Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
02


__ADS_3

Di kantor Leo


Leo sedang menandatangani beberapa berkas yang diberikan oleh sekertarisnya.



" waktu saya hanya tinggal 2 minggu


lagi pak, apa anda sudah menemukan pengganti saya sebagai sekertaris baru anda?


agar saya  dapat mengajarinya apa saja tugas - tugasnya, sekalian serah terima jabatan." Ucap sekertaris Rara.


" ya, lesh sedang mencari kandidatnya" jawab leo.



Setelah berkasnya ditandatangani rara pergi meninggalkan ruangan tersebut.



Hp lesh berdering ada telepon dari nyonya besar ( Elisa )



" ada nyonya beliau sedang meeting,


baik nyonya nanti akan saya aturkan jadwalnya." Jawab lesh.


" apa?" Tanya leo



" nyonya besar mengatur beberapa kencan buta untuk anda, anda bisa memilih salah satunya tuan.


Hp leo berdering pesan masuk dari ibunya


□ Mama


"Aku sudah mengirim jam dan tempat yang harus kau datangi untuk kencan buta sebaiknya kau pilih salah satu dari mereka, jika belum ada yang cocok akan aku aturan ribuan orang lainnya untuk kau temui."



"Sebaiknya kau harus segera menemukan sesorang, bagaimanapun itu akan berguna untuk menutup berita kematian dewi jika terungkap ke media apalagi sampai sekarang erino belum ditemukan.



Kau bisa menggunakan pertunangan kalian untuk menutup berita tersebut."



Di jalan lesh membacakan semua jadwal kencan buta yang akan di lakukan Leo.



Leo berjalan dengan sangan cepat sehingga lesh harus berlari untuk mengejar langkahnya.



"Nah boss, ini adalah tempat pertama kita, silahkan bertemu saya akan mengamati dari kejauhan."


~ Di cafe mentari, pukul 13.30 ~


Leo menemui pasangan kencan buta pertamanya namun ia merasa tidak cocok dengan wanita tersebut karena dia sangat narsis dan angkuh.



Kemudian ia melanjutkan pergi ke tempat selanjutnya.


~ Di restaurant beef, pukul 14. 35~


Ia juga merasa tidak cocok karena wanita tersebut sangat berlebihan memesan makanan namun tidak menghabiskan makanan yang dipesannya.


Tempat ketiga


~ Di cafe kopiku, pukul 15.45 ~


Leo tidak menyukai wanita tersebut karena keterlaluan terhadap pelayan yang tidak sengaja menumpahkan kopi dan mengenai sedikit bajunya ia sampai minta ganti rugi atas bajunya yang mahal, padahal pelayan tersebut sudah minta maaf."



Leo sudah merasa lelah telah menemui beberapa wanita tidak ada satupun yang cocok dengannya.



" bos ini adalah kencan buta terakhir anda untuk hari ini, jika belum cocok akan dilanjutkan besok."


~ Chocho Cafe, pukul 16.50 ~


Leo sedang menunggu pasangan kencan butanya yang ke empat ia sudah menunggu selama 10 menit.



" jika dalam 5 menit belum juga sampai kita pulang." Ucap leo



" baik bos"



Tak sampai 5 menit datang seorang gadis berambut panjang dengan dress putih bunga - bunga menghampiri leo, ia terlihat sangat cantik dan menawan.



" ah maaf, sudah membuatmu Menunggu." Selena meminta maaf



" baru pertama bertemu sudah memberikan kesan buruk. " gumam leo"

__ADS_1


        ah dasar psycopath berdarah dingin (umpat selena dalam hati).


" iya maaf datang terlambat karena tadi dipersimpangan terjadi kecelakaan sehingga macet parah, Sebagai permintaan maaf saya, hari ini saya yang traktir." Ujar selena



" alasan klasik." gumam leo



"terserah kau saja nona" jawab leo



"Ah bagaimana jika kita berkenalan dulu?  Aku Selena keponakan dari Mr. Wijaya." Menyodorkan tangan untuk bersalaman.



Ting! Leo menerima notif di hp nya


Terjadi sebuah kecelakaan di persimpangan xx klik untuk melihat berita.


" ehemm.. ehmm.. apa aku sangat tidak menarik tuan? Fokusmu hanya pada ponselmu." Ucap selena.



" mmmm... Leo"



Karena kesal selena langsung meneguk minumannya yang baru datang dengan wajah kesal.



" auh panas"  saking kesalnya ia lupa meniup minumannya.



