Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
06


__ADS_3

~ malam acara pertemuan perusahaan~


Lyora sedang menunggu jemputan asisten lesh. Tak lama mobil Leo pun sampai.


Tin.. tin..


Lyora segera berlari ke mobil dan membuka pintu belakang tapi ternyata tidak ada leo.



"Apa kau pikir aku supirmu?" Ujar lesh.



Lyora segera duduk di bangku depan  samping lesh.



Sesampainya di perjamuan lyora berdiri bersebelahan dengan lesh. Ia melihat- lihat ke segala penjuru ruangan mencari dimana Leo berada.



"Apa pak Leo tidak hadir?" Tanya lyora.



"Mungkin sebentar lagi sampai." Jawab lesh.



Tak lama lesh berbicara tiba- tiba seluruh tamu menjdi ricuh dan berkerumun.



Rupanya terpesona oleh kedatangan Leo dan Selena.



Leo dan selena berjalan dengan bergandengan tangan membuat mata seluruh tamu tertuju pada mereka berdua yang terlihat sangat serasi dan berkelas.



Leo menggunakan stelan jas berwarna hitam serta dasi kupu- kupu berwarna merah senada dengan gaun selena yang berwarna merah menyala dengan belahan setinggi lutut.



Kedatangan selena dan leo membuat tamu berkerumunan menyapanya.



Lyora yang melihat leo dan selena datang bersamaan langsung terlihat sangat kesal.



Ketika selena mengambil minum ia bertemu dengan bryan dan Mr. Wijaya jadi menyapa dan berbicara beberapa patah kata.



" Ah rupanya kau datang juga." Ujar bryan



" ya, bagaimana dengan setelanmu, apa kau menyukainya? Selena menanyakan stelan yang dibuatnya.



" aku tau kau akan cocok dengan warna itu." Sambil mengusap bahu bryan.



Selena membuatkan stelan jas berwarna silver yang membuatnya terlihat bersinar.



"Okelah kali ini kau tidak mengecewakanku."



" Hallo paman bagaimana kabar anda?" Selena bertanya kepada Mr. Wijaya



" Baik, bagaimana dengan kabarmu?" Tanya Mr. Wijaya



"Baik, paman."



" Ya sudah, paman mau ke sana silahkan nikmati pestanya."



Selena dan bryan mengangguk dan tersenyum.



Di satu sisi Leo juga sedang berbicara dengan para tamu lainnya.



Berkat peluncuran produk barunya banyak sekali yang ingin bekerjasama dengan perusahaannya.



Dan ada beberapa perusahaan yang ingin mengajaknya berkolaborasi produk.



Setelah mengambil minum ia berniat membawakan untuk Leo, namun ketika sedang berjalan  "brett" gaun selena diinjak lyora sehingga membuat belahan gaunnya semakin tinggi hingga memperlihatkan pahanya.



"Uppss sorry." Ucap lyora


__ADS_1


Selena merasa kesal tapi dia harus tetap menahan emosinya.



Ia pun hanya membalas dengan senyuman elegan.



Leo yang melihatnya segera menghampiri selena.



"Kau tidak apa - apa?" Tanya leo



"Ayo, akan ku suruh lesh mengambil gaun yang baru."



"Tak apa, ini tidak terlalu buruk, malahan membuatku terlihat seksi." Berbisik ke leo.



Selena memberikan minuman yang ia ambilkan untuk Leo.



" hai Mr. Leo, apa kabar?" Sapa mr.Gu



"Baik, bagaimana dengan anda Mr.Gu?"



"Baik, apa ini kekasih anda? Sangat cantik."



" ya, terima kasih atas pujiannya Mr.Gu"



Selena berjabat tangan dengan Mr. Gu dan memperkenalkan diri " selena"



" bukankah anda keponakan Mr. Wijaya?"



Selena mengangguk " iya Mr. Gu"



"Tidak menyangka Mr. Wijaya memiliki keponakan cantik yang disembunyikan bertahun- tahun."



"Ah anda bisa saja Mr. Gu."




Saat selena meletakkan minumannya di meja untuk mengambil macaroon dan kue- kue kecil lyora memasukan sebuah cairan ke dalam minuman selena.



  "Tadinya akan ku gunakan untuk leo berhubung kau mengganggu rencanaku baik ku singkirkan kau dulu, lihat saja bagaimana leo memandangmu sebagai \*\*\*\*\*\* yang menjijikan."


Lyora tersenyum jahat.


Ketika sedang memakan camilan selena tersedak dan langsung mengambil minumannya dan menenggaknya hingga habis.



