
~ balik ke cerita ~
"Ohhh...Kupikir itu wanitamu."
"Apakah aku terlihat seperti laki- laki yang seperti itu??" Tanya bryan sambil mengurung selena dengan satu tangannya di belakang sandaran selena duduk, sehingga membuat selena otomatis mundur ke belakang dan menelan salivanya.
"Mana ku tahu, lagi pula sekarang kau adalah pria dewasa jadi wajar wajar saja." Sambil menaikkan kedua bahunya ke atas dan menoleh ke samping menghindari tatapan bryan.
"Sungguh?? di matamu aku terlihat seperti itu? Seorang pria brengsek?" Cecar bryan sembari menolehkan wajah selena agar melihatnya.
Karena ia tak menyangka ternyata selena menganggapnya pria yang seperti itu. Padahal sudah mengenalnya bertahun- tahun.
Beberapa saat mata mereka saling bertemu dan selena tertawa karena melihat wajah serius bryan yang membuatnya ingin tertawa.
"Hahahhh.. aku hanya bercanda yan, kau serius sekali menaggapinya." Selena mendorong tubuh bryan kemudian berdiri dan tertawa karena wajah bryan yang sangat serius terlihat lucu bagi selena.
Tapi bukannya membuat suasana menjadi cair, bryan menjadi semakin marah.
"Apa menurutmu itu sebuah lelucon?" Tanya bryan dengan nada kesal sehingga membuat selena berhenti dari tertawanya.
Bryan berjalan ke meja kerjanya meninggalkan selena karena kesal.
"Yan, apa kau sungguh marah?" Tanya selena sambil mengejar bryan.
Tapi bryan tak menanggapinya sama sekali.
"Aku minta maaf, aku sungguh tak bermaksud seperti itu yan aku.. aku...ha.." belum selesai berbicara selena tersandung kabel saat ingin meraih tangan bryan. Ia tak melihat ada kabel yang terurai di lantai. Sehingga membuat luka yang ada di lututnya terhantam kembali.
"Awww..." keluh selena sembari memegangi lututnya.
Bryan yang sudah duduk di kursinya tak mempedulikannya karena ia pikir selena hanya berpura- pura terjatuh agar dirinya membantunya.
Ia berpura- pura sibuk dengan memainkan laptopnya.
sehingga membuat Selena tertunduk sedih karena bryan tak menoleh sama sekali.
Ia memegangi lututnya dan berusaha menahan tangis karena merasakan nyeri akibat lukanya yang belum sembuh terhantam kembali ke lantai.
Ia menangis dengan tak mengeluarkan suara merasakan denyutan yang hebat di kakinya, lama- kelamaan celananya yang berwarna putih itu menjadi muncul bercak merah karena darah yang keluar dari luka di lututnya.
Bryan yang tak sengaja menoleh karena melihat celana selena ada bercak merah menjadi panik dan segera memapah selena untuk duduk di kursinya, ia perlahan melipat celana selena ke atas untuk melihat lukanya
"Hanya terjatuh di lantai yang halus mengapa sampai seperti ini??" Tanya bryan keheranan dan khawatir karena darah selena terus mengalir."
" I- itu luka yang aku dapatkan sebelumnya, bersamaan dengan luka di leherku." Jawab selena sedih
__ADS_1
"Mengapa tadi kau tak memberitahuku lututmu juga terluka?"
"Arrggghhh.." keluh bryan karena kesal dengan keadaan.
"Tunggu sebentar aku ambil obat." Bryan berlari untuk mengambil kotak P3K dan segera mengobati lukanya.
"Apa kau masih marah?" Tanya selena karena ia merasa bryan sudah peduli lagi padanya.
"Sudahlah jangan membahasnya lagi." Ujar bryan tak mau memperpanjang.
Malam hari
Setelah menyelesaikan pekerjaanya bryan mengantar selena kembali ke apartemennya.
Saat di jalan tiba- tiba selena menginginkan strawbery yang di balut coklat.
Akhirnya bryan berhenti sebentar untuk membeli coklat tersebut di supermarket.
