Legenda Naga Emas

Legenda Naga Emas
BAB 25. Tes Bakat Menara Batu


__ADS_3

Master Zhixia yang bertanggungjawab dalam Seleksi di Sesi Pertama menjelaskan tentang Menara Batu yang ada di sampingnya.


“Sesi Pertama dalam Seleksi ini adalah Ujian Bakat dimana kalian akan mengalirkan Energi Qi ke Menara Batu dan yang lolos hanyalah orang yang bisa mencapai Kultivasi Level Surgawi ke atas!” ucap Master Zhixia.


Menara Batu dapat melihat tingkat Kutivasi seseorang di masa depan menunjukkan warna berbeda di setiap Level. Level tersebut terdiri dari Bumi, Langit, Surgawi, Immortal, Abadi, dan Dewa dengan warna yang terdiri dari warna merah, biru, hijau, kuning, ungu, dan hitam.


Semua peserta yang merasa bahwa seleksi tersebut sangatlah sulit secara kompak melakukan protes dengan harapan akan ada perubahan.


“Tidak mungkin! Apa kalian ingin menghancurkan mimpi kami semua!”


“Aku sudah pergi sangat jauh dengan perjalanan mencapai satu bulan lamanya. Bagaimana bisa tesnya begitu sulit seperti ini?”


“Ini tidak bisa dibiarkan! Tes ini hanya bisa dilewati oleh mereka yang memiliki dukungan dari Keluarganya! Sungguh tidak adil!”


Master Zhixia yang sangat kesal dengan kata-kata yang dilontarkan dari orang-orang bodoh yang tak memiliki kemampuan tapi sangat suka bicara pun memasang wajah penuh emosi.


Master Zhixia yang dengan sengaja mengeluarkan Energi Qi dari satu hentakan kakinya membuat semua peserta terdiam ketakutan.


“Jangan banyak bicara dan maju ke depan! Tunjukkan bakatmu atau pergi dari sini!” tegas Master Zhixia dengan suara lantang.


“Sekte Langit tidak menerima Murid pemalas yang hanya modal bicara tapi tak memiliki kemampuan apapun!” ucap Master Zhixia dengan sorot mata yang tajam.


Master Zhixia yang sengaja menakuti semua Peserta demi mendapatkan orang-orang yang memiliki mental kuat untuk bisa menjadi bagian dari Sekte Langit menjadi tersenyum dengan hasilnya.


Semua Peserta yang merasa tidak percaya diri dan khawatir akan dipermalukan dengan cepat mundur dari Seleksi dan memutuskan untuk mengikuti Seleksi tahun depan.


Di sisi lain Wu Linyan yang tau jika Guru di Sekte Langit memiliki kemampuan yang sangat tinggi menjadi semakin tertantang saat merasakan kekuatan yang dimiliki oleh Master Zhixia.


“Aku tidak boleh mempermalukan Ayah! Aku harus bisa lolos dan menjadi Murid Sekte Langit!” ucap Wu Linyan dengan sorot mata tajam.


Master Zhixia yang bertugas sebagai juri memberikan arahan kepada Peserta dan memberikan pengumuman tentang hasil Sesi Pertama.


“Warna hijau! Wu Tang dari Kota Tianxi lolos!”


‘Warna hijau! Zhuo Lian dari Kota Chan lolos!”

__ADS_1


Warna hijau! Hong Chen dari Kota Ning!”


Wu Linyan yang melihat satu per satu lolos dalam Seleksi Sesi Pertama menjadi semakin terpacu untuk menunjukkan semua kemampuannya.


Wu Linyan yang kemudian naik ke atas panggung saat namanya dipanggil nyatanya menarik perhatian semua orang.


"Apakah di Wu Linyan? Putra dari Tuan Besar Wu Sheng, Kultivator terkuat di Daratan ini!" ucap beberapa orang berbisik.


Wu Linyan yang merasakan pandangan semua orang tertuju padanya merasa gugup meskipun dirinya selalu mengalami itu saat dirinya bersama kedua orang tuanya tapi tetap saja perasaan tidak nyaman itu selalu datang.


Wu Linyan yang tak ingin melakukan kesalahan dan mempermalukan Ayah dan Keluarganya mencoba menenangkan dirinya.


Wu Linyan yang menarik nafas panjang sambil menutup mata pun membuka matanya dengan keyakinan kuat untuk menjadi yang terkuat.


Wu Linyan yang meletakkan tangannya di Menara Batu kembali memejamkan matanya lalu memfokuskan dirinya untuk mengalirkan Energi Qi dari ketiga belas titik Meridiannya.


Wu Linyan yang tidak melihat apapun karena matanya tertutup nyatanya berhasil membuat semua orang yang melihat berdecak kagum.


