
Di apartemen bryan
pukul 09.00
Bryan sedang duduk di sofa sambil memangku laptopnya.
Ia mengeluarkan USB yang diberikan selena dan menyambungkannya ke laptopnya.
Semua data- data yang ada di laptop leo tersalin sempurna.
Bryan membuka file satu persatu untuk mengeceknya lagi.
Ketika sedang mengecek bryan melihat erino keluar dari kamarnya dan memanggilnya untuk mengajaknya membicarakan sesuatu.
Bryan berusaha berbicara dari hati- kehati dengan erino agar ia bisa menerima keinginan kakaknya.
Ketika mendengar ucapan bryan erino sedikit kaget namun mendengar alasan kakaknya erino jadi berpikir kembali untuk mempertimbangkan keinginan kakaknya.
"Baiklah itu semua kembali lagi terserah padamu, kau bisa mempertimbangkannya dulu." Ujar bryan
"Baik kak akan aku pikirkan kembali."
" ya kakakmu telah membuat rencana untuk melindungimu jadi ku harap kau bisa mengerti, jika kau sudah siap bilang saja padaku.
Aku akan mempersiapkan sekolah yang terbaik untukmu disana."
Saat kembali ke kamar erino ia melihat foto keluarga kecil mereka yang terpajang di meja kamarnya.
Ia jadi memikirkan kembali ucapan bryan ada benarnya juga.
"Erino, kakakmu sudah mati- matian berusaha untuk melindungimu.
Di sudah menyiapkan semua rencana matangnya untuk membalikkan keadaan lagi dan membalas semua perlakuan nyonya el dan leo terhadap kau dan ibumu.
Bahkan dia sudah bertaruh nyawa atas itu, jika sedikit saja leo dan nyonya elisa menyadarinya dia akan langsung tamat.
Dia sedang berusaha untuk melemahkan leo secara perlahan.
dan leo juga belum memiliki keturunan jika kau bisa belajar dengan baik kau bisa mengambil posisi leo memimpin perusahan disaat dirinya mulai kehilangan kendali.
bagaimanapun kau adalah putra ke dua almarhum Ardianto Atmaja jadi kau masih berhak atas posisi itu.
Jika kau sudah berada di posisi itu kau juga bisa melindungi kakakmu.
Kau menyayanginya bukan? Dia keluargamu satu- satunya kan? Hanya dia yang tersisa di hidupmu?? Maka lakukanlah yang terbaik untukmu dan untuknya."
Erino tersadar dari lamunannya dan berjalan ke arah jendela dan membukanya.
Ia melihat pemandangan dunia luar yang selama ini dia hindari.
Dan teringat kembali ucapan bryan.
" Apa seumur hidupmu kau ingin bersembunyi saja? Kau bahkan tidak bisa keluar dengan bebas.
Diluar sana ada banyak ajudan leo yang siap untuk menangkap dan menghabisimu apa kau tidak ingin membalikkan keadaan?"
__ADS_1
Setelah selesai mandi selena segera pergi ke rumah leo dengan membawakannya makanan yang ia masak tadi.
Sesampainya disana ia melihat lesh berdiri di ruang tamu
"Leo ada dimana lesh?" Tanya selena.
"Dia berada di kamar dan memintaku untuk meninggalkannya, dia bilang dia ingin mandi." Jawab lesh.
"Mengapa kau membiarkannya mandi? Apa kau gila? Dia baru saja pulang dan lukanya belum cukup kering untuk terkena air." Omel selena dan segera berlari ke kamar leo
"Kau tidak tahu saja nona jika dia sudah berkehendak apa yang bisa aku perbuat selain mengikuti keinginannya.
Bahkan kepalanya lebih keras daripada batu karang." Gumam lesh
Ia mengetuk pintu kamar leo dan segera membukanya.
Ia melihat leo sedang membuka bajunya.
"Siapa yang memperbolehkanmu mandi?" Tanya selena.
"Aku sedikit gerah." Jawab leo.
"Kau baru saja kembali dari rumah sakit dan lukamu juga belum kering belum boleh terkena air." Omel selena.
"Jika bukan karena kau memakaikanku celana tadi aku juga tidak akan seperti ini. aku mandi juga untuk meredam hasratku.
