
...Jika hari ini belum bisa maksimal, besok dicoba lagi yah jangan langsung pasrah tanpa berusaha lagi....
•
•
•
•
Pulang dari sholat tarawih dan mengaji mereka tak langsung pulang namun terlebih dahulu mampir ke tempat jajan dan setelah itu tadarus ke mushola yang tempatnya tak jauh dari rumah Zafira, lebih tepatnya berseberang jalan dengan rumah Zafira.
Tak jarang saat sedang bertadarus mereka mendapat kiriman jajanan atau minuman dari warga yang rumahnya tak jauh dengan mushola.
__ADS_1
Kali ini Zafira mendapat jatah pertama dan disusul oleh temannya yang lain. Mereka tadarus cukup lama tapi apabila ada jadwal sekolah mereka hanya tadarus sampai pukul setengah sebelas malam.
Tapi jika sedang libur bisa sampai pukul 12 yang nantinya akan digantikan dengan bapak-bapak. Kenapa selesainya malam sekali? Karena ngaji berakhir dijam 9 malam.
Audzubillahiminassyaitonirojim bismillahirrahmanirrahim
Dengan nada dan suara khas Zafira yang terdengar mengenakkan bagi siapa saja yang mendengarnya dan cara tadarusnya yang terbilang cepat membuat mereka sudah khatam hampir 2x.
Kegiatan produktif yang Zafira lakukan mendapat dukungan dan respon baik dari ibunya, jadi ia lebih menikmati karena tidak mendapat kengkangan dari keluarga.
Sampai di kamarnya sayup-sayup ia mendengar ibunya berbicara dengan seseorang, karena sudah malam Zafira tak pernah memanggil ibunya jika ia pulang mengaji atau tadarus.
"Fira udah sampai sini aja sekolahnya, bapak nggak punya biaya ada Yuni dan ibunya serta kakak-kakaknya yang butuh bapak biayai" perkataan laki-laki itu terdengar menyayat hati Zafira
"sampean tidak membiayai pun ibuk masih bisa, dibantu Zafir jadi bapak nggak perlu risau Zafir Zafira anak ibuk bapak nggak perlu ngurus mereka, bahagiakan yang menurut bapak itu prioritas sampean" balas Bu Nisa yang membuat Zafira meneteskan air mata
__ADS_1
Ternyata seperti itu perjuangan ibunya, ini kali pertama ia mendengar bapaknya meminta ibunya untuk mengehentikan sekolahnya. karena seingat Zafira iapun tak pernah meminta atau menuntut apapun dari bapaknya.
Percakapan bapak dan ibunya masih terus Zafira dengar, ia menangis dalam diamnya. Untunglah besok libur sekolahnya.
Dimana sosok ayah yang selalu dikatakan sebagai cinta pertama untuk putrinya? dimana sosok lelaki pelindung bagi putrinya? bolehkah Zafira merasakan semua itu, ia sudah lelah ingin sekali meminta dan merayu Allah agar ia diberikan keutuhan keluarga seperti teman-temannya.
Cukup lama menangis Zafira menghapus kasar air matanya, ia akan buktikan kepada ayahnya bahwa ia bisa sukses dengan doa dan bantuan ibu dan kakaknya.
''jika bapak mengira Zafira anak bodoh, mohon maaf Zafira akan buktikan Zafira tidak selemah itu, hari ini bapak bisa meminta ibuk untuk menghentikan sekolah Zafira tapi roda berputar pak Zafira selalu berdoa untuk kesehatan ibuk, bapak dan mas Zafir, tak lupa Zafira juga berdoa agar Allah mudahkan urusan Zafira dalam hal apapun wabih khusus dalam menuntut ilmu, maaf jika sekarang Zafira mulai ikhlas apapun perbuatan bapak''
Zafira belum tidur, ia mengingat apakah pernah ia dipeluk, dicium dan diberi kasih sayang oleh bapaknya. Dan hasilnya nihil Zafira terkekeh kecil mengingat kehidupan dirinya, terlalu sibuk mengasihani orang lain hingga ia lupa bahwa ia jauh lebih layak dikasihani oleh dirinya sendiri.
Kini sudah banyak harapan yang pupus dari dalam diri Zafira, ia mencoba untuk tak lagi berharap berlebih kepada bapaknya. Selanjutnya biar Allah saja yang mengatur ia akan menikmati alur dan prosesnya.
''terimakasih untuk diriku, bisa bertahan sejauh ini jangan nyerah ya didalam sini ada semangat ibuk dan jangan lupa bersyukur diluar sana banyak yang lebih buruk dari ini, Soo yuk maafkan kesalahan semua orang hari ini kita mulai lagi besok sleepwell my self ''
__ADS_1