Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
09


__ADS_3

~Keesokan harinya~    


Leo sedang dalam perjalanan menuju apartement selena dengan mengendarai mobilnya.


Ketika di jalan ia mengirim pesan kepada selena.


Selena yang sedang duduk di meja makan sambil menunggu kedatangan leo tiba - tiba mendapatkan pesan darinya.


Ting! Dering pesan di hp selena


□ Leo


10 menit lagi aku akan sampai


Ia membacanya kemudian meletakkan ponselnya dan memandangi paper bag yang akan ia berikan kepada nyonya el.


Tak lama kemudian mobil leo sampai


Tin..tin.. suara klakson mobilnya.


Selena melihat keluar dari atas jendela apartemen dan segera turun.



Di perjalanan menuju kediaman nyonya el, leo meraih dan menggenggam tangan selena dengan satu tangannya dan menariknya ke atas pahanya.



"Apa kau merasa gugup?" Tanya leo



"Sedikit.." jawab selena sembari tersenyum meyipitkan matanya.



"Tidak perlu khawatir ini hanya makan siang biasa."



Sesampainya di kediaman nyonya elisa


Leo dan selena sudah di sambut di depan pintu dan saling cipika cipiki.


"Ayo masuk." Ajak nyonya el



Kemudian nyonya el memimpin perjalanan ke meja makan.



Leo dan selena duduk bersebrangan sedangkan nyonya el ada di samping mereka berdua.



"Ini pertama kalinya kita bertemu." Sapa nyonya el



"Iya nyonya el." Sahut selena sambil mengangguk.



"Jangan panggil nyonya, panggil tante saja biar lebih akrab." Ujar elisa



"Baik tante, oh ya ini saya membawakan sesuatu semoga kau menyukainya." Ucap selena



"Jika pemberianmu aku pasti akan menyukainya, terima kasih atas hadiahnya.  Mari makan dulu."



Saat menggeser hadianya elisa tidak sengaja menyenggol sendok hingga terjatuh ke lantai.



Selena pun segera membantunya mengambil, ketika selena mengambilnya rambutnya tersingkap ke sebelahnya sehingga memperlihatkan leher sebelahnya, nyonya el yang melihat mendapati disekitar leher menuju bahu selena terdapat bekas luka yang membuatnya tidak asing.



Setelah mengambilnya selena meletakkan ke meja dan leo meminta pelayan untuk mengganti sendoknya.



Mereka pun mulai menyantap hidangan yang sudah tersaji di meja makan.


__ADS_1


Disana sudah tersusun makanan- makanan yang lengkap, tak lupa buah sebagai pencuci mulut.



Setelah selesai menikmati hidangan, elisa mengajak selena berjalan - jalan di halaman belakang rumahnya.



"Apa kau bekerja di kantor juga?" Tanya elisa



"Tidak tante, saya mengurus sebuah butik di jalan xx." Jawab selena



"Bukankah itu butik yang akhir- akhir ini banyak diminati, oh ternyata kau pemiliknya."



"Iya kau bisa datang atau mampir jika melewatinya." Ucap selena sambil tersenyum.



"Baiklah lain kali aku akan kesana."



"Ya, ku tunggu kedatanganmu"


Di apartement selena.


Malam hari


Selena duduk termenung di meja makan sambil meminum sekaleng bir.



Ia kepikiran dengan ucapan nyonya elisa tadi siang.



      "Selena, apa kau sudah siap jika leo menikahimu? Aku hanya ingin segera memiliki cucu dari kalian agar dapat menstabilkan perusahaan dan kita bisa menggabungkan 2 kekuatan untuk saling menopang. Ku lihat kalian berdua juga saling mencintai jadi menunggu apa lagi?


Oh ya.. ku harap kau jangan bicara tentang ini kepada leo." Ucap nyonya el


       "Sebelumnya aku...." belum selesai selena berbicara leo memanggilnya untuk mengajaknya pulang karena ia ada panggilan mendadak.



Glek..glek.. selena menghabiskan bir nya dan meremas kalengnya kemudian melemparkannya ke tempat sampah.


Dan pergi beranjak ke kasurnya.


Di kantor Leo


Selena berniat datang ke kantor leo untuk membawakan makan siang untuknya.



