Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
12


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit leo segera dilarikan ke UGD.


Selena ikut berlari mendorong ranjang rumah sakit tempat leo terbaring dengan wajah panik dan khawatir ia takut terjadi apa- apa pada leo.


"Aku belum selesai denganmu kau tak boleh mati dulu, kau harus bertahan aku belum membalaskan dendamku padamu leo".


(ujar selena dalam hati)


Setelah sampai di pintu ugd ia tidak diperbolehkan masuk dan di suruh menunggu di luar.


Tak lama kemudian datanglah asisten lesh yang berlari dari pintu masuk.


Sebelumnya selena sudah menghubungi lesh bahwa mereka berada di rumah sakit karena leo ditusuk pisau oleh seseorang.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya lesh dengan nafas terengah- engah.


"Masih di tangani di dalam." Jawab selena sambil memainkan jarinya karena cemas.


Ia duduk sambil sambil menggoyang- goyangkan kakinya terus karena sangat khawatir dan gelisah  sebab dokter yang menangani belum juga keluar.


Tak lama terdengar suara pijakan sepatu bryan berlari sontak selena dan lesh menoleh ke arah bryan.


"Bagaimana denganmu? Apa kau baik- baik saja? Apa ada yang terluka?" Sambil memeriksa kanan kiri selena


"Aku tidak apa apa, tapi leo yang terluka." Jawab selena


"Syukurlah jika kau baik- baik saja." ujar bryan sambil mengelus- elus punggung selena untuk menenangkannya.


Asisten lesh yang ada disana hanya berdiri memperhatikan bryan dan selena.


Setelah di pindahkan ke ruang rawat inap, Selena duduk menemani leo yang belum sadarkan diri.


Sedangkan asisten lesh sedang mengurus administrasi rumah sakit leo.


Tak lama kemudian bryan datang dengan membawa sekantong makanan dan menaruhnya di meja sofa.


Ia bangun menghampiri selena dan menyuruhnya makan.


" ayo makan dulu." Ajak bryan sambil membawa selena ke sofa tunggu untuk makan.


Bryan membuka kantong makanan dan mengambilkan rice bowl untuk selena.


Ia membukakan tutupnya dan memberikan rice bowl tersebut kepada selena.


"Makanlah jangan sampai kau ikut sakit juga."


Ucap bryan sambil menyodorkan semangkuk nasi


Selena mengambil dan mulai memakannya.


Setelah selesai mengurus administrasi, lesh kembali ke kamar leo.


"Asisten lesh ini makanlah aku juga membelikannya untukmu." Bryan menyodorkan rice bowl untuk lesh.


"Terima kasih." Ucap lesh sambil mengambilnya dan duduk di sebelah selena untuk memakannya.


~ keesokannya ~

__ADS_1


Minggu pagi


Selena dan bryan pergi untuk mengecek cc tv tadi malam di ruangan pengurus cc tv.


Mereka turun dari mobil dan segera berlari naik ke ruangan pengurus cc tv.


Setelah mencari beberapa titik sudut akhirnya menemukan dimana peristiwa itu terjadi, selena meminta copy- an cc tv tersebut kepada pengurus cc tv.


Setelah mendapatkan copy- an cc tv tersebut mereka  segera pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan dan memberikan buktinya.


Laporan mereka pun sedang diproses oleh pihak kepolisian dan diminta untuk menunggu 2 x 24 jam.


Setelah seharian mengurus pelaporan kejadian semalam mereka kembali lagi ke rumah sakit untuk melihat keadaan leo.


Setelah mengantar selena ke rumah sakit, bryan berpamitan pulang kepada selena.


Saat berpamitan selena menyelipkan USB yang waktu itu ia gunakan untuk mengambil semua data- data pada laptop leo kepada bryan.


"Oh ya, ambil ini." Ujar selena


"Oke, baiklah aku pulang dulu." Bryan mengambilnya dan segera memasukannya kedalam saku celana dan pergi.


Setelah menunggu lama selena lelah dan menyandarkan kepalanya di ranjang leo sambil menggenggam tangannya.


Saat matanya sedikit tertutup ia merasakan jari leo bergerak, mata selena seketika menjadi segar dan melihat kembali jari- jari leo yang bergerak lagi, ia segera memanggil suster untuk mengeceknya.


