Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
15


__ADS_3

Supermarket pukul 13.01


Selena keluar dari supermarket setelah berbelanja menggantikan bi inah yang sedang sakit.


Ia membawa belanjaan lumayan banyak sehingga merasa tangannya cepat pegal.


Sesekali ia meletakan belanjaanya di bawah kemudian mengangkatnya lagi.


Sedangkan di satu sisi dari kejauhan ada erino sedang berlari terbirit- birit.


Ia terlihat seperti mencari tempat persembunyian karena sudah tak kuasa berlari lagi.


Erino kaget karena tiba- tiba ada yang menariknya.


Ia terbelalak melihat orang yang menariknya membekap mulutnya.


- sudut pandang selena -


Ketika ia sedang menaruh belanjaannya ia melihat erino seperti kebingungan dengan nafas terengah- engah.


     Kemudian ia menarik erino ke sebuah gang sempit samping supermarket sambil membekap mulut erino agar tidak bersuara.


Selena meletakkan jari telunjuk di mulutnya tanda menyuruh erino untuk diam.


Mata erino terbelalak ketika melihat yang menarik tangannya adalah kakaknya.


Setelah selena melepaskan bekapannya pada erino, nafas erino menjadi ter engah- engah karena reflek menahan nafas saat selena membekapnya.


"Siapa yang mengejarmu?" Tanya selena.


"Kak leo, kak." Menjawab dengan berusaha menenangkan nafasnya yang masih ter engah- engah.


"Mengapa kalian  bisa bertemu? Kau sedang apa berkeliaran di luar?" Cecar selena


"Aku habis dari swalayan untuk membeli sebuah barang." Jawab erino.


"Ya sudah, aku akan mengalihkan perhatian mereka berdua kau lari lewat sana cepat." Ujar selena sambil menunjukkan ke arah jalan keluar.


Erino mengangguk mengikuti arahan selena.


Selena keluar dari gang dan melihat leo dan lesh sedang celingak- celinguk.


"Leo, lesh kalian sedang apa disini?" Tanya selena.


Leo dan lesh saling bertatapan karena kebingungan harus menjawab apa.


"Copet nona, dompet boss di copet dan kita sedang mengejarnya."


"Ya benar dompetku habis di copet."


"Bagaimana bisa kau kecopetan?" Tanya selena lagi


"Eee.. tadii.. tadi kita sedang mengantree untuk membeli minuman tiba- tiba ada copet, eee... nona sendiri sedang apa disini?" Tanya lesh mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Aku habis berbelanja, apa kau tidak melihat? Ada banyak belanjaan di tanganku. Ahh... cepat bantu aku membawanya tanganku sangat sakit." Ucap selena sambil memberikan lesh dan leo belanjaan yang ada di tangannya.


"Mengapa kau yang berbelanja? Dimana bi inah?" Tanya leo


"Dia sedang sakit di rumah, jadi aku menggantikannya berbelanja.


Jika aku tidak berbelanja apa nanti malam kau tak ingin makan??" Tanya selena kepada leo.


"Ayo cepat bantu aku membawanya." Sambil menggandeng tangan leo di sebelah kanannya dan les di sebelah kirinya.


Leo dan lesh yang sudah ditarik selena masih saja celingak- celinguk mencari erino.


Sesampainya di apartement bryan, erino langsung terkapar di sofa.


"Mengapa kau tak mengangkat telponku?" Tanya bryan yang baru keluar dari kamarnya.


"Tadi aku sedang berlari dari kejaran kak leo jadi tak bisa mengangkat telpon mu, untung saja tadi ada kakak (selena) yang membantuku mengalihkan perhatiannya" Jawab erino sambil merubah posisinya menjadi duduk bersandar.


"Lalu mengapa kau berkeliaran di luar?"


"Aku hanya ingin keluar membeli sesuatu."


"Kau kan bisa meminta tolong padaku untuk membelinya."


"Aku tak ingin selalu merepotkanmu kak, aku cukup banyak menyusahkanmu."


"Aku tak merasa kau menyusahkan ku bagaimanapun kita sudah kenal sejak kecil jadi aku sudah menganggapmu dan selena sebagai adikku."


Erino menjadi terdiam beberapa saat dan kembali berbicara.


"Apa kau sungguh yakin? Apa yang membuatmu ingin pergi?"


"Ya aku sudah memikirkannya aku merasa sepertinya ucapanmu benar karena hari ini aku mengalaminya sendiri."