Aku benci sekali mengapa aku terus memikirkan peristiwa tadi. Oh shitt." Gumam leo
"Mari duduk jika kau gerah aku bisa membantumu mengelap tubuhmu untuk menghilangkan keringatmu."
Tunggu disini aku akan mengambil air dan lap dulu."
Ah shittt!!! aku menjadi semakin gila." Umpat leo dalam hati.
Ya dia hanya bisa pasrah dengan keinginan selena dan menurutinya.
Selena berjalan ke arah leo dengan membawa sebaskom air hangat untuk mengompres tubuh leo.
Ia meletakan baskomnya di atas kasur dan mulai mengelap badan leo, mulai dari tangan, leher, dada, tengkuk, dan punggunya yang tak ada lukanya.
Setelah selesai mengompres selena mengganti perban leo. Ia melepaskan perban dengan sangat hati- hati.
"Dimana obat yang diberikan dokter?" Tanya selena.
"Di laci itu." Leo menunjuk ke meja sebelah tempat tidurnya.
Selena berjalan mengambilnya.
Di dalam plastik obat ada beberapa obat minum dan salep.
Selena membuka salep tersebut dan mengeluarkan sebuah bubuk dari sakunya dan menaburkannya kedalam salep leo lalu mengaduknya kemudian mengoleskannya pada luka leo.
Kau tenang saja ini tidak akan membunuhmu hanya membuat lukamu sedikit lama untuk sembuh.
Bagaimanapun aku masih memiliki hati nurani dan rasa terima kasih karena kau sudah menolongku. Gumam selena dalam hati.
__ADS_1
Setelah mengoleskan salep, ia membalut kembali luka leo dan memberikan perban.
"Ah... sudah selesai." Ujar selena sembari memakaikan baju untuk leo.
"Ayo makan dan minum obat, aku sudah memasak makanan untukmu." Ajak selena sambil menggandeng leo ke sofa yang ada di kamarnya.
Selena menyuapi leo dengan masakan buatannya.
Leo terlihat sangat suka dan lahap saat memakannya entah karena menyukainya atau karena lapar.
Setelah selesai makan, selena membukakan obat apa saja yang akan diminum leo.
Ia memberikan obat tersebut dan segelas air putih. Leo menerimanya dan segera meminumnya.
"Ah.. penurutnya.." ujar selena sembari mengacak- acak rambut leo.
"Bagaimana jika berikan aku sebuah hadiah."
"Hadiah apa?" Tanya selena
Tanpa aba- aba leo dengan secepat kilat mengecup bibir selena.
"Sebuah kecupan." Leo berbisik di telinga selena dan tertawa melihat wajah selena yang mematung.
Karena kesal selena menabok tangan leo.
"Aw.. aw.. sakit." Leo berpura- pura kesakitan.
Selena panik dan segera mengelusnya, ia pun tersadar dengan tipuan leo.
" ishh.. dasar yang ku tabok kan tanganmu bukan punggungmu."
Leo hanya tertawa- tawa melihat wajah selena yang kesal.
" ya sudah aku pulang dulu sudah malam." Ujar selena
"Apa kau sungguh tega kepada dewa penolongmu? Aku kan terluka demi melindungimu... apa kau tega meninggalkan aku yang sedang sakit?? Tak ada yang bisa mengurusku, bahkan ibuku tidak ada disini." Rengek leo agar selena tidak pulang sambil memegangi tangan selena.
"Ya temani aku... ya..." rengek leo lagi
"Baiklah... baiklah.. aku akan menemanimu malam ini" Ucap selena
" yey.." sorak leo kegirangan sambil mengecup pipi selena.
"Aw...aw...." ia kesakitan karena sembarangan bergerak.
"Aduh.. makanya jangan sembarangan bergerak lagi sudah- sudah istirahat." Ujar selena
"Ayo." Ajak leo sambil menarik tangan selena.
"Apa?"
"Berbaring di kasur."
"Mengapa denganku?"
__ADS_1
"Aku sedang terluka, tenang saja aku takkan bisa macam- macam." Jelas leo.
Akhirnya mereka berdua pun tidur satu kasur dengan bantal sebagai pembatas antara mereka.