Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
10


__ADS_3

~ keesokan harinya ~


Tok.. tok... tok.. ketukan dari pintu ruangan leo.


Lyora masuk untuk meminta leo menandatangani beberapa berkas yang dia bawa.


Lyora melihat selena sedang duduk di sofa sambil menyuapi leo dan mengobrol.


" aaa.." ujar selena sambil menyuapi leo sushi.


Leo membuka mulutnya dan melahap suapan dari selena.


" padahal aku ingin sekali ke tempat itu tapi kau tidak bisa menemaniku." Keluh selena.


" iya aku sedang banyak kerjaan, tidak bisa menemanimu hari ini bagaimana jika lusa?" Tanya leo sambil membelai rambut selena.


"Maaf pak, mohon tandatangani berkasnya." Lyora menyodorkan berkasnya kepada leo.


Tidak bisakah berhenti bermesraan saat ada orang lain (lyora bergumam)


"Tidak bisakah kau tidak usah lembur hari ini?" Pinta selena.


"Lusa... lusa.. aku berjanji, hari ini aku akan menyelesaikan semua pekerjaanku." Ujar leo


sambil menyodorkan berkas yang sudah ditandatangani ke arah lyora.


Lyora pun keluar setelah mengambil berkas tersebut.


Sepanjang jalan ia terus bergumam


Bisa- bisanya mereka tidak menganggapku ada malah asyik bermesraan dasar ****** sialan (umpat lyora).


Malam harinya


Leo meminta lyora untuk membelikannya roti dan kopi, ia menyodorkan kartu perusahaan untuk membeli pesanannya.


Lyora pun segera bergegas untuk membelikannya.


Setelah selesai membeli pesanan leo, ia bergegas masuk kedalam ruangan leo untuk memberikannya, tetapi ruangan leo terlihat gelap.


ia bertanya- tanya mengapa lampunya mati padahal ruangan lain lampunya tetap menyala


" pak..pak.." panggil lyora memasuki ruangan leo.


Tiba- tiba saja ada yang menarik tangan lyora dan menciumnya.


Brakk.. roti dan kopi lyora jatuhkan,


Lyora pikir yang menciumnya adalah leo jadi ia pun membalas ciumannya.


Tapi ia bertanya- tanya apa yang terjadi pada leo?


Apa dia sedang mabuk?


Mereka berjalan menuju sofa dengan saling melepas satu persatu pakaian mereka.


Tapi lyora merasa aneh mengapa tubuh leo menjadi sedikit gempal namun lyora tak menghiraukannya.


Ayo leo cepat datanglah aku akan mengandung anak untukmu. 


gumam lyora sambil merasakan kenikmatan ia terus berteriak leo...leo..


Tiba- tiba lampu menjadi menyala sontak lyora kaget dan segera menutupi buah dadanya ia melihat ke arah pintu Leo, selena, lesh dan banyak karyawan lainnya sedang berdiri disana lalu siapa yang ada dibawahnya??


"Ayo sayang terus bergerak, mengapa berhenti." Ujar pria tersebut yang rupanya adalah kepala divisi pemasaran yang juga kekasih simpanannya.

__ADS_1


Di luar sana sangat ricuh, dan banyak sekali orang bergunjing


"Ah benar kan tebakan ku lyora menggunakan cara seperti itu untuk naik jabatan"


"Iya pantas saja aku merasa aneh mengapa dia yang dipilih menjadi sekertaris direktur, rupanya dia merayu kepala divisi untuk merekomendasikannya."


" sungguh benar-benar menjijikan."


"Keluarkan saja orang seperti itu merusak citra perusahaaan saja"


"Iya benar keluarkan saja! Dasar biadab."


Lesh segera memberikan selimut untuk lyora dan kepala divisi menutupi tubuhnya yang tidak berbusana.


Lyora yang melihat selena disana menjadi semakin membencinya.


Leo dan selena pun pergi dari sana dan membiarkan asisten lesh membereskan semuanya.


~ kilas balik ~


Itu adalah ide yang selena buat untuk menjebak lyora dengan bekerjasama dengan leo dan lesh.


Sebelumnya ketika selena ke toilet ia pernah tidak sengaja mendengar orang- orang sedang membicarakan lyora adalah kekasih gelap kepala divisi.


Dan selena merasa obat yang dimasukkan kedalam minuman pelakunya adalah lyora, sama seperti pengakuan bryan ketika melihat lyora memasukan cairan ke dalam minumannya di pesta kemarin.


