Lingkaran Kebencian

Lingkaran Kebencian
14


__ADS_3

Keesokan harinya selena sedang membantu leo memakaikan jas dan dasi.


" apa kau yakin akan bekerja? Kau kan belum sembuh apa tidak bisa beristirahat dulu sampai sembuh?" Tanya selena sambil menatap lekat mata leo.


"Ya, sekarang aku sudah tidak memiliki sekertaris dan beberapa hari ini lesh mengurus semuanya sendirian, jadi aku harus membantunya." Jawab leo.


"Oh ya mengenai sekertarismu lyora aku sudah melaporkannya ke pihak kepolisian dan sedang dalam masa pencarian jadi ku harap kita harus tetap berhati- hati saat diluar." Ucap selena


sembari membereskan pakaian kotor leo yang tergeletak di kasur.


"Iya, kau juga jaga dirimu baik-baik selagi aku tidak ada." Ujar leo sembari mengelus kepala selena.


Selena mengangguk


"Ayo makan dulu aku akan membuatkanmu sarapan." Ajak selena sambil menggandeng tangan leo menuju meja makan.


Di dapur selena sedang memanggang roti dan menggoreng telur mata sapi.


Sedangkan leo sedang duduk di meja makan sembari melihat ponselnya.


Leo yang penasaran apa yang sedang dibuat selena berjalan menghampiri selena dan mengejutkannya dengan memeluknya dari belakang.


"Istriku sedang masak apa sih?" Tanya leo berbisik di telinga selena.


"Siapa yang kau sebut istrimu?"


"Tentu saja kau, aku sudah siap menikahimu kapan pun, tapi kau yang belum mau.


Lantas aku harus bagaimana?         


Aku sudah tidak sabar menjadikamu sebagai istriku.


Sepertinya seru bukan jika kita menjadi suami istri aku bisa melihatmu membuat sarapan untukku setiap hari." Peluk leo semakin erat sambil bergelendotan.


Tiba- tiba terdengar suara teriakan yang mengagetkan mereka berdua.


"Leooo.... Dasar anak kurang ajar kau! Bisa- bisanya kau sakit tapi tidak memberitahuku?


Kalau lesh tidak memberitahuku aku tidak akan tau apa-apa tentang anak ku.


Apa kau sudah tidak menganggapku sebagai ibumu?." Teriak elisa.


Elisa terkejut melihat anaknya di dapur sedang bergelendotan dengan selena yang sedang memasak.


Mereka bertiga saling bertatapan dan menjadi kikuk.


Selena berusaha melepaskan pelukan leo yang ada di pinggangnya.


Beberapa saat kemudian

__ADS_1


Di meja makan


"Bagaimana dengan lukamu?" Tanya elisa.


"Hanya sebuah tusukan kecil." Jawab leo.


"Apa masih terasa sakit?"


"Aku sudah mulai terbiasa." Jawab leo


Dengan ragu selena menyajikan masakan yang di buatnya untuk leo dan elisa.


"Maaf aku hanya membuatkan ini, di dapur hanya tersisa roti dan telur." Ucap selena sambil


menyajikan roti panggang, telur mata sapi dan segelas susu.


"Tidak apa- apa sayang apapun masakanmu aku menyukainya, nanti akan ku suruh bi inah belanja sayuran untuk kau masak." Ujar leo sambil mengajak selena duduk di sebelahnya.


"Ehemmm... Apa kalian tinggal satu rumah?" Tanya elisa sambil melihat ke arah leo dan selena bergantian.


Leo dan selena menjawab secara bersamaan namun jawaban mereka berbeda.


"Iya." Jawab leo


"Tidak tante, aku hanya tinggal sebentar untuk merawatnya." Jawab selena.


Karena jawaban yang berbeda leo dan selena saling bertatapan.


"Baiklah aku sudah selesai melihatmu, dan terimakasih atas hidangannya, aku pulang dulu." Ucap elisa berdiri dari kursinya dan berjalan keluar.


"Baiklah babe aku pergi dulu, sekalian antar mama ke depan." Ucap leo sembari mengecup kening selena dan berjalan menyusul ibunya.


Selena mengangguk kecil, Ia segera membereskan piring bekas makan mereka.


