
...Ingat ya, jaga lisan jaga prasangka karena perkataan maaf biasa terucapkan namun keikhlasan dalam memaafkan susah didapatkan....
•
•
•
•
Hari kedua lebaran adik-adik Bu Nisa sudah berkumpul, bahkan sejak pagi tadi jadi bisa dibayangkan betapa ramenya apalagi ketambahan para bocil yang syuper aktif.
Mereka tadi sarapan menggunakan opor ayam dan lontong, Bu Nisa tak membuat sedikit melainkan satu dandang lumayan sedang berisikan opor ayam dan satu dandang besar lontong.
Bu Nisa itu bisa dibilang ahli dalam memasak, bahkan makanannya enak-enak karena tak jarang bila ada tetangga yang ada syukuran kecil-kecilan Bu Nisa yang diminta memasak.
''shutt, ayok nyanyi sama mbak fira'' ucap Zafira setelah berhasil memangku dilan dan diikuti 3 bocil lainnya. Sebenarnya bukan sepenuhnya bocil sih karena satu diantara mereka sudah kelas 4 SD.
''nyanyi apa mbak?'' tanya Risma yang kelas 4 SD itu.
''love and life, tau kan tapi nggak tau nggak papa kan aku yang nyanyi'' receh Zafira, dan bulek paklek serta sepupunya sudah bersiap mendengarkan.
ا لَا تَحْسَبْ أَنَّ الدِّيْنَ بَعِيْدٌ عَنْ حُبٍ وَحَيَاة
La la tahsab annad diina ba'iidun 'an hubbin wa hayaah
وَبِهَجْرِكَ لِلدِّيْنِ سَتَحْيَا تَعْشَق مَا قَلْبُكَ يَهْوَاه
__ADS_1
Wabihajrika liddiini satahyaa ta'syaq maa qolbuka yahwaah
أَوْ أَنَّ الْأَيَّامَ سَتَحْلُوْ وَتَرَى الدُّنيَا شَطَّ نَجَاة
Aw annal ayyaama satahluu wa tarad dunyaa syattho najaah
دِيْنُكَ بَحْرَ مِنْ آمَالٍ شَطَّ لِجَمِيْلِ الْأَحْلَام
Diinuka bahra min aamaalin syattho lijamiilil ahlaam
لَيْسَ الدِّيْنُ كَمَا تَخْشَاهُ ذَا مَمْنُوْعُ ذَاكَ حَرَام
Laysad diinu kamaa takhsyaahu dzaa mamnuu'u dzaaka haraam
فَالْإِسْلَامُ جَمِيْلٌ حَقًّا هَذَا لَيْسَ هُوَ الْإِسْلَام
Fal islaamu jamiilun haqqan haadzaa laysa huwal islaam
Kullu awamirhi tahdiinya wa tunadiinaa lilkhoiri
''duh sekarang suaramu bagus ra'' puji paklek ten
''masih fales paklek'' jawab Zafira
''daripada Rizal bagusan kamu ra''
''kan aku nggak minat nyanyi pak''
''yaa''
__ADS_1
.
.
.
.
Ketika hari beranjak siang mereka mulai berlebaran ke saudara yang rumahnya diluar desa ini, ada lumayan banyak mungkin tidak selesai kalau hanya hari ini.
Fitrah yang didapatkan Zafira dari kemarin belum ia hitung bahkan dari ater-ater gulo pun belum ia buka, meski begitu tak ia campurkan ia taruh didalam toples sendiri-sendiri dan total sudah ada 3 setengah toples. Beh memang mborong ini Zafira.
Karena naik motor maka Zafira bersama Risma, Zafir dengan Rizal, Bu Nisa dengan mas puji dan yang lain bersama suami istri ataupun anak mereka yang sudah dewasa.
Terlihat rame karena mereka naik motor, tapi nggak papa banyak yang menggunakan motor bukan hanya mereka saja.
Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain membuat Zafira juga capek karena menyetir motor apalagi ia tak bergantian dengan siapapun, ya walaupun yang lain juga tidak bergantian.
''masih lama kah?'' tanya Zafira setelah keluar dari salah satu rumah saudaranya
''enggak nanti Dzuhur pulang, lanjut nanti sore'' jawab bulek binti
Benar saja tak sampai waktu Dzuhur lebih tepatnya pukul setengah 12 mereka sudah pulang, tapi tidak dengan Zafira dan Risma yang berbelok untuk membeli jajan.
Mereka mampir di alfamart dan membeli camilan, karena mereka hanya membeli tak banyak jajan jadi Zafira memutuskan menusuk jajan dan setelah kempes ia masukkan ke jok.
Dan akan ia makan setelah semua bocil tidur, itupun ia akan makan didalam kamar bersama Risma.
''ayo mbak, udah pada tidur''
__ADS_1
''ayo tapi jangan berisik'' bisik Zafira