Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
08


__ADS_3

~ kilas balik ~


Ketika lesh sedang mengantree membeli minum tiba- tiba selena menelpon lesh untuk menanyakan leo.



" hallo lesh, apa leo denganmu? Mengapa ia belum pulang?" Tanya selena



"Boss sedang lembur nona, nona dimana? Ada perlu apa?"



"Aku di rumahnya, kira- kira jam berapa dia pulang? Aku akan menunggunya karena ingin memberikan surprise ulang tahun untuknya."


~ balik ke cerita ~


Selena yang tertidur di meja makan terbangun karena suara dentuman sepatu leo yang berlari.



" kau sudah lama menungguku?" Tanya leo



selena yang baru bangun otaknya menjadi ngelag karena sedang menyesuaikan pengelihatan, dan hanya mengangguk.



"Mengapa kau datang tidak memberitahuku?" Seraya merapikan rambut selena yang berantakan.



"Aku ingin memberikan surprise untumu." Jawab selena



Karena surprise yang selena rencanakan gagal, akhirnya mereka pergi mengambil kue dan menyalakan lilinnya.



Selena memegang kue di hadapan leo



" make a wish dulu." Ucap selena



Leo pun berdoa dan meniup lilinnya


Mereka berdua duduk dan memotong kuenya, selena pun iseng menyolekkan krim ke wajah leo sambil tertawa.


Leo yang tak mau kalah juga membalas perbuatan selena.



" apa kau membuatnya sendiri?" Tanya leo sembari mencicipi kuenya



" ya, apa tidak enak?" Selena khawatir



" enak, kau pandai juga." Puji leo



Tiba- tiba saja perut selena berbunyi kruyuk.. kruyuk...



" apa kau lapar?" Tanya leo



Selena tersenyum tersipu malu sambil memegang perutnya.



" ya.., aku menunggumu 5 jam." Ujar selena sambil menunjukkan angka 5 menggunakan jarinya.



" baiklah sekerang giliran aku yang akan memasak untukmu." Ujar leo



" apa kau sungguh bisa masak?"



" ya.. kau tidak percaya??"



Leo segera pergi ke dapur dan membuatkannya steak.



Selena memandangi leo yang sedang memasak dari belakang.



Tubuhnya terlihat sangat atletis ditambah dengan rompi membuatnya terlihat gagah.



Ia berjalan dari dapur dengan membawa sepiring steak yang dibuatnya dan menyajikan untuk selena.



" cobalah.." ujar leo



Selena mulai mencicipinya


__ADS_1


" hmm...lumayan" sambil mengangguk- amgguk.



Selena memberikan paper bag berisi hadiah untuk leo.



"Apa kau membuatnya sendiri?" Tanya leo sembari mencoba jas yang pemberian selena.



Selena hanya mengangguk karena masih menikmati steaknya.



"bagaimana kau tau ukuranku?" Tanya leo penasaran



"Ya hanya dengan melihat dan menyentuh saja aku tahu lebar dadanya."



"Sungguh? Menyentuh yang bagaimana?" Leo menarik tangan selena dan meletakkan di dadanya.



Selena yang kikuk langsung melengos, tapi tubuhnya langsung di angkat leo dan diletakkan di atas meja makan.



Selena pun menahan leo dengan tangannya.



Tak habis akal leo menindahkan tangan selena ke pinggangnya dan memegang tengkuk selena untuk menciumnya.



Ketika bibir mereka sudah semakin dekat malah di gagalkan oleh kedatangan lesh.



"Boss.. boss..." less terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya dan segera berbalik badan dan pergi.



"Maaf boss.. lanjutkan saja." Les segera berlari pergi.



Selena pun segera turun dari meja dan kembali duduk di kursi. Leo pun ikut duduk di sebelahnya.



"Aku ingin bicara sesuatu." Ucap leo sambil mengangkat kedua tangan selena.



"Apa?"




"Kapan kau akan menemuinya?"



"Kau sungguh mau menemuinya? Bagaimana kalau lusa?" Tanya leo



"Baiklah.."



Leo mendekat dan mencium kening selena.


Di kamar selena


Setelah mandi ia mengeluarkan sim card yang tadi diberikan bi inah dan memasukannya ke USB dan menancapkannya ke laptop.



Ia melihat file- file yang ada di sim card tersebut dan memutarnya.



