Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
05


__ADS_3

Keesokan harinya


Selena membangunkam leo dengan menepuk- nepuk pipinya pelan


" hey.. leo.. leo.. bangun"


Leo yang mulai tersadar perlahan membuka matanya dan melihat wajah selena berada tepat di atas kepalanya.



" ayo ikut aku pergi ke pasar." Ajak selena.


cepat mandi ku tunggu di depan."


Selena dan leo berjalan- jalan menyusuri padatnya pasar untuk membeli beberapa bahan makanan.



Mereka berpindah dari satu penjual ke penjual lainnya.



Tak terasa belanjaan mereka sudah banyak hanya tinggal membeli buah untuk pencuci mulut.



Selena berhenti di sebuah kedai penjual buah karena ia tertarik melihat betapa segarnya buah- buah yang baru di panen.



Ia sangat tertarik melihat semangka yang sangat merah dan segar sepertinya dapat menghilangkan dahaga setelah berjalan- jalan di pasar.



" apa kau juga ingin semangka? Sepertinya terlihat segar dan menggoda, kau suka yang mana?" Tanya selena kepada leo.



Leo menunjuk ke arah buah pir, selena pun meminta dibungkuskan 1 kg buah pir dan 1 buah semangka kepada penjual tersebut.



Setelah merasa sudah mendapatkan semua yang ingin dibeli mereka berdua kembali ke rumah.



" ah.. melelahkan juga berjalan- jalan di pasar" keluh selena.



Ia berjalan ke dapur mengambil gelas dan air dingin untuknya dan leo, kemudian menuangkan air dingin ke gelas leo.



Setelah menenggak minumannya ia menyepol rambutnya seperti donat, kemudian beranjak ke dapur.



Leo yang melihat selena mengikat rambutnya menjadi gagal fokus dan menelan salivanya.



Leo berjalan ke arah selena yang sedang memasak, kemudian memeluknya  dari belakang dan mengecup lehernya.



Selena yang sedang memasak terkejut dengan tindakan leo.



" ah... kenapa kesini?"  melepas tangan leo yang melingkar di pinggangnya.



"Apa kau ingin membantuku? potonglah ini." selena memberikan daun bawang kepada leo.



Ketika sedang mengiris daun bawang leo tidak sengaja melukai jarinya.



"aww" jerit leo



Selena segera menghampiri dan menarik tangan leo kemudian menghisap jarinya yg terluka lalu memutahkan darahnya ke wastafel setelah itu mencuci tangan leo dengan air mengalir.



" tunggu sebentar, aku ambilkan plester" selena berlari mengambil plester di kamarnya.



Setelah membalut luka leo selena menyuruh leo duduk saja sambil memberikan pir yang sudah dikupas dan di potong- potong.



" duduk dan makanlah." Ucap selena



Leo memakan pir yang diberikan selena sambil memandangi punggung selena yang sedang sibuk memasak membuatnya sangat tenang.


Sore hari


Selena dan leo berjalan- jalan dipinggir danau.


Pemandangan disana tidak pernah berubah sejak dulu banyak sekali pepohonan dan tumbuh- tumbuhan yang terhampar di sekeliling danau serta ada beberapa bunga- bunga yang cantik.


__ADS_1


Membuat selena mengingat kenangan- kenangan bersama keluarganya dulu.



Tapi sekarang semuanya hanya menjadi ingatan saja.



Ia melihat ke arah Leo yang sedang berjalan di pinggir danau, ia menatap leo dengan perasaan benci karena telah meyiksa ibunya hingga mati.



Ia berjalan mendekat dan mendorong leo ke pohon ia menahan leo dengan satu tangannya kemudian melihat ke arah pisau yang dipegangnya dan menusukkan ke dada leo.



Jleb  "Akhhhh... " rintih leo dengan darah keluar dari mulutnya  " sel-lena.."



"Sel.. selena.." panggil leo yang sedang menyadarkan selena yang sedang melamun sambil menepuk pundaknya.


Selena tersadar bahwa itu hanya ilusinya saja.


Mereka duduk di sebuah batu besar di bawah pohon rindang.



Berawal dari leo yang tak sengaja menyenggol selena akhirnya mereka saling senggol- senggolan.



Karena terlalu bersemangat selena terdorong dan jatuh, leo reflek ingin menangkapnya...



