Lentera Rasa

Lentera Rasa
Duapuluhempat


__ADS_3


...Yeah always take break from everything spend time with yourself treat urself kindly is most important...






Saat ini Bu Nisa dan Zafira sudah sampai rumah dengan dihadapannya penuh dengan jajanan yang mereka beli tadi di alun-alun.


Tadi jajanannya ditempatkan di tas tempat Bu Nisa nyumbang tadi jadi orang lain tak menatap mereka aneh atau apalah.


Jika Bu Nisa baru sampai langsung bebersih berbeda dengan Zafira yang terlebih dahulu membuka-buka makanannya tadi, banyak macamnya mulai dari yang berat Samapi yang ringan.


Usai semua dipindah ke mangsuk dan piring Zafira lantas mencoba maklor setelah sekian lama ia tak menikmati makanan ini.

__ADS_1


......................


Hari berlalu hari tak terasa dua Minggu sudah berlalu sejak kepergian Alfan yang sudah memilih melangkah bersama mama dan ayahnya.


Apakah bila seperti itu Zafira sudah melupakannya dan berhenti menangisinya? oh tentu belum, bahkan memori itu mungkin akan terus melekat diingatannya, bagaimana tidak disetiap sudut rumah ada kenangan tersendiri.


Saat ini Zafira tengah memasak usai mencuci baju dan bebersih. Bu Nisa tengah berbaring didepan televisi lantaran sudah tiga hari beliau merasakan sakit kepala dan lemas katanya.


Rencana nanti sore Zafira diminta Zafir untuk mengantarkan ibunya berobat, sebagai anak tertua dan dalam posisi rantau atau jauh dari keluarganya membuat Zafir juga terus kepikiran apalagi mendengar ibunya sakit.


Dirinya belum bisa pulang sebelum 3-4 tahun mendatang, ya karena sudah terikat kontrak dengan bosnya apalagi ia sudah pulang kemarin waktu lebaran dan baru 1 bulan lebih ia kembali bekerja.


Pagi tadi Zafira sudah membuatkan minuman hangat dan sudah ia belikan bubur ayam untuk sarapan ibunya.


Begitu telaten Zafira menunggu ibunya bahkan tak jarang ia juga menjaga ibunya begadang kala mendengar ibunya mengigau, tapi tadi malam mas puji juga menemaninya bahkan tidur dirumahnya.


''kok belum dimakan buk buburnya, keburu dingin nggak enak nanti, Zafira suapin nggeh biar perutnya keisi''


''pahit Ra, ibuk maunya juga makan tapi kalau dipaksa mual''

__ADS_1


''antar ibuk ke kamar kecil dulu'' dengan telaten Zafira memapah tubuh ibunya, sedikit kesusahan karena badan Bu Nisa sedikit berisi sedangkan Zafira seperti tusuk sate.


''kuat nggak kalau nggak kuat biar ibuk sendiri''


''kuat buk, ayo''


Masakan Zafira tadi sudah selesai rencana setelah ini ia akan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak ibu guru.


Sangat sabar sekali Zafira menunggu ibunya didalam kamar mandi dan mengganti baju beliau, usai dari kamar mandi Zafira mendudukkan ibunya dikursi dan ia merapikan kasur depan televisi itu.


Tak lama datang bude Warsi, ibu dari mas Iyan yang bisa disebut saudara sepersusuan Zafira karena bude Warsi juga dekat dan masih ada hubungan dengan Bu Nisa.


''udah sarapan belum mbak, tadi dibelikan apa sama Zafira'' beliau ini orangnya baik kebangetan, karena juga rumahnya tak jauh dari rumah Zafira.


''bentar lagi de, pait kalau dibuat makan''


''kalau gak makan tambah gak sehat-sehat mbak, coba sedikit enak lho Ndang biar cepet sembuh biasanya jam segini udah duduk didepan masa sekarang masih mau tidur lagi''


''lemes mbak, gak tau kok ini biasane nggak pernah sakit juga kok mbak kalau sampai lemes''

__ADS_1


''emang disuruh istirahat, jangan capek-capek wong ya Zafira bisa masak bisa sembarang sampean tinggal berjuang sembuh ae mbak'' nasehat bude Warsi


__ADS_2