"Baiklah jika keputusanmu sudah bulat aku akan mengurusnya dulu, kau akan berangkat dalam beberapa hari lagi."


"Baik kak, terima kasih."


~ Beberapa hari kemudian ~


Selena sedang bersiap- siap untuk pergi ke bandara mengantarkan kepergian adiknya yang akan bersekolah di Amerika.


Tak lama kemudian mobil bryan sudah datang tin..tin..


Selena segera turun ke bawah dengan manggunakan lift.


Bryan sengaja mengosongkan bangku depan agar selena duduk di sebelahnya, tapi selena memilih duduk di belakang bersama adiknya.


"Apa kalian menganggapku sebagai supir kalian?" Gurau bryan.


"Ya pak supir cepat jalankan mobilnya." Ujar selena sambil tertawa kecil.


"Ahh.. aku pasti akan merindukanmu?" Ucap selena sambil memeluk erat adiknya.

__ADS_1


"Baiklah tuan- tuan dan nyonya- nyonya harap gunakan sabuk pengaman anda karena kita akan segera berangkat." Ledek bryan


Erino mendorong pelan selena agar duduk dengan benar dan membantunya memasangkan sabuk pengaman.


"Tidak bisakah kau membiarkan kakak adik yang akan berpisah ini bermesraan srjenak?" Selena menabok tangan bryan dan bryan pun reflek menghindar agar tak terkena pukulan selena.


Sesampainya di bandara erino segera chek-in karena sebentar lagi pesawatnya akan berangkat.


"Dadah.. kak." Sambil melambaikan tangan ke arah selena dan bryan.


Selena yang tak rela melepaskan adiknya berlari untuk memeluknya yang terakhir kali.


"Hati- hati di sana ya.. kakak akan selalu mendo'akan mu." Ujar selena yang perlahan menitihkan air matanya.


"Iya kak, kakak juga harus baik- baik sampai aku kembali." Ucap erino.


Bryan berjalan mendekat dan merangkul selena agar melepaskan adiknya yang akan segera berangkat.


Mereka berdua melambaikan tangan kepada erino.


Di apartement bryan


"Ah akhirnya aku merasa sedikit lebih tenang karena bisa melindunginya juga sekarang, ya walaupun aku menjadi sedih karena berjauhan dengannya.


Tak masalah asal dia aman aku sudah cukup senang." Selena melenguh sambil merebahkan dirinya di soffa.


Sedangkan bryan sedang mengambilkan jus buah di kulkas dan membawanya ke ruang tamu. Ia menuangkan untuknya dan selena.


"Oh iya.. beberapa hari yang lalu leo dan asistennya sedang mengejar- ngejar erino untung saja aku segera menariknya ke dalam gang.  Jika tidak leo akan menangkapnya.


Sepertinya leo memang sudah mengamati erino sejak lama karena waktu itu saat aku ke kantornya aku melihat foto erino yang sedang keluar dari swalayan berada di mejanya." Ucap selena sambil meminum jus jeruk.


"Ya erino juga cerita padaku beberapa hari yang lalu ia dikejar- kejar leo dan kau menolongnya."  Sahut bryan.


"Oh ya bagaimana dengan flasdisk yang ku berikan padamu waktu itu, apa kau sudah mengeceknya?" Tanya selena.


"Ya. Bagus sekali semua informasi ada di sana dan aku akan memberikannya pada rival leo."


Ryan anderson adalah rekan bisnis bryan sekaligus rival perusahaan leo.


Ryan dan leo saling bersaing untuk menjatuhkan satu sama lain karena masing- masing saling memiliki dendam pribadi.


Mereka berdua pernah memperebutkan seorang wanita, sehingga karena kesalahan wanita tersebut sampai sekarang mereka berdua menjadi musuh bebuyutan.


Rayn sedang melihat isi flasdisk yang diberikan bryan padanya bersama asistenya anton.


"Menurutmu bagaimana ton tentang file yang diberikan oleh sahabatku?" Tanya rayn kepada asistennya.


"Sangat bagus boss, tapi kita harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk memproduksinya." Jawab anton.


"Tidak masalah asalkan kita bisa merebut pasar dagang darinya (leo) berapa pun akan ku keluarkan, aku sangat ingin menghancurkannya."


"Baik boss akan aku diskusikan dulu dengan dewan- dewan perusahaan."

__ADS_1


Ryan menyeringai karena tak sabar ingin mengalahkan leo, ia duduk dengan menyilangkan kakinya sambil memutar- mutar bolpoint nya.


__ADS_2