
Malam hari
Selena pulang sendirian dari apartement bryan, ia tak ingin di antar karena ingin mampir ke swalayan untuk membeli sesuatu.
Setelah membeli barang ia berjalan pulang melewati jalanan yang sangat sepi, mungkin karena sudah cukup malam jadi tak banyak orang berlalu- lalang.
Tiba- tiba saja ada yang menubruknya Brughhh.. selena terjatuh dan barang yang yang ia beli menjadi berserakan.
Selena terkejut karena yang menabraknya adalah lyora, ya seharusnya sekarang lyora sedang dalam masa pencarian polisi.
Ia menjadi sedikit takut dan ingin berlari namun karena terjatuh membuat lututnya berdarah dan sakit saat begerak.
"Kauu... akhirnya kita bertemu lagi. kau yang melaporkanku ke polisi kan? Jawab!" Teriak lyora sambil berjalan ke arah selena dan menyekik lehernya.
"Le...pas....kan...." pinta selena sembari menarik tangan lyora agar cengkraman tangan lyora sedikit longgar.
"Hahahh...Kebetulan sekali kita bisa bertemu kembali jadi aku bisa membunuhmu malam ini ****** sialan." Cengkram lyora semakin erat sehingga membuat selena susah bernafas dan merasa sedikit pusing.
Tiba- tiba saja ada yang menendang lyora sehingga membuatnya terjatuh dan melepaskan cengramannya pada leher selena.
"Uhuk..uhuk.." selena terbatuk- batuk karena baru saja lepas dari tangan lyora.
Dengan mata yang mulai terlihat sayup ia tergeletak tak berdaya.
"Dasar brengsek! siapa yang menyuruhmu ikut campur! Aku tidak ada urusan denganmu" Lyora memarahi seorang pria yang menendangnya.
Ketika lyora ingin melawan pria tersebut kedua tangannya ditarik ke belakang dan di plintir sehingga membuatnya tak bisa melawan.
"Lepaskan brengsek!" Beberapa kali lyora mencoba meronta- ronta.
Tak lama kemudian polisi yang memang sedang mengejarnya datang dan segera memborgol tangan lyora.
"Terima kasih pak atas kerjasamanya." Ucap sang polisi kepada pria yang membatunya menangkap lyora.
Polisi- polisi itu pun segera menyeret lyora ke penjara.
Perlahan pria itu berjalan mengampiri selena yang tergeletak pingsan.
Pria itu memgecek apa selena masih bernafas dengan mendekatkan jarinya ke hidung selena.
Setelah mengeceknya pria itu pun membopong selena membawanya pergi.
Pagi hari
Selena terbangun dan mulai membuka matanya perlahan, ia tak mengenali langit- langit ruangan tersebut ini bukanlah rumahnya, bryan atau pun leo, tempat siapa ini selena bertanya- tanya sambil mengerakkan kepalanya untuk melihat ke sekelilingnya, ia merasakan pusing dan memegangi kepalanya.
"Apa kepalamu masih terasa sakit? Apa kau mau pergi ke dokter?." Tanya seorang pria yang berjalan ke arahnya.
"Aku dimana?" Tanya selena
"Kau berada di apartement ku." Jawab pria tersebut sembari membantu selena bangun.
"Kau siapa?"
"Oh iya, perkenalkan aku Rayn.
Aku yang membawamu kesini karena aku tidak tau dimana tempat tinggalmu.
Semalam kau terbaring pingsan setelah di serang oleh seorang wanita." Ucap ryan.
Selena tiba- tiba teringat semalam lyora menyerangnya. Ia reflek memegang lehernya dan benar saja masih terasa sakit.
__ADS_1
"Oh iya siapa namamu?" Tanya rayn.
"Selena, oh iya apa kau melihat ponselku?"
Rayn memberikan ponsel milik selena.
"Ah.. habis baterai lagi." Gumam selena.
"Tunggu sebentar aku akan mengambilkan minum untukmu."
Selena beranjak dari kasur dan mengekor di belakang rayn untuk berpamitan pulang.
"Ayo biar ku antar." Tawar rayn.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri."
"Apa kau yakin?"
"Ya ." Jawab selena, tapi terlihat sekali ia sangat lemas dan pusing.
"Ayo cepat ikut aku biar ku antar." Rayn menarik tangan selena memaksa untuk mengantarnya.
Sesampainya di apartement, selena segera turun dari mobil.