Leo menyodorkan tisu untuknya.



" terima kasih. Mmm.. sepertinya disini sedikit membosankan ba..." belum selesai selena berbicara sudah di potong leo.



" lantas?? Kau ingin pulang?



"Tidak,  ayo ikut aku."  ajak selena sambil mengulurkan tangannya.



" kemana?" Tanya leo




Selena membawa leo ke taman riang yang ada di belakang cafe.



" kau pikir aku anak kecil?"



" Sssttt!! " selena menempelkan telunjuknya ke bibir leo.



Selena menggandeng tangan leo dan mengajaknya berjalan - jalan di taman riang, memainkan beberapa games, membeli ice cream, dan sosis bakar serta menaiki bianglala.



Saat bianglala menjadi semakin ke atas selena melihat wajah leo menjadi sedikit panik.



" apa kau takut ketinggian?? Jangan melihat keluar, lihat ke arahku."  selena menolehkan wajah leo ke arahnya dan menggenggam tangannya.



"A- aku hanya belum pernah menaikinya." Jawab leo.



"Sungguh?? Jadi ini pertama kalinya kau naik bersamaku?."



Leo mengangguk



Setelah turun dari bianglala selena berjalan sambil menggandeng tangan leo.



" bagaimana? Menyenangkan bukan bermain disini?" Tanya selena



Leo merasakan betapa senangnya bermain di taman riang, karena sejak kecil ia tidak diperbolehkan bermain dan hanya dituntut untuk belajar dan belajar, sebagai penerus bisnis keluarganya.



" tunggu sebentar." Selena pergi ke

__ADS_1


seorang penjual acsesories untuk membeli sesuatu.


Setelah membeli sebuah barang ia berlari ke arah leo.



" tada... L E O" selena menunjukan sebuah gantungan kunci berbentuk singa lucu yang dibeli nya.



" cihh.. " sambil tersenyum tipis.



" kau tidak melihatnya ini sangat menggemaskan bisa kau gantungkan dimana pun.



Cepat ambil ayo kita pulang." Menaruh ke telapak tangan leo dan menutupnya dengan jari- jarinya.


~Keesokan harinya~


Apartemen selena


Bryan mampir sebentar ke apartement selena sebelum ia pergi ke kantor.



Selena sedang tengkurap dengan kepala berada di ujung kasur, dan bryan duduk di sebelahnya.



" bagaimana dengan kencannya? Tanya bryan



" lancar, tinggal menunggunya selama 3 hari, jika dalam 3 hari dia menghubungiku artinya dia tertarik." Ujar selena membalik badannya menjadi terlentang.



" jika dalam 3 hari dia tidak menghubungimu?"



" maka aku akan menemukan cara lainnya."



\*Tuk\* Bryan mengetuk jidat selena dengan jari telunjuknya.



" sudahlah aku mau bekerja, tadi ku


bawakan sarapan ku taruh di meja makan, jangan lupa untuk menghabiskannya!"


" ah.. bye bye." dengan suara imut


sambil melambaikan tangannya dengan posisi duduk di kasur.


~ kilas balik ~


Selena direkomendasikan kepada nyonya Elisa melalui ayah bryan dan di akui sebagai keponakan Mr. Wijaya


Dengan pertimbangan nyonya elisa karena dianggap dapat menyokong perusahaannya apabila nanti terjadi sesuatu pada perusahaannya ia pun setuju menjadikan selena kandidat kencan buta untuk leo."


~ 3 hari kemudian ~


" sudah 3 hari berlalu dia belum juga menghubungiku, kupikir kemarin dia sudah sangat terkesan padaku.



Aku tidak boleh berdiam saja, aku harus ke kantornya! Aku tidak boleh menyia-nyiakan bantuan dari om wijaya." gumam selena.


Di Resepsionis kantor Leo


" ingin bertemu dengan siapa? Tanya resepsionis.



" Leo Ardianto." Jawab selena



" maaf pak leo tidak bisa di ganggu, apa sudah membuat janji dengan beliau?"



" belum, tapi saya kekasihnya.."



" baik, saya tanyakan dulu, Maaf nona tidak diangkat"



" baiklah, terima kasih."



Selena melihat leo berjalan bersama asistennya dan beberapa pria lainnya, ia pun reflek memanggilnya.



" Leo" teriak selena



Leo sontak menengok ke arah sumber suara, namun mengacuhkannya dan kembali berbicara dengan rekan - rekannya.

__ADS_1


Selena yang kecewa berjalan keluar dan pulang.


__ADS_2