Perlahan mata leo mulai terbuka dan selena membantunya untuk setengah duduk.


"Kau sudah sadar, apa terasa sakit?" Tanya selena


Leo bergerak dan merasakan perih di punggungnya "aww.." rintih leo


Leo menurut apa kata selena dan tetap diam, sembari menunggu selena menyiapkan makanan untuknya.


Selena meniup buburnya agar tak terlalu panas saat masuk ke mulut leo.


Setelah selesai makan ia mengupaskan apel untuk leo sebagai pencuci mulut.


Selena menyodorkan potongan apel ke mulut leo.


Tapi bukannya membuka mulut leo malah mengambil potongan apel yang ada di tangannya. 


Akhirnya ketika bergerak ia merasakan nyeri di punggungnya.


" Tuh kan sakit kan? Makanya kalo disuapin tuh diem jangan ikut-ikutan" omel selena karena kesal. ia pikir leo tak mau di suapi.


" iya.. sayang maaf" Leo meringis kesakitan.


" ayo aaa... buka mulut lagi." Sambil menyodorkan potongan apel lagi


Leo langsung melahap suapan dari selena


"Ah.. bagus.." sampil mengusap- usap kepala leo seperti mengusap kepala anak anjing.


~ 3 hari kemudian ~


Leo sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

__ADS_1


Selena pun membantu leo untuk beres- beres dan berganti pakaian.


Ketika membuka baju leo, ia melihat perban yang melilit punggung leo.


Ia menyentuh pelan luka leo.


"Apa sakit? Tanya selena


Leo sedikit kaget karena lukanya tiba- tiba di sentuh  "Sedikit." Jawab leo.


Entah mengapa hati selena merasa nyess ketika melihat luka yang ada di punggung leo, karena bagaimanapun jika leo tidak datang untuk melindunginya dia yang akan mati jika terkena pisau itu.


karena lyora mengayunkannya tepat ke bagian jantungnya.


Selena perlahan memakaikan leo baju saat sedang mengancingkan baju leo, wajah leo menjadi memerah karena selena terlalu dekat dengannya sehingga membuat jantungnya berdebar- debar, ia segera memalingkan wajahnya agar tak diketahui selena.


Setelah selesai membantunya mengganti baju selena juga membantu leo untuk mengganti celananya.


Ia menarik leo berdiri dan membuka zipper celananya sehingga membuat leo terkejut dan wajahnya semakin memerah.


"kau mau apa?" Tanya leo


dengan santainya selena menjawab


" mengganti celanamu apa lagi?" Tanya balik


selena " apa kau pikir bisa memakai sendiri celanamu?"


Leo hanya mematung dan tidak berbicara apa apa.


"Cepatlah aku akan menutup mataku." Ucap selena sambil menurunkan celana leo


"Mana celana gantimu, tolong ambilkan ada disebelahmu." Pinta selena kepada leo untuk memberikannya karena dia tidak bisa melihat.


Saat memasukkan kaki leo ke lubang celana ia kesusahan dan harus meraba- raba.


Leo yang merasakan kakinya diraba- raba membuat wajahnya menjadi semakin terasa panas dan memerah


Setelah berhasil memasukan kedua kaki leo, selena segera menarik celananya ke atas dan mengancingnya.


Setelah berdiri ia membuka matanya dan melihat leo, wajahnya terlihat sangat merah.


"Kenapa wajahmu merah sekali apa kau merasa demam?" Tanya selena sambil menempelkan tangannya ke jidat leo.


Leo yang salting langsung melengos


"Tidak, hanya saja aku merasa sedikit kepanasan mungking karena AC nya tidak terlalu dingin."


Tok...tok.. suara ketukan pintu lesh menghentikan pembicaraan mereka. Ia datang untuk menjemput leo.


"Apa sudah siap semuanya?" Tanya lesh.


"Sudah aku sudah memasukkan semua baju kotornya ke sini." Sambil memberikan tas yang berisi baju kotor leo kepada lesh.


"Baiklah kau pulang bersama asisten lesh dulu nanti setelah mandi aku akan ke rumahmu."


Berpamitan kepada leo

__ADS_1


Leo mengangguk mengiyakan ucapan selena.


__ADS_2