"Terima kasih tuan sudah mengantarku." Ujar selena.
Rayn mengangguk
"Oh ya selena, jangan panggil tuan panggil rayn saja." Ucap rayn
Selena mengangguk dan tersenyum tipis lalu segera pergi masuk ke apartemennya.
Rayn melihat selena yang berjalan menjauh dan memperhatikan sekitar apartement selena untuk menghafal tempatnya.
Ia melihat memar di lehernya dan menyentuh perlahan.
~ keesokan harinya ~
Di kantor rayn
Ia masih saja terbayang- bayang oleh gadis cantik yang ditolongnya.
"Selena." Gumam rayn.
"Anda menyebut apa boss?" Tanya anton.
"Tidak. Oh ya ton tolong belikan aku buah aku ingin menjenguk orang sakit."
"Siapa yang sakit boss?" Tanya anton lagi.
"Ahh.. belikan saja kau tak perlu tau."
"Baik boss."
rayn berniat mampir ke apartement selena sebentar untuk menjenguknya sepulang kerja.
Apartement selena
Leo sedang mengungunjungi selena dan membawakan beberapa makanan untuknya.
Leo dan selena duduk di meja makan dengan banyak makanan terjejer di meja makan.
__ADS_1
"Kau memperingatkanku untuk berhati- hati tapi kau sendiri malah terluka." Ujar leo sambil melihat memar selena dari arah dekat.
"Apa masih terasa sakit? Tanya leo yang hanya disahuti anggukan oleh selena.
"Aku sudah menyuruh lesh untuk mengurusnya agar diberikan hukuman yang berat." Sambil membukakan makan untuk selena "makanlah." Sambil menyodorkan ke arah selena.
Ting tong! Ting tong. Tiba- tiba terdengar bunyi bel apartement.
"Biar aku yang membukanya." Ujar leo
Saat membuka pintunya leo terkejut yang datang adalah rivalnya, begitu juga dengan rayn terkejut yang membukakan pintunya adalah leo.
"Kau." Ujar rayn terkejut karena yang membuka pintu leo.
"Kau!! Untuk apa kau kemari?" Tanya leo.
"Aku mencari seseorang, kenapa kau sendiri ada disini?" Tanya balik rayn
Ia beberapa kali melihat nomor kamar dan benar ini nomor kamar selena yang diberitahu oleh resepsionis.
Tiba- tiba selena keluar dari belakang
"Kenapa ribut- ribut ada apa?" Tanya selena.
"Ada orang gila mampir, aku sudah mengusirnya tapi dia tak mau pergi." Ujar leo.
Selena melihat ke luar ternyata rayn yang datang.
"Ah.. kau rupanya, masuklah." Ujar selena
"Apa kau mengenalnya?" Tanya leo
"Dia yang menolongku kemarin."
Rayn segera masuk ke dalam namun terus bertengkar dengan leo.
Mereka berdua terus saja dorong- dorongan.
Ketika selena berbalik dan melihat mereka berdua langsung diam tak bertengkar lagi.
"Emmm.. selena ini aku bawakan buah untukmu" ujar rayn.
" selena tak menyukai buah- buahan seperti itu dia lebih suka yang baru di panen langsung dari petani, lebih baik kau bawa kembali buah busukmu itu." Ejek leo
"Terima kasih, kau sudah repot- repot
membawakanku buah." Sambil menerima sekeranjang buah yang rayn berikan.
Melihat selena menerima buah yang rayn berikan membuat leo menjadi bete dan menyilangkan kedua tangannya.
"Apa kau sudah makan? Tanya selena kepada rayn sambil menawarkan makanan yang dibawakan leo
"Aku membelikan itu untukmu bukan untuknya." Ketus leo agar ryan tidak ikut makan.
"Tidak, aku sudah kenyang, aku hanya mampir sebentar untuk menjengukmu, ku lihat kau sudah lebih baik, kalau begitu aku pamit dulu." Pamit rayn karena tak nyaman berlama- lama dalam satu ruangan dengam rivalnya.
"Ah.. baguslah cepatlah kau pulang menggangu saja." Ujar leo ketus.
Selena yang mendengar ucapan leo langsung memukul leo agar tak berkata seperti itu.
Di luar apartemen sepanjang jalan ryan menggerutu karena leo sangat menyebalkan.
__ADS_1
"Dasar kau leo bangsatt.. lihat saja nanti." Gumam rayn.