
Apartement selena
Tit..tit..tit.. suara seseorang sedang membuka smartlock pintu apartement.
Bryan masuk dan menutup pintunya.
ia melihat sekeliling ruangan sangat gelap sekali, ia berjalan pelan- pelan mencari saklar lampu kemudian menyalakannya.
ceklek, seluruh ruangan menjadi terang, ia melihat selena terkapar dilantai masih dengan baju pestanya.
Ia perlahan berjalan mendekat dan menyentuh jidatnya terasa sangat panas.
Tubuhnya menjadi panas karena mungkin tadi hasratnya tidak dikeluarkan.
Bryan mengangkat tubuh selena dan meletakkanya di kasur.
Ia perlahan menarik resleting dress selana dan membukanya kemudian menggantikan pakaiannya dengan piyama.
lalu menyiapkan se baskom air untuk mengompres kepalanya.
Sesekali ia mengganti lap yang ada di jidat selena karena sudah panas terkena suhu badannya.
Karena panas yang tak kunjung turun ia memasukkan pil dan air ke mulutnya kemudian mentransferkannya ke mulut selena agar obatnya dapat tertelan.
Ia terjaga semalaman, sesekali tidur dan kaget kemudian terbangun.
~ kilas Balik ~
Bryan terpaksa memukul pundak selena dan membuatnya pingsan karena ia tak mau selena kecewa padanya walaupun saat itu selena yang menginginkannya tapi bagaimanapun itu karena pengaruh obat perangsang.
Ia tau effek yang akan ditimbulkan obat perangsang jika tidak dikeluarkan hasratnya makanya ia mendatangi apartement selena untuk melihat keadaannya.
Pagi hari
Selena perlahan membuka matanya ia memegang kepalanya karena masih sedikit merasakan pusing.
ia terkejut karena melihat bryan tertidur di pinggir kasurnya dengan satu tangan bryan terkapar di perutnya.
Pantas saja semalam ia merasakan ada yang menciumnya karena ia berada antara sadar dan tidak sadar.
Ia menggeser rambut bryan yang terurai menutupi matanya.
Bryan terlihat sangat kelelahan karena terus terjaga semalaman.
Karena merasakan usapan di
kepalanya bryan menjadi terbangun.
" kau sudah terbangun sejak lama?" Tanya bryan.
"Baru saja" jawab selena
"Tunggu sebentar aku buatkan bubur dulu." Bryan segera pergi ke dapur untuk membuat ramuan herbal dan bubur.
Sekitar 30 menitan Bryan datang kembali ke kamar selena dengan membawa semangkuk bubur dan secangkir ramuan herbal.
Ia mulai menyuapi selena dengan hati- hati karena masih terlalu panas untuk dimakan.
Ia terlihat sangat telaten sekali dalam merawat orang sakit.
" kau yang mengganti pakaianku?" Tanya selena dengan suara lemas
" ya, apa ada orang lain yang dapat menggantinya?" Ujar bryan
"Ya, aku percaya padamu." Sahut selena.
Bryan kembali menyuapi selena lagi, sesekali ia menyuapi ramuan herbal yang ia buat.
__ADS_1
~Di kediaman Elisa~
Leo mengunjungi ibunya, karena ibunya sangat ingin makan bersama lagi dengan putra kesayangannya.
Sudah lama sekali ia tidak makan bersama ibunya sejak pindah ke rumah yang ia rampas dari istri kedua ayahnya.
Ia berjalan mewati ruangan demi ruangan yang sangat luas dan terasa sepi.
Ibunya sudah duduk menunggunya di meja makan menggunakan pakaian berwarna hijau muda dengan rambut disanggul kecil.
Leo duduk bersebelahan dengan ibunya di meja makan yang sangat panjang dan berisi banyak kursi.
Disana sudah tersusun banyak sekali jenis makanan.
Leo menyapa ibunya dan saling bertanya kabar masing- masing.
" ku dengar kau sudah semakin dekat dengan keponakan Mr. Wijaya? Kapan kau akan mengenalkannya padaku?" Tanya elisa.
"Aku tidak ingin membuatnya tidak nyaman karena memburu - burunya, kami bahkan belum genap 1 bulan."
"Baiklah aku tidak akan memaksamu, sudah mau menjalin hubungan dengannya sudah cukup membuatku tenang."
Beberapa hari kemudian
Selena berniat mengunjungi adiknya erino yang berada di kediaman bryan.
