
~ 3 hari kemudian~
Selena sedang membawa 4 bag yang lumayan besar berisi makanan dan minuman untuk para karyawannya di butik.
Ia membelikan makan siang untuk para karyawannya yang sudah bekerja keras di butiknya.
Saat sedang kesusahan membenarkan bag nya tiba- tiba saja ryan berdiri si depannya dan mengagetkannya.
"Hai selena, apa perlu bantuan?" Tanya rayn.
"Astaga mengapa tiba- tiba muncul mengagetkan saja."
Rayn tertawa melihat ekspresi kaget selena dan segera mengambil paper bag yang ada di tangan selena untuk membantunya membawakannya.
"Mau kau bawa ke mana?" Tanya rayn
"Ah.. itu untuk karyawanku, oh iya ngomong- ngomong kenapa kau ada disini?"
"Anu.. aku kebetulan lewat dan melihatmu kesusahan jadi aku menghampirimu, oh iya kau punya karyawan?" Rayn berbohong dan segera mengganti topik.
Sebenarnya beberapa hari ini ia menyuruh seseorang untuk menyelidiki selena dan ia juga sudah memantau selena sejak keluar dari butiknya untuk membeli makan.
"Iya karyawan di butikku, nah itu dia." Selena menunjukkan butiknya yang sudah terlihat oleh mereka.
Ia membukakan pintu untuk rayn masuk kemudian membagikan makanan pada karyawan- karyawannya.
Setelah rayn membantu selena membagikan makanan ia menyuruhnya untuk duduk di sofa dan membuatkannya secangkir kopi.
"Silahkan diminum." Ujar selena sambil menaruhnya di meja
Yang disahuti rayn dengan anggukan dan ucapan terima kasih.
Entah kenapa 3 hari berturut- turut ini rayn selalu datang ke butik selena setiap hari dan membawakan makanan untuk para karyawannya sehingga karyawan- karyawan selena menjadi akrab dengan rayn.
Dan karyawan menjadi bertanya- tanya apa rayn adalah pacar boss mereka.
Sehingga membuat selena bertanya langsung kepada rayn dengan maksud dan tujuannya.
"Aku tidak memiliki niat jahat apapun aku hanya ingin menjadi teman denganmu." Ujar ryan
"Sungguh?"
Rayn mengangguk antusias
"Baiklah jika kau hanya ingin menjadi teman tidak masalah tapi kau tidak perlu membawakan karyawan ku makanan setiap hari, nanti mereka akan bergosip jika kita memiliki hubungan." Selena berbicara sambil menaruh tangannya di sebelah mulutnya agar tak ada orang lain yang melihat gerak bibirnya.
__ADS_1
"Baiklah mulai sekarang kita adalah teman." Ujar rayn sambil mengajak selena tos dengan tangan yang mengepal
"Oh iya dan satu lagi jika kau tidak ada hal penting jangan sering- sering berkunjung ke tempatku." Selena berbicara dengan nada pelan seperti berbisik.
"Apa kau tidak memiliki kerjaan lain?" Tanya selena membuat ryan terdiam dan tersadar jangan- jangan selena menganggapnya pria kurang kerjaan.
" oke oke aku akan mengikuti ucapanmu, tapi benar ya kita sudah berteman?" Tanya ryan untuk memastikan dengan mengikuti nada selena seperti berbisik
Dan dijawab selena dengan anggukan.
Sehingga membuat rayn kegirangan dan berpamitan pulang.
Selena menjadi terbengong melihat tingkah aneh ryan.
"Hanya menjadi teman tapi segirang itu kah?" Gumam selena.
Setelah ryan pulang ia pun menjatuhkan tubuhnya duduk di sofa dan melihat ponselnya.
Tak terasa hari sudah malam karyawan selena pun sedang berberes- beres untuk menutup toko.
Setelah karyawan pulang selena pun mengunci tokonya dan berjalan pulang.
Ia berjalan menyusuri keheningan malam dan sepinya jalanan.
Alexa yang diperlakukan seperti itu hanya pasrah dan tak bisa apa- apa.
