
...Allah memberikanmu kekuatan ketika dunia telah mematahkanmu...
•
•
•
•
Hari berlalu hari, Minggu berlalu minggu dan bulan terus saja bergilir hingga saatnya dua hari lagi Zafira melaksanakan penilaian tengah semester 1, cepat sekali waktu berputar hingga Zafira sudah menjalani harinya seorang diri selama kurang lebih 6 bulan.
Hari ini Zafira akan pergi ke Madiun, sendiri tentunya karena ia hanya akan membeli beberapa kebutuhan.
Nanti sore mas Danu akan memboyong istrinya, mbak Rena yang pastinya setelah ini Zafira akan sangat tertekan karena mbak Rena sendiri tidak suka ke Zafira dalam artian selalu saja ketus dan judes saat mengajak Zafira berkomunikasi.
Entahlah rasanya juga Zafira enggan mengemis agar bisa berkomunikasi dengan baik dengan mbak Rena itu, lagi pula mbak Rena pasti setelah ini akan selalu menitipkan Alfian dan Alvin kepadanya sudah bisa di tebak itu.
Zafira sebenarnya risih juga dengan mbak Rena karena beliau orangnya suka seenaknya sendiri dan bertanya lebih dalam tentang asal usul keluarga Zafira langsung ke orangnya.
__ADS_1
Bahkan belum lama ini, saat beliau dan mas Danu masih dirumah mbak Rena beliau meminjam uang ke Zafira dengan jumlah yang banyak menurut Zafira, untung saja ia tidak meminjamkan bukan maksud pelit namun Zafira bingung nanti kalau mau menagih utang tersebut.
Setelah Dzuhur Zafira sudah sampai rumah, ia segera membersihkan diri dan berbaring di kasur kamarnya tak terasa matanya pun mulai menutup dan dia pergi berjelajah di alam mimpi.
''Zaf Zafira zaf, kamu ki dimana toh siang siang nggak ada'' panggil mbak Rena
Merasa terpanggil Zafira membuka matanya, setelah kesadarannya terkumpul ia mulai keluar dan disana nampak mbak Rena menggendong Alvin.
''ngapain sih mbak ganggu aja'' ucap Balqis dengan nada lirih di akhir kalimatnya
''siang siang jangan tidur Mulu, badanmu gemuk nanti udah makannya banyak gemuk lagi malu maluin'' tanpa disadari perkataan Rena itu termasuk body shaming, padahal tinggi badan dan berat badan Zafira itu normal.
''nitip Alvin mbak mau beres-beres''
''kamu itu kapan sih nggak nolak, padahal mbak nitip sebentar aja rumah kamu nggak penting juga palingan nggak ada tamu kalau rumah mbak pasti tamunya banyak'' ketus mbak Ratna dan tanpa kata Zafira langsung masuk tanpa menghiraukan lagi panggilan mbak Rena.
Lama kelamaan kata-kata mbak Rena itu seperti mulut istri pertama pak Yudi dan Yuni. Kalau kata orang Jawa mah nylekitt.
.
.
__ADS_1
.
.
''*ra kesini bulek tadi masak banyak gek nggak ada yang nganterin kalau mau bude anter, nggak papa kan kamu kesini''
''iya bulek nanti setelah isya sekalian''
''ya sudah bude matikan ya*''
Ba'da isya Zafira pulang dari ngaji langsung mengambil helm dan mengeluarkan motornya karena tadi ngaji ia nebeng Saniya.
Sampai dirumah bulek binti belum terlalu malam dan Zafira langsung saja masuk, jarak rumah Zafira ke rumah Bulek binti terbilang jauh.
''katanya Danu udah mboyong istrinya toh ra?''
''iya, udah sore tadi bulek Zafira taunya juga pas pulang dari Madiun tadi''
''ngapain kamu sampe sana Ra, nggak ngajak mbak aja mbak anterin'' sahut mbak Nafiah
''main aja mbak''
__ADS_1
''nanti opor sama lontongnya ini taruh jok aja kamu keluarin pas sampek rumah, kalau mau ngasih mas puji tinggal orangnya kamu suruh ke rumah kalau tahu Rena nyinyir nanti dia''
''masih muda mulutnya kayak suara bebek''