Lentera Rasa

Lentera Rasa
Tigapuluhdua


__ADS_3


Waktu memang terus berputar dan akan berputar ke kanan tanpa kembali lagi ke kiri, jadi gunakanlah waktumu sebaik-baiknya dan janganlah menyesali perbuatanmu dimasa lampau.






Siapa sangka bergulirnya jarum jam yang terus berputar membuat waktu berjalan semakin cepat, pagi bergulir ke sore dan akan berjumpa dengan pagi lagi.


1 setengah tahun sudah berlalu, puasa dan lebaran seorang diri telah Zafira lalui hingga akhirnya waktu yang ia tunggu tiba, tentu saja kepulangan kakaknya dari tanah rantau.


Zafir pulang sudah membawa calon dan selang tak lama setelah pulang kemarin selang 3 Minggu dia melamar Zara, dan persiapan pelaksanaan ijab qobul pun sudah matang tinggal menghitung hari.


Kini yang Zafira rasakan beradu padu, antara senang dan sedih. Senang lantaran ia tak akan merasa sendiri dan berteman sepi lalu sedih karena ia masih belum rela berbagi kakak untuk iparnya nanti namun sekarang ia sudah mencoba lebih ikhlas.

__ADS_1


Satu bulan lagi Zafira akan lulus dan melanjutkan ke pesantren, ujian demi ujian sudah ia laksanakan tinggal menunggu ujian praktek, pengumuman kelulusan dan akhirussanah.


"Dua hari lagi ni yeee" goda Zafira kepada kakaknya


"ekhem yang bentar lagi mondok, udah besar yaaa"


"iya dong masa makin tambah dewasa makin kecil"


Keluarga Zafira berkumpul tanpa ada yang absen jadi bisa dipastikan seramai apa rumahnya saat ini.


_______


Menyiapkan beberapa seserahan yang akan dibawa nanti.


"Ra Totebag yang dilukis buat ujian praktek punyamu dilukis apa" tanya April


"entahlah nanti yang penting mah aku nggak yang ribet-ribet, pusying dehh"


"eh kemarin lho ada yang jatuh di jalan samping toko mebel itu lho tau nggak" ucap Saniya

__ADS_1


"parah si katanya orang ditabrak dari belakang sama mobil, untung ada cctv"


"oh yang kemarin itu toh" Perbincangan mereka berakhir kala jam sudah menunjukan pukul setengah 6 dan April serta Saniya sudah pulang kerumah untuk siap-siap ke tempat Zara untuk ijab qobul nanti.


Jarak antara rumah Zafir dan Zara tidak gerlalu jauh mungkin hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai. Bagi pengiring akan berangkat pukul 9 karena acara resepsi dilaksanakan pukul sepuluh sedangkan Zafir, Zafira dan beberapa keluarga inti berangkat pukul setengah tujuh untuk melaksanakan ijab qobul.


Di hari yang berkesan bagi Zafir harus ia rasakan pahitnya kenyataan bahwa ia melepas lajangnya tanpa kehadiran dan kesaksian sang ibu dan bapaknya pun enggan datang walau sudah jauh-jauh hari disampaikan.


Malah beberapa hari lalu sempat terjadi perselisihan lantaran istri pertama pak Yudi datang mengamuk-ngamuk, untung saja tak sampai merusak barang seserahan disana.


FYI nanti keluarga besar Zafira mengenakan pakaian senada berwarna Wardah dipadukan dengan putih, atau dalam artian gamis Wardah dan hijab putih bagi wanita dan baju Wardah dan celana hitam bagi pria.


"binti sampean ikut sama rombongan siang ya" titah paklek ten


"ya iya to masak ikut pagi semua, yang ikut pagi biar mbak Titin sampean sama suamiku aja"


"iya gitu"


Pukul enam lebih seperempat rombongan yang akan ikut mengantarkan Zafir ijab qobul sudah bersiap dan ada 2 mobil yang akan mengantarkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2