Setelah mendapatkannya ia kembali lagi ke mobilnya dan betapa terlihat senangnya selena melihat 1 pack strawbery coklat yang dibawa bryan, ia terlihat seperti sangat menantikan snack tersebut, sehingga membuat bryan geleng- geleng kepala dan tersenyum melihat ekspresi selena yang sudah ngiler dengan snack yang dibawanya.
Karena melihat selena sudah tak sabar untuk mengambilnya, bryan terpikir untuk meledeknya dengan memaju memundurkan snacknya sehingga membuat selena berusaha menangkapnya
Karena tak kunjung tertangkap selena berpura- pura bete agar bryan memberikannya.
Membuat seketika ekspresinya berubah 180° menjadi tersenyum gembira ia segera membuka dan memakannya.
Ketika memakannya ia merasakan ledakan di dalam mulutnya dan tanpa sadar ia menggoyang- goyangkan kepalanya karena merasa enak.
Bryan yang melihat tingkah selena sambil menyetir menjadi tertawa.
Selena yang sadar bryan memperhatikannya menawari coklat yang di makannya, tapi bryan menolak karena tidak terlalu suka coklat.
Selena kekeh menyuruh bryan untuk mencobanya, ia membuka kemasannya dan segera menyuapi ke mulut bryan
"Ayo aaaaa..." ujar selena dengan bibir manyun karena bryan tak kunjung memakannya.
Karena kalah dengan ekspresi gemas selena bryan pun langsung melahapnya.
"Gimana?? Enak kan?" Tanya selena sambil membuka snack tersebut untuk dia makan.
Bryan mengangguk mengiyakan pertanyaan selena untuk membuatnya senang.
Yah seenak apapun karena ia tak menyukai coklat jadi biasa saja baginya.
Selena yang kembali memakannya merasakan ledakan lagi di dalam mulutnya, kenikmatanya asam segarnya strawbery yang bercampur dengan manisnya coklat adalah perpaduan yang pas.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian
Hari minggu
Leo mengajak selena kencan untuk menonton film di bioskop di sebuah mall yang lumayan besar di kotanya.
Setelah selesai menonton film, mereka berjalan- jalan dan berhenti sejenak untuk membeli minuman.
Dan leo menyuruh selena untuk duduk di bangku saja agar tidak lelah berdiri menunggu minumannya di buat.
Setelah mendapatkannya leo menghampiri selena untuk memberikan minumannya, dan ia juga ingin izin sebentar pergi ke toilet untuk buang air kecil.
Selena mengangguk sambil meminum ice coklat dan menunggu leo kembali.
Setelah selesai buang air kecil leo pergi ke washtafel untuk mencuci tangan.
Dan betapa kagetnya ia melihat pantulan seorang wanita dati kaca wastafel, leo segera berbalik untuk memastikan apakah benar.
"Alexa?? Kenapa kau ada disini?"
Alexa berjalan menghampiri leo dan memeluknya "aku merindukanmu." Ujar alexa
- Sebelumnya -
Alexa sedang berjalan- jalan di mall karena bryan menyuruhnya untuk membeli beberapa pakaian untuk bekerja.
Saat hendak masuk ke sebuah toko ia tidak sengaja melihat leo sedang bersama selena berhenti untuk membeli minuman ia pun mengintainya dari ke jauhan dengan bersembunyi di sebuah papan iklan.
Ia menjadi bertanya- tanya apa hubungan leo dan selena.
Dan ketika leo pergi ke toilet alexa segera membuntutinya.
Untungnya ia menggunakan topi jadi bisa menutupi wajahnya ketika lewat di depan selena agar selena tak melihatnya.
Ketika berada di depan toilet ia menengok kanan kiri ketika tidak ada yang memperhatikannya ia segera masuk ke toilet pria menyusul leo.
"Lepas sa.." leo berusaha melepaskan pelukan alexa.
"Tapi aku masih merindukanmu, akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi by." Alexa kembali ingin memeluk leo tapi leo mundur untuk menghindarinya.
"Sa aku sudah bilang kan jangan pernah temui aku lagi seterusnya..!'' Ujar leo tegas
"Kenapa leo? Apa karena sekarang kau sudah bersama dengan wanita itu??" Tanya alexa.
Selena merasa leo lama sekali pergi ke toilet sehingga membuatnya gelisah karena menunggunya. Akhirnya ia berniat untuk menyusul leo ke toilet.
__ADS_1