Setelah menenggak minumannya selena merasa kepalanya sangat pusing dan tubuhnya sedikit kepanasan.



Selena pun pergi ke toilet untuk cuci muka agar dirinya segera sadar dari mabuk. Ia jalan sambil sempoyongan dan tidak bisa melihat jalan dengan jelas.



Lyora yang mengikutinya dari belakang mendorong selena ke dalam sebuah ruangan, kemudian ia juga mendorong seorang pria yang sedang lewat dalam keadaan mabuk, dan menutup pintunya lalu pergi.



Ketika lyora sudah pergi, bryan yang juga diam- diam mengikuti selena segera membawa selena keluar dari ruangan tersebut dan membawanya ke toilet untuk menyadarkannya.



Bryan menurunkan tutupan kloset dan menyuruh selena duduk.



" sel, sadar sel.." bryan menepuk- nepuk pipi selena.



Namun tubuh selena terasa semakin panas.



sepertinya yang diberikan lyora adalah obat perangsang.



Selena menarik kerah baju bryan dan menciumnya.



Mata bryan langsung terbelalak karena terkejut.


__ADS_1


Selena bangun dari kloset dan terus \*\*\*\*\*\*\* bibir bryan dengan ganas.



kemudian ia membuka kancing baju bryan dan mulai menciumi lehernya.



" pa- nas tubuh ku terasa sangat panas aku tak sanggup lagi."



"Hey selena apa kau sadar siapa yang ada di depanmu ini?" gumam bryan



Tangan selena mulai mengerayang ke bagian bawah celana bryan dan hendak melepaskan resletingnya.



" sel stop jangan buat aku melewati batas." Ujar bryan.



Kedua mata mereka pun saling bertemu Kemudian tanpa aba- aba bryan menotok pundak selena hingga membuatnya pingsan dan terjatuh ke pelukannya.



Bryan bernafas dengan terengah- engah karena jantungnya memompa darah terlalu cepat.


Ia pun segera membangunkan selena dengan menyipratkan air ke wajahnya.


Di satu sisi


Lyora membawa leo ke ruangan tadi tempat ia menjebak selena. Tapi ternyata tidak ada selena di sana.



" kau salah melihat orang sekertaris ly, selena bukanlah orang yang seperti itu." Tegas Leo



"Tapi aku benar- benar melihatnya masuk dengan seorang pria ke ruangan ini." Jelas lyora



" apa kalian mencariku?" Tanya selena sembari memberikan senyum meledek ke arah lyora.



" aku hanya pergi sebentar untuk buang air kecil babe apa kau sudah merindukanku?" Sambil menggandeng tangan leo dan berjalan kembali ke aula.



Lyora yang melihatnya baik- baik saja menjadi keheranan kenapa selena kembali seperti tidak terjadi apa- apa.


~ Kilas balik ~


Di toilet


" baguslah kau sudah sadar, tadi aku melihat sekertaris Leo memasukkan sesuatu ke minumanmu, belum sempat aku menghampirimu kau sudah menenggak habis, jadi aku mengikutimu diam- diam benar saja dia ingin menjebakmu, sebaiknya kau harus berhati- hati denganya." Ucap bryan memberitahu.



" baik, terimakasih telah menyelamatkanku." Ucap selena



" cepat kembali, leo pasti mencarimu."


~Balik ke cerita~


Diperjalanan pulang selena tertidur pulas di mobil. Ia terlihat sangat kelelahan mungkin karena tak terbiasa menghadiri pesta.



Ini merupakan pertama kalinya ia menghadiri pesta pertemuan antar perusahaan.



Ketika sudah sampai di depan apartemen Selena, Leo tidak tega untuk membangunkannya jadi hanya mengamati selena yang sedang tertidur.



"Cantik." Itu kata yang ia lontarkan ketika melihat selena tertidur seraya tersenyum hangat.


Perlahan Leo meraih wajah selena dan mendekatkan tubuhnya kemudian mengecup keningnya.


Tak lama kemudian selena terbangun dari tidurnya.



" sudah sampai? Apa aku tertidur lama sekali?" Tanya selena



" kau terlihat sangat lelah aku tak tega membangunkanmu." Jawab leo



Ceklek, selena membuka pintu mobil dan keluar.



"Apa kau ingin mampir?"



"Lain kali saja"



"Baiklah terima kasih sudah mengantarku, hati- hati di jalan." Selena melambaikan tangannya.



Selena berjan sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing dan jidatnya terasa panas.

__ADS_1



Ia berjalan sempoyongan dan memasuki lift untuk menuju ke kamarnya.


__ADS_2