Karena syok ia langsung membekap mulutnya dengan tangannya dan menangis.



Ia pun melihat file- file lainnya yang ada di dalamnya.


Keesokan harinya


Selena pergi ke kantor bryan dengan menggunakan hoodie abu- abu yang menutupi kepala hingga wajahnya dengan bawahan celana legging hitam.



Ia berlari memasuki kantor bryan dan langsung memeluk bryan yang sedang duduk di kursi.



Bryan merasakan hawa basah menembus ke kulitnya. Seperti air mata yang menembus memasuki jas nya.



" kau kenapa?" Tanya bryan sambil mengelus kepala selena.



Selena mengeluarkan USB  dari saku hoodie nya dan memberikan ke bryan.



Bryan pun segera memutar file yang ada di dalamnya.


__ADS_1


Ketika bryan melihat videonya tangis selena semakin pecah hingga seg - seg -  gan.



Bryan pun segera memeluk dan menenangkan selena yang menangis.



Dan membawanya untuk duduk di sofa dan mengelap air matanya menggunakan tisu.



Selena pun sesekali menyemprotkan ingusnya "srottt..." hu.. hu... huu.. sambil menangis.



"Baiklah, ini biar aku yang simpan." Ujar bryan sambil memasukan USB tersebut ke sakunya.



Selena hanya mengangguk dan meminum air yang diberikan bryan.



Bryan merasa sangat kasihan melihat selena yang menangis sejadi jadinya.



Ia pun mengajak selena berjalan- jalan untuk menghiburnya.



Selama perjalanan selena hanya terdiam melamun sambil melipat kedua tangannya.


Setelah sampai bryan turun dan membukakan pintu mobil untuk selena.


Kemudian menarik tangan selena dan menggandengnya membawa ke pesisir pantai.


Mereka berjalan di pinggir sambil merasakan deburan ombaknya.


Setelah berjalan- jalan lama mood selena pun menjadi lebih baik. Bryan pun mengajaknya berlarian ke tengah ombak.



Dengan jahilnya bryan pun mendorong selena dan tercebur ke pantai dan menertawakannya.



Selena yang tidak terima ingin menceburkan bryan juga tapi ia tak dapat menangkapnya akhirnya menyipratkan  bryan dengan air laut.



Mereka pun saling siram- siraman air laut. Bryan yang tak ingin bajunya basah berlari ke pesisir pantai.



"Bryan bajuku basah sampe ke dalam dalamnya aku ga bawa baju, kamu sih main cebur- ceburin aja." Rengek selena



"Sudah- sudah ayo kita ke hotel nanti aku carikan baju." Ajak bryan.



Bryan pun memesan 1 kamar kepada resepsionis. Setelah mendapatkam kuncinya segera pergi ke kamar.



Sepanjang jalan banyak orang - orang yang menatap selena karena menggunakan hoodie basah.



Bryan pun merangkul pundak selena dan menutupi wajahnya dengan tangannya agar tak ada yang memandang aneh selena.



Sesampainya di kamar selena langsung mandi untuk membersihkan tubuhnya dari pasir pantai dan lengketnya air laut.



Sedangkan bryan keluar membeli baju


Setelah mendapatkan baju untuknya dan selena, ia langsung beristirahat merebahkan tubuhnya di kasur sambil menonton film.


Tak lama kemudian selena keluar dari kamar mandi.



"Tuh bajunya disana." Menunjukan ke ujung ranjang kepada selena yang baru selesai mandi.



Selena pun berjalan dan mengambilnya, bryan segera pergi mandi untuk membersihkan tubuhnya, sekaligus memberika ruang untuk selena memakai baju.


Setelah beberapa saat


Bryan dan selena duduk di balkon sambil minum sebotol wine yang sangat nikmat.



"Terima kasih, membuatku menjadi lebih tenang." Ujar selena



" aaa.." bryan mengangguk, dan menuangkan wine lagi ke gelas selena.



Setelah sejam memandangi pantai dari balkon dengan hembusan angin yang membuat mengantuk serta tenangnya suara deburan ombak membuatnya menjadi ingin tidur.



"Ayo masuk, sebelum masuk angin." Ajak Bryan



Selena pun mengekor mengikuti bryan masuk dan menutup pintu balkon.



"Tidurlah disana aku akan tidur di sofa."

__ADS_1



Selena pun memberikan bantal dan selimut untuk bryan.


__ADS_2