Sudah 10 tahun lamanya ia tidak bertemu adiknya.
Ketika pertama kali melihatnya lagi ia sangat terkejud melihat adiknya sudah menjadi pemuda yang tampan, namun ada banyak sekali bekas luka di tubuhnya.
Erino berlari dan langsung memeluk selena. Mereka sudah saling berpelukan selama 10 menit, tanpa sadar selena meneteskan air matanya.
" kakak kenapa?" Tanya erino swmbari mengusap air mata kakaknya
" tidak, kakak hanya merindukanmu sehingga tanpa sadar air mataku jatuh."
Melihat adiknya yang memiliki banyak memar dan ibunya yang meninggal.
Kebencian itu menjadi semakin menjalar ke dalam lubuk hatinya, entah mengapa saat ini hatinya terasa seperti di iris- iris.
Tak terasa waktu sudah sangat sore selena berpamitan untuk pulang.
" kakak pulang dulu ya, kamu baik- baik disini sama kak bryan , jangan nakal dan dengarkan ucapannya mengerti?"
"Baik, kak."
" pulang dulu ya." Selena berpelukan dengan bryan dan pamit pulang.
" hati - hati dijalan." Pesan bryan
Selena pergi dan melambaikan tangannya.
Hp selena
□ Bibi
Besok adalah ulang tahun tuan muda, kau bisa menggunakan alasan itu untuk kesini sekalian mengambilnya.
Selena□
Baiklah besok aku ke sana
Di dapur
selena sedang membuat kue dengan melihat tutorial dari sebuah video.
__ADS_1
Ia mengikutinya step by step sesuai dengan arahan di dalam video.
Dapurnya menjadi sangat berantakan oleh tepung begitu juga wajahnya yang terkena tepung.
Setelah kuenya matang ia mulai menghiasnya menggunakan krim potongan coklat dan strawberry.
~Didepan gerbang rumah leo~
Selena berjalan dari gerbang depan dengan membawa paper bag berisi hadiah dan sekotak kue yang di buatnya.
Ia melihat ke sekeliling ternyata sudah banyak berubah ada beberapa spot yang di ubah, mungkin karena sudah diambil alih oleh Leo.
Tak jauh di depan sana bi Inah sudah menunggu kedatangannya.
Selena reflek memeluknya karena sudah lama tidak berjumpa.
Bi inah segera membawa selena masuk ke dalam rumah.
" Dimana Leo? Apa belum pulang?" Tanya selena karena ia datang tanpa mengabarinya karena ingin memberikan surprise.
" Belum, mungkin sebentar lagi." Jawab bi inah sembari memberikan card memory.
Selena pun segera memasukkan ke tas-nya.
Selagi menunggu Leo pulang ia berjalan- jalan melihat ke segala ruangan ia sangat merindukan kehangatan setiap ruangan yang pernah terjadi dulu.
Setelah beberapa jam menunggu leo belum juga pulang, akhirnya ia meletakkan kue nya ke dalam kulkas.
Karena bosan ia sampai ketiduran di meja makan.
Di kantor
Leo sangat sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk sehingga ia harus lembur unguk menyelesaikannya.
Lyora datang dengan membuatkan kopi untuk leo agar tidak mengantuk.
" ini pak silahkan diminum, apa bapak menginginkan sesuatu untuk dimakan biar saya belikan kebetulan saya akan membeli makan." Tawar lyora
"Baiklah, tolong belikan aku roti isi."
Sembari memberikan kartu perusahaan untuk membayar.
Beberapa menit kemudian..
Tak.. tak.. tak.. suara dentuman orang berlari. Lesh masuk ke ruangan leo dengan nafas ter engah- engah.
"Bo- boss se- selena se- dang men-nunggu...."
"Tenangkan diri dulu, bicara yang jelas lesh." Ucap leo
Setelah menarik nafas lesh berbicara lagi dengan benar.
" boss, selena sedang menunggumu di rumah." Ujar lesh
"Mengapa dia tidak menelponku?"
"Dia ingin memberikan surprise untuk mu."
Leo yang mendengar ucapan lesh segera mengambil jasnya dan segera pulang.
Lyora yang berpapasan membawa pesanan boss kebingungan
" punya boss kan? Ah.. berikan padaku" ucap lesh.
" iya, memangnya dia mau kemana?" Tanya lyora
"Pulang." Lesh segera mengambil roti isi dari tangan lyora.
__ADS_1