Ketika terjatuh selena melihat ada batu- batu kecil dan mengambil batu- batu tersebut.



" nih."  menyodorkan batu kecil yang


di ambil nya.


" ..?..." leo bingung



" buatlah sebuah harapan nanti dilempar, kita anggap sebagai danau harapan."  Selena tersenyum sambil menyipitkan matanya.



Leo mengambil batu yang diberikan selena.



"  aku harap..." ucap leo.




" baiklah.."



Aku harap kita bisa bersama selamanya ( harapan leo ).



Aku harap setelah aku menyelesaikan semuanya kita tidak akan pernah dipertemukan kembali baik di kehidupan sekarang atau yang akan datang. ( harapan selena )



1



2



3



Leo dan selena melempar batu tersebut secara bersamaan.



Selena menyandarkan kepalanya di bahu leo.



" apa kau membuat harapan agar bersamaku selamanya?" Tanya selena.



" tidak, Mana mungkin aku membuat harapan konyol seperti itu."



" ah.. baguslah jika tidak. Aku tahu kau bukan orang yang konyol, mungkin saja kau berharap aku mati di tanganmu haha..." ujar selena.


Beberapa hari kemudian


Di kantor


Seperti biasanya setiap pagi Lyora selalu membuatkan kopi untuk Leo.


__ADS_1


" ini pak silahkan diminum kopinya, dan ini pak mohon ditandatangani." Menyodorkan setumpuk dokumen.



Leo mengambil kacamatanya dan mulai menandatangani dokumen- dokumen tersebut.



Setelah selesai ia memberikannya kembali kepada lyora.



" oh ya sekertaris ly, lusa akan ada acara pertemuan antar perusahaan, tolong persiapkan diri untuk menghadiri sebagai perwakilan peruaahaan, nanti asisten lesh yang akan menjemput."



"Baik pak."


         Apa maksudnya mempersiapkan diri ? Apa dia ingin aku menjadi pasangannya menghadiri acara itu? Sepertinya aku harus perawatan ke salon dulu.  Gumam lyora dalam hati.


Di butik selena


Bryan tengah memesan setelan jas kepada selena untuk acara pertemuan perusahaan yang akan diadakan lusa.



Selena sedang mengukur tubuh bryan menggunakan meteran.



" lusa akan ada pertemuan antar peruaahaan apa leo mengajakmu?" Tanya bryan.



" entahlah dia belum bilang apapun tentang itu." Sahut selena.



"Jika dia tidak mengajakmu kau bisa hadir bersamaku sebagai keponakan mr. Wijaya."



" kau ingin setelan warna apa?" Tanya selena



" apapun yang menurutmu cocok untuk acara itu, bagaimana dengan hitam? Navy?"



" akan kupilihkan yang cocok untukmu nanti."



" jangan iseng ya.. ini untuk acara yang sangat penting, aku tidak mau seperti liburan tahun lalu." Peringatan dari bryan.



Selena yang teringat bryan menggunakan baju buatannya tahun lalu mendadak tertawa geli.



"Hahhahahhhhh...hhhhhh" selena tertawa geli.  "aku masih memiliki fotomu menggunakan baju itu hahhhh..."



" sudah jangan tertawa lagi selena" Bryan menjadi tersipu malu.


NB:  selena pernah membuatkan baju kostum bebek untuk bryan ketika liburan ke pantai.


Apartemen selena


Pukul 20.00


Selena merasa haus dan pergi ke dapur untuk mengambil air dingin di kulkas.



Ia sedang berpikir mengapa leo belum memberitahunya tentang acara tersebut, mungkinkan leo tidak ingin mengajaknya? Ting tong, bel apartemen selena berbunyi, ia bergegas membuka pintunya.



"Leo"



" apa kau kehabisan data? Kenapa kau tidak membalas pesanku?" Cecar leo.



Selena baru ingat jika handphone nya mati, tapi ia tidak sadar pantas saja tidak ada notif apapun dari tadi.



" ah.. hp ku mati aku lupa mengisi baterai ku, sorry."



Leo menyodorkan sebuah paper bag besar kepada selena.



"Apa?" Tanya selena.



"Buka."



"Gaun?"

__ADS_1



" ya, lusa temani aku ke acara pertemuan antar perusahaan menjadi pasanganku." Leo berbicara sambil tersipu malu.


__ADS_2