Dengan sedikit rasa takut selena berusaha memberanikan diri untuk menolong alexa.
Ia mengendap- endap mengambil sebuah balok kayu yang tergelatak di dekat tempat sampah kemudian memukul pria tersebut dari belakang saat pria itu terjatuh dan merasakan sakit selena segera menolong alexa.
Ia menggandeng alexa dan mengajaknya berlari untuk kabur sebelum pria tua itu bangkit.
Sesampainya di depan apartement selena, mereka berhenti dengan nafas terengah- engah dengan posisi kedua tangan memegang lutut.
Alexa terus- terusan menatap ke arah selena karena terkejut saat selena tiba- tiba muncul dan menolongnya.
Setelah nafas mereka mulai stabil selena menggandeng tangan alexa untuk mengajak ke apartemennya.
Alexa menahan tangannya dan tetap diam berdiri saat selena menariknya untuk mengikutinya, seketika selena menoleh ke belakang.
"Kenapa diam? ayo ikut ke kamarku, apa kau ingin darahmu terus menetes?" Tanya selena
Alexa pun merasakan ada yang mengalir dari dahinya dan menetes ke bajunya.
Akhirnya ia mau ikut selena untuk ke apartemennya guna mengobati lukanya.
__ADS_1
"Duduk dulu, aku ambil p3k sebentar." Menyuruh alexa duduk di sofa.
Setelah mengambil kotak p3k ia mengeluarkan kapas dan cutton bud untuk mengelap darah yang tersebar di sekitar lukanya. kemudian memberinya betadine dan menutupnya dengan plester.
Alexa memperhatikan selena yang mengobatinya dengan teliti dan hati- hati membuatnya berpikir selena memanglah gadis yang baik dan tulus jadi pantas saja jika leo mencintainya.
"Ah sudah selesai." Ujar selena
Alexa reflek memegang dahinya untuk mengecek hasil balutan selena
"Baiklah, terima kasih sudah mengobatiku aku pamit pulang." Ujar alexa
Selena menahan alexa yang ingin pulang karena sudah malam dan takut terjadi apa- apa lagi padanya.
Ia pun menyuruh alexa untuk menginap saja di apartementnya dan urusan besok dia kerja datang terlambat selena yang akan minta izin ke bryan.
Untuk masalah baju kerja selena punya banyak pakaian yang belum pernah ia gunakan dan ia bisa memberikan satu pada alexa.
Alexa berpikir sejenak dan mengiyakan tawaran selena karena ada benarnya juga bagaimana jika di jalan bertemu ayahnya lagi (pria tua tadi) atau bertemu preman- preman jalanan? Malam- malam begini siapa yang akan menolongnya.
Selena yang merasa lapar mengajak alexa untuk makan samyang bersama, karena hanya itu yang ada di dapur selena. Ia belum sempat untuk berbelanja bulanan.
Mereka menyantap mie mereka dengan telur setengah matang di atasnya dan minum bir kaleng.
Slurupp... slurupp mereka menyantapnya dengan lahap tanpa menyisahkan setitik pun.
Setelah makan mereka berpindah ke ruang tv untuk menonton film sambil meminum bir dan memakan camilan.
Entah bagaimana bisa mereka menjadi akrab dalam sekejap dan saling menceritakan kehidupan masing- masing.
Selena menangis ketika alexa menceritakan kisah keluarganya yang mengharukan.
Sudah tak terhitung berapa kaleng bir yang mereka minum sehingga membuat mereka mabuk.
Sudah seperti itu pun mereka tetap saja mengobrol tak henti- henti.
Pagi hari
Di kantor bryan
Alexa berlari karena ia sudah terlambat masuk kerja, ia pun memasuki ruangan bryan untuk meminta maaf.
Sedangkan bryan sedang berdiri melihat ke luar jendela dengan menaruh kedua tangannya di pinggang.
"Maaf pak saya datang terlambat, bapak bisa menghukum saya sebagai gantinya." Ujar alexa.
__ADS_1