batu besar ikut bergerak hingga sampai pada sebuah batu kecil yang tersembunyi di balik semak-semak.


Tak lama setelah itu tanah yang ada di bawah kaki Linyan bergerak lalu menunjukkan sebuah lubang besar di bawah tanah lalu puluhan anak tangga muncul menunjukkan jalan ke bawah tanah.


Wu Linyan yang tak pernah melihat hal tersebut seumur hidupnya merasa semakin bersemangat lalu Wu Linyan masuk ke dalam tanah dengan perlahan dan hati-hati.


Lalu saat keduanya telah turun dari anak tangga langsung menginjakkan kakinya di tanah yang datar lalu tiba-tiba lubang besar yang menjadi jalan masuk Wu Linyan tertutup sendiri dan lorong yang gelap gulita berubah menjadi sangat terang.


Rong Yanxue yang bisa merasakan Api Pelahap dan harta karun lainnya sangat dekat meminta Wu Linyan untuk menyusuri lorong tersebut.


"Cepaf masuk! Lurus di depan harta karun yang kau cari berada!" ungkap Rong Yanxue dengan pandangan lurus ke depan.


#Bersambung#


Apa yang telah menunggu Wu Linyan di ujung lorong? Akankah Wu Linyan mendapatkan Harta Karun yang diinginkannya? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2