Energi Qi yang memenuhi Menara Batu perlahan berubah warna dalam kecepatan yang stabil sehingga membuat semua orang fokus pada Seleksi Wu Linyan.


"Yan'er!" panggil Ketua Dong dengan mata yang berbinar penuh harap.


Wu Linyan yang berpikir bahwa itu adalah Seleksi Uji Bakat biasa langsung membuka matanya lebar saat Energi Qi miliknya diserap oleh Menara Batu.


"Ada apa ini? Kenapa tanganku tak bisa ditarik dari Menara Batu?" gumam wu Linyan dengan wajah cemas.


"Gawat! Aku harus menarik tanganku atau aku akan jatuh pingsan karena kehabisan Energi Qi!" umpat Wu Linyan dengan wajah kesal.


Di saat Wu Linyan mencemaskan dirinya yang bisa saja kehabisan Energi Qi, Wu Tang yang melihat ujian Wu Linyan menjadi semakin iri.


"Bagaimana bisa? Kenapa dia selalu lebih baik dariku?" tanya Wu Tang dengan tangan terkepal erat dengan ekspresi wajah emosi.


Mo Feixian yang melihat Wu Tang marah menjadi sangat khawatir tapi tak bisa mengatakan apapun karena dirinya pun ikut terkejut tak percaya pada tes yang dilakukan Wu Linyan.


"Apakah ini semua karena dia adalah Putra dari Orang Terkuat di Daratan Yuan atau karena bakatnya yang sungguh luar biasa?" tanya Mo Feixian yang bertentangan di dalam pikirannya.

__ADS_1


Berlawanan dengan Mo Feixian, Mo Feishu yang telah meletakkan matanya pada Wu Linyan semakin ambisius untuk membuat Wu Linyan menjadi prianya.


"Aku sudah menduganya kau akan menjadi orang yang hebat di masa depan dan prediksiku akan segera menjadi kenyataan!" gumam Mo Feishu dengan senyum licik.


Energi Qi yang terus diserap oleh Menara Batu terus mengalami perubahan warna hingga sampai akhirnya menjadi warna ungu.


"Lihat itu! Warnanya ungu sekarang! Tidak bisa dipercaya, Daratan Yuan akan memiliki orang lain lagi yang berhasil mencapai Tahap melebihi Immortal!" komentar Para Penonton yang kagum pada bakat Wu Linyan.


Wu Linyan yang akhirnya menyadari situasinya bergegas menutup aliran Energi dari ketiga belas Meridiannya dan akhirnya berhasil melepaskan tangannya dari Menara Batu.


"Sial! Akhirnya bisa lepas juga!" ucap Wu Linyan dengan nada suara yang terdengar lega.


Tepat setelah Wu Linyan melepaskan tangannya, semua Peserta yang melihat tes bakat Wu Linyan bersorak ramai hingga membuat Wu Linyan terkejut.


Wu Linyan yang melihat hasil tesnya dari dekat menyadari bahwa dirinya berhasil meningkatkan Menara Batu ke warna hitam meskipun hanya dua baris yang sangat sulit dilihat pada jarak jauh dan orang yang tak memiliki keahlian mata.


Ketua Dong yang menyadari bahwa Wu Linyan akan mendapatkan masalah jika semua orang mengetahui hasil bakatnya karena kekuatannya yang masih lemah bergegas turun ke atas Panggung.


Ketua Dong yang tak ingin orang menyadari hasil tes Wu Linyan sebenarnya pun menutupi hasil tes tersebut dengan mengeluarkan angin yang sangat keras dari tangannya yang membuat semua peserta menutup matanya secara tak sadar lalu Menara Batu terlihat kembali seperti semula.


Ketua Dong yang tak bisa membiarkan Putra dari Murid kesayangannya menderita di luar sana tanpa ada perlindungan mengulurkan tangannya memberi penawaran.


"Wu Linyan, apa kau bersedia menjadi Muridku secara langsung?" tanya Ketua Dong dengan ekspresi serius.


Semua orang yang melihat Wu Linyan mendapatkan tawaran yang sangat besar bersorak iri tapi tak berani mengatakan apapun karena bakatnya sudah teruji di depan semua orang.


"Apa? Menjadi Murid Inti dari Ketua Sekte? Bukankah itu adalah hal yang sangat luar biasa?"


"Aku jadi iri dengannya tapi melihat hasil tesnya itu tak mengherankan!"


"Apakah ini yang dinamakan bahwa buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya? Aku iri sekali!"


Sementara itu, Wu Linyan yang menjadi pusat perhatian dan sorot mata dari semua orang menatap bingung dengan wajah terkejut tak percaya.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa jawaban yang akan diberikan oleh Wu Linyan nantinya? Apakah Wu Linyan tak akan mengikuti ujian lagi nantinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2