
...Mengadahkan tangan ke langit sembari merayu Rabb-nya, karena jika bukan dengan pertolongannya kita bukan siapa-siapa....
•
•
•
•
''buk Ndak kangen Zafira ta?? udah lewat 6 bulan ibuk'' ninggalin Zafira, Zafira dirumah sendiri buk mas Zafir masih kerja dan Alfan jarang main kesini, Zafira kangen ibuk''. Lirih Zafira sembari melihat foto foto terakhir sang ibu, Saat ini Zafira telah selesai melaksanakan sholat malam untuk berdoa agar diberikan kemudahan dalam melaksanakan ujiannya nanti.
Usai berdoa karena masih pukul empat kurang Zafira melaksanakan sahur, dia ingin mencoba puasa Daud sebagaimana pernah ia dengarkan disalah satu kajian tentang Fadilah puasa Daud.
Zafira ingin berikhtiar karena ia juga berencana ingin mondok nanti selepas lulus MTs, mengingat banyak sekali teman-temannya yang diatasnya atau dibawah tingkatannya sudah mondok membuat hatjnya terketuk.
''Hem sahur goreng nugget ini aja deh'' gumam Zafira melihat nugget ayam yang ia buat beberapa hari lalu.
__ADS_1
Sampai dapur ketika ingin menyalakan kompor Zafira mendengar langkah kaki, ia pikir itu tetangganya yang baru pulang sateran (nggak tahu istilah Indonesianya jadi yang tahu mohon penjelasannya) tapi setelah ia dengarkan cukup lama tiba-tiba ia mendengar ketukan pintu yang keras diikuti suara serangga yang terdengar nyaring.
For you information Zafira itu penakut, ya walaupun ia sering tinggal sendiri dan suka menonton kisah horor seperti ini tapi rasa takut dalam dirinya begitu besar terlebih rumahnya yang terbilang luas itu.
"ya allah apa itu tadi, astagfirullah" karena sudah takut plus gemetar Zafira memutuskan kembali ke kamar dan tidak jadi sahur.
___________
Ujian mulai dilaksanakan sekitar 30 menit yang lalu, rung ujian yang saat ini Zafira tempati berada di lantai dua, dan sistem ujian di madrasah ini yaitu setiap satu kelas dibagi menjadi tiga bagian, dari 32 siswa perkelas dibagi tiga selanjutnya akan dicampur dengan kelas 7 dan kelas 9.
"Sangat diharapkan bagi siswa dan siswi peserta PTS untuk melaksanakan PTS dengan jujur dan tidak berbuat curang, apabila nanti ditemukan alat komunikasi yang beroperasi dalam artian digunakan untuk bertukar jawaban atau mencari jawaban di internet mohon maaf saya selaku pengawas akan mengambil dan alat komunikasi bisa diambil saat nanti pembagian raport bersama orang tua atau wali"
Untung saja handphone milik Zafira dikumpulkan bersamaan dengan tasnya bila tidak bisa dipastikan akan ia sudah panik saat ini seperti kakak dan adik kelas yang tidak mengumpulkan handphone.
Saatnya seluruh siswa meninggalkan ruang ujian.
Bel pemberitahuan sudah berbunyi tandanya waktu pulang sudah tiba, saat ini Zafira tengah berjalan ke parkiran belakang dan kebetulan ia berpapasan dengan April dan Saniya yang sedang menunggunya.
"oyyy gimanaa gimanaa mudah bukan?" tanya Clarisa yang tiba-tiba datang bersama Claudia sembari menarik turunkan alisnya
__ADS_1
"ya kalau kata Claudia ma mudah apalagi Zafira mudah polll kalau aku mah ya yang tingkat kepintarannya hanya sepertujuhpuluhlima per seratus ya hola holo dongg". jawab saniya
"makanya belajar yang rajin ya cantik, nanti kalau punya anak ngikut slengkeknya bundanya kan ayahnya yang repot" sahut Zafira
"nah tuh hayolo kan, makanya kalau aing suruh belajar ma nurut" ucap Claudia
"yayayayayya" potong april
"Huhh kapan sih selesainya dah capek banged" keluh najma yang kebetulan teman sekelas Saniya namun mereka juga saling mengenal
"baru satu hari lho ya masih 6 hari lagi" sahut Clarisa
"tadi gue ditunggu pak darma beuhh aslinya ganteng banget cuy" ucap najma seketika semangat, dia dan Saniya beda kelas ya.
"hehh dikondisikan itu mata ya, jelas jelas itu pacar gue mau di embat" sungut April
"ihh gue dulu ya, you masih ada yang lain dari murid sini"
"ehmm ehm kalau saya mah ya jelas cowok fiksi dong" sahut Zafira narsis dengan berjalan mendekat kearah motornya
__ADS_1
"iya kamu aja sana, usah masuk ke dunia lain kamu mah kita nggak ikut ikut deh mau pulang ajahh"