Bi inah yang baru selesai menyapu halaman menghampiri selena yang sedang membereskan meja makan.


"Biar saya aja non." tawar bi inah.


"Tidak usah bi, ini cuma sedikit biar saya saja."


Ketika selena berbalik dan hendak mencucinya di dapur ia melihat bi inah terlihat pucat sekali.


"Bibi sakit?" Tanya selena khawatir dan segera meletakkan kembali piringnya ke meja.


"Tidak non, bibi hanya kelelahan saja." Ucap bi inah dengan nada lemas.


"Ayo bi, kita pergi ke kamar bibi istirahat nanti biar aku carikan obat." Ajak selena sambil menuntun bi inah.


Bagaimana tidak jatuh sakit wanita paruh baya berumur 50 tahun lebih di suruh mengurus istana sebesar ini hanya ada 3 pekerja. 2 pembantu dan 1 tukang kebun.

__ADS_1


            Sejak kematian dewi seluruh maid- maid di pulangkan ke desanya masing- masing guna menutup terjadinya kebocoran penganiayaan terhadap dewi dan anaknya.


             Alhasil hanya di sisahkan beberapa orang saja untuk mengurus rumah ini.


Dan orang yang terpilih adalah orang- orang lama yang dianggap dapat dipercaya karena sudah mengikuti keluarga ardianto sejak puluhan tahun.


 Dan sudah mengenali seluk beluk keluarga ini.


            Di tambah usia- usia mereka yang sudah tua- tua jadi dirasa tidak akan lama lagi usianya. Jadi tidak akan khawatir terkuaknya berita ke media massa.


Setelah mendapatakn obat selena segera menuju kamar bi inah untuk memberikan padanya.


Sebelum minum obat, Ia menyuapi bi inah dengan bubur yang dibelinya tadi sebagai dasar untuk minum obat.


"Sekarang bibi istirahat dulu aja ya.." ucap selena.


"Terima kasih non, maaf bibi sudah merepotkan no..." belum selesai bi inah berbicara selena sudah memotongnya.


"Ssssttt... udah bi, bibi tidak usah sungkan. Bibi sudah aku anggap seperti nenekku sendiri bi jadi bibi tidak perlu merasa tidak enak ya.."


"Baik non."


Dulunya bi inah hanyalah sebatang kara yang dibantu oleh dewi dan diberikan pekerjaan menjadi asiaten rumah tangganya.


Walaupun hanya asisten rumah tangga dewi memperlakukan bi inah dengat sangat baik dan menghormatinya sebagai orang yang lebih tua.


Bi inah juga sering menemani erina dan erino bermain. Sehingga mereka sudah seperti cucu dan nenek.


Dan ketika dewi diperlakukan semena mena bi inah yang tidak bisa berbuat apa- apa hanya bisa membantu pekerjaan dewi dari belakang.


Ketika leo tidak ada bi inah menyuruh dewi beristirahat dan menggantikan pekerjaannya dan ketika leo pulang barulah dewi mengerjakannya lagi.


Ia juga kerap kali memberitahukan erina yang berada di paris tentang situasi yang ada di rumah.


Ia juga sering memberi kabar tentang perlakuan leo dan elisa terhadap ibu dan adiknya.


Bi inah juga merasa kasihan ketika kedua orang tuanya meninggal ia tidak bisa ikut memakamkannya.


Bagaimana tidak ketika ayahnya meninggal erina sedang menjalankan skripsi jadi tidak memungkinkannya untuk kembali dan ketika ibunya meninggal ia baru saja wisuda walaupun bisa pulang tapi ia tidak bisa ikut memakamkannya.


Supermarket pukul 13.01


Selena keluar dari supermarket setelah berbelanja menggantikan bi inah yang sedang sakit.


Ia membawa belanjaan lumayan banyak sehingga merasa tangannya cepat pegal.


Sesekali ia meletakan belanjaanya di bawah kemudian mengangkatnya lagi.


Sedangkan di satu sisi dari kejauhan ada erino sedang berlari terbirit- birit.

__ADS_1


Ia terlihat seperti mencari tempat persembunyian karena sudah tak kuasa berlari lagi.


Erino kaget karena tiba- tiba ada yang menariknya. Ia terbelalak melihat orang yang menariknya membekap mulutnya.


__ADS_2