
...Tidak semua orang akan menghargai mu dan tidak semua orang akan memandangmu buruk, tugasmu bukan menilai dan menutup mata mereka karena kamu tidak berhak atas itu....
•
•
•
•
''jafira, udah dong kembalian bapak gue itu cuma bapak gue bukan bapak loe jadi loe jangan ngemis-ngemis buat dapetin perhatian dia loe nggak pantes bahagia loe harusnya nggak lahir harusnya ibuk loe itu nggak hadir dalam kehidupan orang tua gue kenapa sih koe hobi banget ganggu kehidupan gue loe rebut semua itu dari gue'' bentak Yuni pada Zafira
__ADS_1
Ada apa ini? Zafira punya salah kah? apa yang Zafira rebut? dia menginginkan aku tidak hadir? berbagai pertanyaan muncul dari benak Zafira, siapa yang tidak kaget sebab tiba-tiba Zafira diperlakukan seperti itu tanpa ia tahu salahnya dimana.
Yaps, berawal dari kemarin marahnya Yuni pada pak Yudi tentang ia yang meminta handphone baru namun tak dibelikan oleh pak Yudi, semua itu membuat Yuni berasumsi bahwa Zafira lah yang menyebabkan ia tak mendapatkan semua yang ia mau.
''maksud mbak gimana, iya saya tahu itu bapaknya sampean saya nggak merebut tapi masalahnya saya ada salah apa sama sampean sampai-sampai sampean marah seperti ini ke saya''
''salah loe banyak, loe itu pembawa sial loe perusak segalanya dan gue mau loe nggak ada lagi didunia ini, ibuk loe tuh nggak lebih dari seorang ****** yang merusak keluarga gue"
"kalau sampean nggak suka sama saya, hina saya caci saya tapi jangan pernah membawa ibu saya beliau adalah orang terhebat saya, seorang wanita yang mampu berdiri sendiri dan mampu mendidik saya dengan baik" jawab Zafira dengan gemetar ia sakit hati mendengar ibunya dikatai seperti itu, tapi ia berusaha agar lisannya tak mengeluarkan kata-kata yang akan memperpanjang masalah nantinya.
''jangan mimpi loe bisa sukses,lihat tuh betapa miskinnya ibuk loe mana mampu nyekolahin loe tinggi tinggi buruan kubur tuh mimpi loe sebelum loe jatuh sejatuh-jatuhnya, inget orang miskin nggak mungkin sukses'' hina Yuni lagi
Karena saat ini Zafira tengah sendiri ia memilih untuk mengalah dengan diam saja, beristighfar sebanyak-banyaknya guna memohon ampun kepada Tuhannya untuk setiap kata yang keluar dari lisannya.
__ADS_1
Sebegitu hinakah dirinya hingga membuat Yuni dengan seenak jidat mengatai seperti itu.
''ya Allah kuatkan Zafira ya Zafira yakin pasti ini bagian dari skenario mu, semoga nanti ada hikmah dibalik ini nggak papa sekarang Zafira sakit dulu insyaallah Zafira ikhlas, perluas lagi rasa sabar Zafira ya Allah'' batin Zafira
Merasa tak digubris Yuni pergi dengan perasaan dongkol, sedangkan Zafira ia memilih untuk pergi menuju rumahnya. Untung hari semakin malam dan sepi serta tidak ada kedua sahabatnya. Jika ada bisa dipastikan makin panjang urusannya.
Sampai rumah pun Zafira tak membahas apapun kepada ibunya, hanya bertukar sapa dan ia diminta ibunya langsung beristirahat mengingat seharian tadi ia full aktifitas.
Membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan mata terfokuskan ke langit-langit kamar. Keinginan untuk sukses begitu besar pada diri Zafira, ia ingin sekali membuktikan kepada mereka yang selalu menganggap hina dan rendah dirinya.
Doanya hanya satu mudahkanlah dalam ia menuntut ilmu serta panjangkan lah umur ibunya hingga dia bisa melihat ibunya menatap kearahnya dengan air mata kebahagiaan dan sorot mata penuh keharuan.
Support terbesar dirinya ada diwajah teduh ibunya, begitu besar harapan yang diberikan ibu serta kakaknya kepadanya. Lantas apakah boleh ia menyerah begitu saja hanya dengan omongan pedas yang keluar dari lisan orang yang tak menghargainya.
__ADS_1
''Jika ibuk saja bisa mengorbankan semua kebahagiaannya untukku lantas mengapa aku tak membuat ia bersyukur dan berbahagia atas pencapaianku?'' monolog Zafira