Lentera Rasa

Lentera Rasa
sebelas


__ADS_3


...Jika diingatkan jangan langsung tersinggung ya, intropeksi diri yuk bareng-bareng, karena kalau sudah tidak ada lagi yang mau ngingetin kita mau kapan kita berubahnya....






Baru sebentar tertidur kini Zafira sudah bangun untuk bersujud kepada tuhan lalu menunaikan sahur, ingatannya kembali ke kejadian sebelum ia tertidur.


Didalam sujud terakhirnya ia tumpahkan segalanya kepada Rabb-nya, ia mengadukan sebua yang ia rasakan dan ia berdoa agar diberikan hati seluas samudra agar mudah memaafkan orang lain.


Mas Zafir


''kamar mas bersihin ya Ra, seminggu lagi mas pulang''


^^^Zafira^^^


^^^''okee''^^^

__ADS_1


…………………


Hari kembali berlalu, nanti malam Zafir sampai rumah. Kebahagian Bu Nisa tak dapat tersembunyikan setelah 2 kali lebaran tanpa putra sulungnya kini mereka bisa berkumpul untuk lebaran bersama.


Hari raya idul Fitri semakin dekat, banyak persiapan yang dilakukan oleh semua orang terkhusus umat Islam yang pastinya menyambut hari kemenangan ini.


Begitu pula Zafira dan Bu Nisa yang sudah mulai membuat kue lebaran untuk jamuan para saudara yang datang. Dimana Alfan? dia sudah bersama ibu dan ayahnya ya sedekat apapun dengan ibu asuhnya pasti ada ibu kandung yang memiliki kedekatan tersendiri.


''Assalamualaikum buk, ra''


''walaikumussalam ya Allah udah Dateng, sehat kan mas?''


''alhamdulillah sehat buk''


Sebelum tidur tak lupa Zafira terlebih dulu wudhu dan membaca qulhufalaqnas serta tak lupa sholawat agar tidurnya senantiasa dijaga oleh Allah dan masih dibangunkan lagi.


Malam berlalu, pagi ini Zafira akan membuat onde-onde bersama Bu Nisa sedangkan Zafir kembali beristirahat. Fokus membuat adonan membuat Zafira kaget ketika mendengar dering ponselnya.


Ternyata Alfan yang menelpon menggunakan ponsel mamanya.


''mbak iraa mau yang mana?''


"apanya toh, mbak Ira bikin kue mau nggak"

__ADS_1


"lihat mba Ira"


"banyak to, Ndang pulango tak kasih" ucap Zafira sambil menunjukkan kearah adonan kue buatannya dan kue kue yang sudah jadi.


''mauuuu''


''sinio''


Percakapan mereka terus berlanjut bahkan Alfan sudah mulai berbincang dengan Bu Nisa, sedangkan Zafira melanjutkan membuat bulatan onde-onde.


Tak selang lama terdengar suara keributan dari luar, untuk memastikan Bu Nisa dan Zafira keluar rumah ternyata ada kabar buruk.


Pak Siman tetangga yang rumahnya lumayan jauh telah dipanggil Allah dalam keadaan berpuasa serta dalam keadaan sujud terakhir beliau melaksanakan sholat duha, dan bertepatan hari kurang satu Minggu lebaran.


Taj lama terdengar suara dari arah musholla tengah, musholla tempat Zafira dan teman-temannya tadarus setiap malam.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


innalilahi wa innailaihi rojiun, innalilahi wa innailaihi rojiun, innalilahi wa innailaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah bapak Siman RT 12 Monggo warga desa ..... ikut berbelasungkawa atas meninggalnya bapak Siman. Terimakasih perhatiannya wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh "


Bu Nisa segera mencuci tangan dan mengganti baju, beliau juga hendak melayat biasanya tetangga-tetangga akan membantu mempersiapkan kiriman atau makanan untuk tukang menggali kubur dan membuat makanan yang biasa dibuat saat ada orang meninggal.


Zafira tetap dirumah melanjutkan membuat onde-onde karena bagaimanapun adonan sudah terbuat, ia juga diminta dirumah saja oleh Bu Nisa.

__ADS_1


Suasana ramai tercipta begitu saja, apalagi disamping rumah Zafira itu rumah mas Puji sepupu Zafira yang dirumahnya tersedia alat-alat kebutuhan bersama. Seperti lampu, kabel dan yang lainnya dan beliaulah yang membuka usaha las listrik didesa tersebut bahkan satu-satunya.


__ADS_2