Ketika lyora pergi membelikan makanan untuk leo, leo mengundang kepala divisi dan memberinya segelas kopi yang dicampur obat perangsang.


Kemudian meninggalkan kepala divisi di ruangannya serta mematikan ruangannya.


Sehingga ketika lyora datang kepala divisi yang hasratnya tengah menggebu- gebu langsung menariknya.


~ kembali ke cerita ~


Leo masih tidak habis pikir dengan kelakuan sekertarisnya tersebut.


Ia pun mengingat kejadian waktu itu  dan bertanya pada selena.


" kenapa waktu itu kau tidak membantuku mengeluarkannya? Malah memberiku obat penawar?" Tanya leo kepada selena.


Selena menjadi panik dan berpikir apa yang harus ia katakan tidak mungkin jika dia memberitahunya mereka adik kakak.


Leo pun memperhatikan tingkah gugup selena, dan semakin memberi tatapan intimidasi.


"A- aku tidak ingin melakukannya sebelum menikah." Jawab selena


"Bagaimana jika aku melamarmu sekarang?"


Tanya leo sambil mengambil satu tangan selena.


Selena menjadi semakin panik


" apakah tidak terlalu terburu- buru? Kita baru 1 bulan saling mengenal." Sambil melepaskan pegangan leo dan berjalan.


Leo segera berjalan menyusul selena.


"Memangnya kenapa? Apa yang salah? Banyak orang yang baru bertemu langsung menikah.


Jika sudah saling mencintai tunggu apa lagi"


"Tapi aku tidak ingin seperti itu. Ayo sudah malam aku ingin pulang."


Tak jauh dari sana terlihat mobil leo yang terparkir.


Dan leo pun mengantarkan selena pulang.

__ADS_1


●●●


-Keesokan harinya-


Ciitttt.... mobil Bryan berhenti didepan toko bunga.


Ia dan selena turun dari mobil, mereka berdua mengenakan pakaian yang serba hitam tidak lupa dengan memakai kacamata hitam dan kain di kepala selena.


Mereka memilih- milih bunga yang ingin mereka beli.


Setelah menjatuhkan pada pilihan beberapa bunga yag dikombinasikan, mereka langsung membayar dua buket bunga tersebut kemudian meletakkannya di kursi belakang dan kembali melanjutkan perjalanan.


Setelah sampai di kolumbariun ( rumah abu ) mereka berdua segera masuk  melewati ruangan- ruangan abu orang lain menuju ke tempat ayah dan ibu selena.


Bryan dan selena meletakkan bunga lalu berdoa sambil mengepalkan kedua tangannya dan memejamkan matanya.


Tak disadari air mata selena ikut menetas membasahi pipinya.


Bryan merangkul selena sambil mengusap- usap bahunya kemudian menyeka air matanya.


Selena pun bersandar pada dada bryan.


Dikantor leo


Lesh menunjukan sebuah foto kepada leo.


"Tadinya ingin ku tunjukkan kepadamu tapi waktu itu kau sedang  (mempraktekkan kedua tangan yang mengerucut di adu- adu) dengan nona selena. Jadi aku lupa memberitahumu lagi boss."


Itu adalah foto erino yang baru saja keluar dari sebuah swalayan.


Di foto tersebut erino menggunkan topi putih dan sedang memegang masker untuk menutupi wajahnya.


"Dimana lokasinya? Tanya leo


"Sepertinya di supermarket xx boss"


"Segera selidiki apa dia tinggal di sekitar situ!" Ujar leo


"Baik boss."


Lesh segera pergi meninggalkan leo yang sedang memandangi fotonya.


Di apartement selena


Setelah pulang dari kolumbarium, bryan mampir ke tempat selena.


Ia sedang memasak makanan di dapur dan selena duduk di meja makan.


"Apa kau sudah yakin dengan keputusanmu menyekolahkan erino ke luar negri?" Tanya bryan.


"Ya kurasa akan lebih aman jika dia disana, setidaknya sampai aku menyelesaikan misiku." Ujar selena


"Lalu bagaimana jika dia menolaknya?"


"Entahlah... untuk sekarang hanya itu satu- satunya cara yang bisa aku lakukan untuk melindunginya.


Aku tidak ingin menyesal lagi seperti gagal melindungi ibu."


"Makanlah dulu.." menyodorkan sepiring makanan kepada selena serta memberikan sendok dan garpu.


Lalu ia menggeser kursi untuknya duduk.


"Sudahlah jangan terlalu memikirkannya nanti akan ku bantu untuk membujuknya."


Selena mengangguk untuk mengiyakannya.

__ADS_1


__ADS_2