Lentera Rasa

Lentera Rasa
Duabelas


__ADS_3


...Tersenyumlah, karena segala yang Allah takdirkan untukmu adalah yang terbaik....






Kemarin malam telah terlaksana acara tujuh hari kepergian pak Siman dan Bu Nisa pun turut serta membantu disana. Hari ini seperti adat-adat sebelumnya satu hari sebelum lebaran itu ada yang namanya ''ater-ater gulo'' yang dilakukan kepada saudara-saudara yang lebih tua.


Dan pulang pun tidak membawa tangan kosong biasanya si pemilik rumah atau orang yang dikirim akan memberikan buah tangan kepada pemberinya beserta uang fitrah.


Zafira juga melakukan itu, dengan ditunjukkan oleh ibunya kepada siapa saja ia menghantarkan gula itu.


Seharian melakukan tradisi itu kini bedug magrib sudah terdengar diikuti suara adzan, menandakan waktu berbuka telah tiba.

__ADS_1


Dengan perasaan senang bercampur sedih Zafira menikmati buka puasa hari ini. Senang karena hari esok sudah hari raya namun sedih karena terlalu cepat ramadhan berlaku baginya. Akankah tahun depan ia masih dipertemukan dengan bulan mulia ini ya Allah?.


Usai berbuka dan sholat Maghrib kini Zafir tengah membayar zakat, sedangkan Zafira ia bersama santri pondok takbiran keliling desa.


Tak lupa Bu Nisa yang mempersiapkan semuanya mengingat besok akan banyak adik-adiknya yang berkumpul, rencana mereka bersilaturahmi kepada kerabat yang rumahnya lumayan jauh dihari kedua dan hari ketiga.


Balik mengikuti Zafira dan yang lain yang tengah asyik berkeliling kampung, sangat ramai karena banyak para anak kecil yang didampingi ibunya.


Dengan membawa kentongan dan juga obor membuat suasana semakin meriah. Alfan tak ikut, siang tadi ia datang bersama mamanya hanya untuk menghantar baju lebaran kepada Zafira dan ibunya tak lupa juga Zafir.


Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar laaillahaillallah huallahu Akbar Allahuakbar walillahilham.


Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar laaillahaillallah huallahu Akbar Allahuakbar walillahilham.


Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar laaillahaillallah huallahu Akbar Allahuakbar walillahilham.


Satu malam penuh takbir tak berhenti dilantunkan dari pondok, masjid, dan musholla. Hati mana yang tak akan terenyuh mendengar lantunan takbir itu.


Bangun pukul setengah 3 pagi dan mendengar lantunan takbir itu seketika seulas senyum terbit dari wajah Zafira, hari ini ia akan membuka hati untuk memaafkan semua kesalahan orang lain kepadanya.

__ADS_1


Ya termasuk istri kedua bapaknya, sebenarnya jarak usia Bu Nisa dan pak Yudi itu terpaut jauh sekitar 15 tahun lebih lah karena 3 anak pak Yudi yang lain saat ini sudah berkeluarga semuanya bahkan bisa dibilang sukses.


Usia pak Yudi sekarang menginjak kurang lebih 60 tahunan lah sedangkan Bu Nisa sudah menginjak umur 45 tahun. Lantas bagaimana bisa usia mereka terpaut begitu jauh? ya itu biarlah menjadi urusan mereka karena bagi Zafira ia menanyakan seperti itu sama saja membuka kembali luka sang ibu.


Bu Nisa pernah mengalami pahitnya dicaci oleh mertuanya sendiri bahkan sampai dihina dan direndahkan dihadapan orang banyak. Bagaimana Zafira tahu sedangkan ia tak menanyakan kepada ibunya? dia tahu dari adik bungsu ibunya lebih tepatnya bulek dari Zafira.


Sudah dulu kembali ke Zafira yang saat ini tengah berdzikir usai melaksanakan sholat malam.


Sebelum akhirnya keluar untuk melihat ibunya bangun atau belum Zafira melirik kearah ponsel sebentar, ternyata ada beberapa notifikasi yang ada beberapa penting dan tidak.


Zafira hanya membuka pesan-pesan yang menurutnya penting selebihnya hanya ia baca saja atau bahkan dia abaikan. Setelah itu Zafira keluar kala mendengar lampu dapur seperti dinyalakan dan benar saja ada ibunya disana tengah menghangatkan opor ayam yang mereka buat kemarin tak lupa juga menyiapkan beberapa lontong.


Karena kemarin mereka juga membuat bakso jadi kini Zafira bertugas merebus mie dan memotong sayuran sedangkan Bu Nisa membuat kuahnya.


Karena kesempatan juga kemarin Zafir dan Zafira membuat bakso beranak yang ukurannya cukup besar, ya karena Zafira itu penggila bakso jadi apapun yang bersangkutan dengan bakso pasti langsung sat set dia.


Bu Nisa tak melarang karena putrinya itu memang hobi makan, selagi dia mampu membuat sendiri maka Bu Nisa membiarkannya namun tak jarang ia juga menemani Zafira membuat jajanan.


Bisa dibilang Bu Nisa tengah mengajari Zafira bagaimana kodrat dan kewajiban perempuan. Selain berilmu dia juga harus jago dalam hal rumah, tapi meski begitu Bu Nisa tak terlalu mengekang Zafira.

__ADS_1


...****************...


Alhamdulillah besok libur moga aja bisa update pagi, doain ya besok ayis dapet semangat jadi bisa up pagi deh hehehe. Jangan lupa like, komen hadiah juga boleh nggak nolak kok hehehe. see u dadah babay


__ADS_2