Lesh yang berpapasan dengannya di resepsionis segera menarik selena ke ruangan leo.



Selena kebingungan mengapa asisten lesh menariknya tiba- tiba.



Ketika membuka pintu ruangan leo, selena terkejut melihat leo sedang terkapar di sofa dan ada lyora di sebelahnya.



Leo yang melihat bayangan selena di depan pintu ruangannya segera bangun dan mendorong lyora yang menghalangi jalnnya.



Dengan jalan sempoyongan leo segera menghampiri selena dan menciumnya karena sudah tak kuasa menahan hasratnya.



Selena yang terkejut menjatuhkan kotak makanannya.



Sambil berpangutan leo perlahan membawa selena berjalan ke sofa.



Lesh yang paham segera menarik lyora keluar dan menutup pintu guna memberikan ruang privat untuk bosnya.


__ADS_1


Leo melempar selena ke sofa dan menekan remot untuk membuat ruangan kaca menjadi buram.



Leo melepaskan jas dan dasinya kemudian kembali mencium bibir selena dengan ganas, ia juga mulai membuka kancing selena satu persatu dan menciumi lehernya.



Leo yang masih merasa sesak membuka kancing kemejanya dan melemparnya kemejanya ke sembarang arah.



Selena yang mulai hanyut dengan suasana berusaha menyadarkan diri


      Ga boleh ini ga boleh terjadi sadar sel sadar aku tidak ingin inses


Selena pun segera menotok punggung leo sehingga membuatnya pingsan dan terjatuh di atas tubuhnya.


Akhirnya selena bisa bernafas lega.


~ flashback ~


Seperti biasa setiap hari Lyora memberikan kopi untuk leo.



Namun ketika meminumnya ia merasakan panas dan terangsang.



Leo berkali- kali menanyakan apa yang ia masukkan ke dalam kopinya tapi lyora mengatakan tidak memberikan apapun.



Lyora pun sempat menawarkan diri untuk membantunya melepaskan hasratnya agar tidak menjadi demam tapi leo menolaknya dan menyuruh lesh untuk mencari selena.



Beruntungnya lesh bertemu selena di depan resepsionis.


~Balik ke cerita~


Selena meminta lesh untuk membawakan sebaskom air dan sapu tangan untuk mengompres leo.



Lesh membantu selena memiringkan tubuh leo untuk memberinya obat.



Untung saja selena membawa sisa obat yang pernah bryan belikan untuknya ketika dirinya mengalami hal sama seperti leo.



Setelah leo sadar, lesh memanggilkan lyora untuk ke ruangan leo.



Lyora di cecar dengan pertanyaan apa dia memasukkan obat perangsang, tapi lyora tidak mengakuinya dan ia berbicara jika bukan dia yang membuat kopinya tapi seorang anak baru dari divisi pemasaran.



Lyora berdalih untuk mengecek cc tv.



Saat pengecekan cc tv dapur memang anak baru yang membuat kopinya.



Akhirnya lesh memanggilkan anak baru tersebut tapi ia bersaksi hanya membuat kopi biasa tanpa menambahkan apapun bisa di lihat seperti yang ada di cc tv.



Tapi dalam cc tv anak baru itu membuat kopi dengan posisi membelakangi cc tv jadi tidak ada yang tahu pasti apa dia hanya memasukkan kopi atau lainnya.



Selena percaya dengan anak baru tersebut dan meminta leo untuk melepaskannya sebagai gantinya ia akan menjebak pelaku aslinya bisik selena kepada leo.



Anak baru tersebut segera berterima kasih kepada selena karena telah membantunya.


Lyora pun ikut merasa tenang karena leo tidak memperpanjang siapa pelakunya.


Akhirnya ia pun bisa tersenyum lega.


          Ia mengingat kejadian sebenarnya


Lyora menyuruh anak baru membuatkannya kopi namun ketika di depan pintu ruangan leo, ia meneteskan beberapa tetes cairan perangsang agar leo terangsang dan terpaksa menggunakannya untuk melepaskan hasratnya daripada kesakitan menahan hasratnya, sekaligus agar para karyawan memergokinya dan lyora dapat dinikahi leo.

__ADS_1


__ADS_2